Friday, March 22, 2013

Zombieland

Film tentang zombie lainnya, yang akhirnya gue tonton. Dirilis tahun 2009 ini mengangkat lebih ke sisi humor, daripada tegang. Tapi tetep aja, sehumor-humornya film zombie, apalagi zombie di sini gemar marathon, alias punya kemampuan yang bagus dalam berlari dan mengejar dengan kecepatan tinggi para calon korbannya.

Seorang mahasiswa Univ. Texas, bernama Columbus menyadari bumi tempatnya berpijak kini tidak lagi dapat disebut sebagai bumi. Lalu disebut sebagai apa? Martabak mungkin? Atau roti maryam?

Aduh nggak fokus nulisnya nih.

Ok, manusia di Zombieland telah berubah menjadi zombie, makanya film ini disebut sebagai Zombieland, coba kalau judul filmnya adalah Kecoaland, pasti manusia berubah menjadi kecoa, dan gue udah pasti nggak nonton nih film, dan nggak bakal gue tulis review-nya di blog tercinta ini, karena gue jijik setengah mati sama kecoa.

Oke, selesai berkata-kata nggak bener. Sekarang review yang sebenar-benarnya kita mulai.

Bumi terserang virus, dan manusia berubah menjadi zombie. Virus di sini disamakan dengan virus sapi gila, yang membuat banyak sapi melakukan terapi kejiwaan, dan memenuhi RSJ-RSJ di seluruh dunia.

Columbus yang masih dapat bertahan hidup, telah melakukan berbagai peraturan yang ia buat sendiri, demi menghindari zombie.

Rule #1 Cardio. Yupss, bener banget, Kardio adalah peraturan nomor wahid. Kenapa? Karena Columbus tahu kalo gue sedang menjalani latihan kardio di kantor: jalan pagi atau lari atau sepedaan keliling komplek demi menjaga kesehatan tubuh, khususnya demi membalikkan bentuk tubuh gue ke posisi sebelum menikah. Misalnya hari ini, gue udah sepedaan dua keliling komplek, dari ujung ke ujung. Sampe paha gue rasanya mau copot. Sakit banget. Columbus menyemangati di film ini, terima kasih Columbus.

Anyway, jadi cardio perlu dilakukan untuk menghindari zombie-zombie. Saat mereka mengejar, kita perlu berlari lebih kencang lagi. Ada satu adegan zombie mengejar orang kelewat gendut, dan akhirnya si gendut itu dimakan sama zombie yang lagi kelaperan, dan jelas aja zombienya lebih kurus dari korbannya, jadi larinya lebih cepet. Ini adalah adegan paling mengintimidasi. Paling provokatif, dan paling menyindir gue!

Rule #2 Double Tap. Maksudnya sih menembak kepala zombie perlu dua kali tembakan "Dor" & "Dor". Untuk memastikan zombie tidak akan bangkit lagi.



Columbus bertemu dengan Tallahassee, seorang ayah yang kehilangan anaknya, dan ingin mencari rumah kedua. Columbus diperbolehkan menumpang menaiki mobilnya. Berdua mereka berkendara melewati bangkai-bangkai mobil. Dan tahukah kamu?? Kalau setting bangkai mobil ini juga dipakai di film mini seri TV The Walking Dead season dua, waktu rombongan Rick diserbu zombie yang tiba-tiba lewat bergerombol, dan Sophia hilang di tengah hutan, dan mobil mereka terpaksa diparkir di situ. Lalu mereka mencari Sophia sampai masuk ke rumah pertanian milik Hershel. Dan Carl ketembak peluru nyasar, saat mau menyentuh rusa liar.

Ternyata bukan cuma zombie-nya saja yang serupa, lokasi dan setting-nya pun juga sama persis. Dasar Hollywood! Nggak mau repot.

Anyway, back to Zombieland. Duo lelaki ini mampir di toserba demi mencari snack yang diidam-idamkan Tallahassee. Mereka membunuh 3 zombie gendut. Dan bertemu dengan dua orang cewek kakak beradik: Wichita & Little Rock. Mereka berdua adalah penipu ulung.

Dua wanita ini menipu duo pria tadi. Mobil mereka dirampas, begitu juga dengan senjata. Para gadis akan pergi menuju taman bermain, mirip Dufan.

Perjalanan empat orang ini juga sampai pada rumah Bill Murray, salah satu pemain Ghostbuster. Bill Murray menjadi dirinya sendiri, dan mati ditembak oleh Columbus. Rumah Bill Murray dipakai untuk berkemah satu hari satu malam.

Adegan penyelamatan di taman bermain juga nggak kalah seru. Tapi bagi pencinta zombie versi film tegang, seperti gue, mungkin film Zombieland hanyalah sekedar puding di antara makan siang dan makan malam. Ngerti kan maksud gue?


No comments:

Post a Comment