Wednesday, August 23, 2017

Alhamdulillah, Bayi Saya Sembuh dari Penyakit Mata Ikan

Dari sejak lahir, Shofiyah mendapati benjolan kecil isi air di jempol kaki kanannya. Saya kira akan hilang sendiri seiring bertambahnya usia. Lagipula jika saya pencet atau tusuk dengan jarum, saya takut dia kesakitan atau malah infeksi.

Jadi saya diamkan, sampai umur Shofiyah 9 bulan, benjolan isi air itu terus membesar. Saya rutinkan mengoles essential oil Lavender Young Living. Tapi ternyata malah mengeras, bermata, dan muncul bintik-bintik hitam kecil.

Lumayan panik, dan merasa berdosa, kenapa dulu nggak saya tusuk saja pakai jarum T_T

Penyakit Mata Ikan
Penyakit Mata Ikan di Jempol Kaki Kanan Bayiku T_T
Note: foto diambil tanggal 7 Juli 2017

Akhirnya bulan juli, saya ke dokter anak, menjelaskan kondisi dan asal-muasalnya. Saya tanya apakah benjolan mengeras dampak dari pemakaian EO Lavender? Dan, si dokter bilang: "Bukan. Tapi memang prosesnya akan begitu.

"Ini bayi ibu kena penyakit mata ikan, bahasa awamnya kutil. Penyebabnya virus Human Papiloma resiko rendah. Kalau resiko tinggi, itu yang meninggalnya Jupe, bu: kanker serviks."

Muka saya pucat pasi. Bertanya-tanya apakah bisa diobati?

Beliau menyuruh saya untuk bertemu dengan dokter spesialis bedah. Dokter inipun menjelaskan penyakit & virus yang sama. Lalu, Shofiyah dirujuk untuk dilakukan tindakan operasi.

Saya diantar oleh suster untuk mendengar penjelasan prosedural operasi. Nanti Shofiyah harus diambil darah dulu (which is disuntik) untuk dites ke lab. Kemudian dirujuk ke dokter anestesi, apakah boleh untuk dilanjutkan pembedahan.

Setelah mendapat restu dari dokter anestesi, maka si anak batita ini akan dibius total (disuntik lagi), dilakukan pembedahan, menginap di rumah sakit (dengan jarum infus yang pastinya akan menempel cantik di lipatan lengannya), sambil dilihat dulu pemulihannya.

Jika semua normal & tidak ada keluhan, boleh pulang. Tapi jika ada keluhan, misalnya ada beberapa kasus anak terjadi pendarahan alias darahnya susah kering, maka akan dilakukan tindakan lain.

Saya lemes dengar penjelasan dari suster. Belum lagi total biaya yang dibutuhkan: 30 juta rupiah untuk menghilangkan kutil sebesar biji jagung. Ujung-ujungnya saya minta salep aja.

Saya tanya-tanya ke beberapa orang yang pernah mengidap mata ikan, bagaimana mengobatinya?
Ada yang memakai bawang putih, getah tumbuhan tulang-tulangan, dan salep Dermovate. Saya pakaikan semuanya ke mata ikan Shofiyah, ditambah dengan salep resep dokter: Acyclovir 5%.

Bawang Putih
Bawang Putih

Salep Acyclovir 5%
Salep Acyclovir 5%

Salep Dermovate
Salep Dermovate

Tumbuhan Tulang-Tulangan
Tumbuhan Tulang-Tulangan

  • Pagi, setelah mandi, saya oleskan salep dari dokter.
  • Siang, pakai salep dokter lagi.
  • Sore, oles getah tumbuhan tulang-tulangan.
  • Sore, setelah mandi, pakai salep Dermovate.
  • Malam, pakai salep dokter.
  • Setelah anaknya tidur malam, saya pakaikan irisan tipis bawang putih, dan saya bungkus dengan kain kasa.
  • Kadang kalo saya kebangun tengah malam, kain kasa dan irisan bawang putih sudah copot kemana-mana, soalnya tidurnya nggak bisa diem, hehehe... Nah, saya lanjutkan oles salep dokter.
  • Bangun tidur, saya pakaikan Salep Dermovate.

Begitu terus rutinitasnya. Mesti ekstra rajin dan sabar. OIA, sebelum dioles apapun, baca Bismillah, berdo'a, dan yakin pasti disembuhkan Allah subhanahu wata'ala. Dia yang Memberi ujian sakit, Dia juga yang akan Menyembuhkannya.

Irisan tipis bawang putih dibalut dengan kain kasa
Irisan tipis bawang putih dibalut dengan kain kasa.

Dan, Alhamdulillah, pertengahan Agustus, mata ikannya copot sendiri, meninggalkan bekas agak bolong di kulit Shofiyah. Saya masih meneruskan pengobatan, insyaAllah bekas bolong dan kulit sekitar yang ikut menebal bisa sembuh. Rapi, halus dan lembut lagi, seperti kulit bayi pada umumnya ^_^

Mata ikan copot sendiri.
Mata ikan copot sendiri.
Meninggalkan bekas agak bolong di kulit Shofiyah.

Note: difoto tanggal 19 Agustus 2017

Kulitnya mulai lembut.
Note: difoto tanggal 23 Agustus 2017

Tuesday, August 22, 2017

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR

Selama bulan Agustus dan September 2017, pemerintah mencanangkan kampanye imunisasi MR serentak se-Indonesia.

Di sekolah si sulung, juga digelar pekan imunisasi MR. Awalnya kakak takut dan panik, sebab ada pengalaman tidak menyenangkan dengan alat suntik. Tapi, setelah kita beri pengertian, lalu ibu gurunya juga menyemangati murid-muridnya, supaya nggak takut, akhirnya dia mau juga dan berani.

Saat saya sudah niat mengantar ke sekolah, dan menemani dia untuk disuntik, dengan tegasnya kakak bilang: "Nggak perlu ma. Nggak usah dianterin. Sabrina berani kok. Kan ada temen-temen sama bu guru."

OK. SIP! Jempol empat buat kakak tersayang ^_^

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Sabrina hanya meringis sedikit ^_^

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Aisyah teriak. Sabar ya Ais :D

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Dipegangin Bu Maria

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Abet kayak mau ngajakin perang hehehe....

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Akbar santai

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Siapa ini ketutup fotonya :)

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Sabar ya nak ^_^

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Rio pasrah. Sabrina tegang menunggu giliran.
  
Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Rara senyum manis sama Ibu Kepsek

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Pegangin yang kencang bu, takut kabur :D

Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Eits... nah kan ada yang mau kabur :D
Foto-Foto Ekspresi Anak TK Saat Mengikuti Pekan Imunasasi MR
Duduk manis dipeluk Ibu Pipit ^_^
  
Selesai disuntik, anak-anak dapat snack dari bu guru. Lalu boleh langsung pulang.

Waktu sore, saya tanyain si kakak: "Gimana kak? Sakit nggak disuntik?"
Sambil senyum-senyum, dia jawab: "Nggak kok, nggak sakit. Cuma kayak digigit semut. Tapi semut rangrang."
Emaknya mesem-mesem, "Pedih donk itu," dalam hati aja, biar anaknya nggak dengar, hehehe....

Salam manis dari semut rangrang :D

InsyaAllah sehat terus ya anak-anakku.