Saturday, September 29, 2018

Review Buku: I Was Here - by Gayle Forman

I Was Here - by Gayle Forman
Genre:
Fiction
Author:
Gayle Forman


Saya suka sekali membaca novel dengan tema acak. Jadi, membeli buku ini, secara random, tanpa iming-iming Number #1 Best Seller di sampul depannya atau desain cover yang keren banget, atau penulis yang sudah familiar. 

Saya hanya pengin merasakan sensasi baru, berupa kejutan-kejutan yang menyenangkan melalui karya-karya penulis yang asing buat saya.


Dan, saya lumayan terkesima dengan kisah di buku ini.


Adalah Cody, yang hidupnya terasa carut marut karena kehilangan sahabatnya.


Tiba-tiba, Meg mengirimkan email berupa permintaan maafnya, dan bahwa mengakhiri hidup adalah pilihannya sendiri. Megan Garcia, yang dikenal sebagai anak supel, hidup sempurna, orang tua yang rukun, otak encer dan beasiswa di kampus ternama, ternyata harus tewas bunuh diri dengan menenggak racun.


Cody, sahabat sejatinya merasa sakit hati, karena ia tidak tahu Meg memiliki pemikiran seperti itu. Selain itu Meg pun sudah rapi menyiapkan segalanya: jenis racun tertentu, menyewa kamar motel, mengirimkan email kepada orang-orang terdekatnya, hingga memberikan tips untuk petugas hotel. Dia bukan saja merasa kehilangan, tapi juga tidak terlalu yakin mengenal dekat sobatnya itu.


Namun, di tengah kesedihan yang melanda Cody, orang tua Meg meminta bantuannya untuk mengemas barang2 anaknya di asrama kampus.

Cody pun menemukan satu hal yang ditutup rapat oleh Meg, dan berhasil ia bongkar dari laptop yang kini diwariskan untuknya. Rahasia tentang mega proyek bunuh dirinya, yang ternyata bukan dirancang oleh Meg sendiri, melainkan oleh komunitas bunuh diri yang menyebut diri mereka sebagai Solusi Final.

Menjelang Epilog di akhir buku, saya lumayan tercengang sebab cerita Meg & Cody bukan fiksi semata. Diangkat dari kisah nyata Suzy Gonzales, yang mengalami depresi, salah bergaul dengan Kelompok Bunuh Diri, dan berujung kematian tragis.

Teknik penulisannya tidak perlu diragukan, sangat luwes, hingga membuat saya nyaman dan tidak membosankan. Plot agak lambat di awal-awal, karena menceritakan pribadi Meg dan Cody tidak dengan deskripsi, melainkan narasi-narasi panjang tentang masa lalu mereka. Menjelang pertengahanan mulai menegangkan, apalagi saat Cody nekat menyambangi rumah All_BS (salah satu pengurus komunitas Solusi Final).

Kalau saya baca beberapa review dalam dan luar negeri, katanya karya Gayle Forman yang ini (I Was Here) masih kalah bagus dengan karyanya sebelumnya (If I Stay & Where She Went).

Saya sudah nonton film If I Stay, tapi kalau dilihat dari filmnya saja, saya lebih suka I Was Here ^_^

Tuesday, September 18, 2018

Cara Cek Status KJP & Macam-Macam Status KJP

Setelah menyiapkan dan mengurus berkas-berkas KJP, sebaiknya kita mulai melakukan pengecekan status KJP secara berkala di web http://kjp.jakarta.go.id/kjp2/public/cekStatusPenerima.php.

Karena aplikasi KJP ini terintegrasi antara DISDIK DKI (Dinas Pendidikan DKI) dengan stakeholder terkait (Sekolah, Bank, dll), maka kita bisa cek hasilnya real time berbasis web.

Cara mengeceknya sangat mudah. Lihat gambar di bawah.

Form Pemeriksaan Status KJP
Form Pemeriksaan Status KJP
  1. Ketikkan nomor NIK Anak yang didaftarkan sebagai calon penerima KJP (NIK bisa dilihat di Kartu Keluarga).
  2. Pilih tahun pendaftarannya.
  3. Pilih tahapnya >>> hanya ada 2 tahap pertahun (Tahap I & Tahap II).
  4. Kemudian klik Tombol Cek (warna hijau).

Macam-Macam Status KJP

Jika sudah diklik tombol hijau itu, maka hasil status terkini akan muncul. Kita jadi tahu, sudah sampai mana proses KJP berjalan. Berikut macam-macam status KJP berdasarkan tingkatannya.

1. Verifikasi Sekolah >>> Status ini artinya Sekolah sedang melakukan verifikasi data & fisik rumah (alias survey home visit)
Status KJP: Verifikasi Sekolah

2. Kelengkapan Berkas >>> Jika pihak Sekolah sudah menginput data-data verifikasi, dan dari data itu, sistem KJP memutuskan bahwa siswa tersebut memang layak menerima bantuan dana KJP. Kemudian, sekolah mengupload kelengkapan berkas melalui aplikasi KJP.
Status KJP: Kelengkapan Berkas

3. Persetujuan Kepala Sekolah >>> Permohonan KJP siswa disetujui oleh Kepala Sekolah, dan diteruskan ke DISDIK DKI.
Status KJP: Persetujuan Kepala Sekolah

4. Persetujuan Kepala Dinas Pendidikan >>> Permohan KJP siswa disetujui oleh DISDIK DKI. Biasanya kalo statusnya sudah begini, nggak lama lagi akan dibuatkan buku rekening, dan menunggu cairnya dana KJP.
Status KJP: Persetujuan Kepala Dinas Pendidikan

5. Penolakan Tidak Layak >>> Status ini menyatakan dengan jelas bahwa permohonan KJP ditolak oleh sistem, berdasarkan inputan data verifikasi, yang membuktikan bahwa siswa tidak layak memperoleh bantuan dana KJP.
Status KJP: Penolakan Tidak Layak

Selamat untuk siswa yang disetujui dan dinyatakan layak mendapatkan dana bantuan KJP. Bagi siswa yang belum beruntung, dan ditolak, masih bisa mengajukan di tahun dan tahap berikutnya.

OIA, saya juga baru tahu, ternyata siswa yang statusnya sudah mendapatkan KJP, bisa juga diblokir oleh sekolah karena beberapa alasan. Dananya jadi tidak bisa cair, dan siswa tidak bisa mengajukan lagi permohonan KJP, sampai sekolah membuka blokiran tersebut. 

Beberapa alasan pihak sekolah memblokir siswa penerima KJP:
  • Membelanjakan dana KJP tidak pada tempatnya.
  • Terlibat bullying.
  • Terlibat pencurian.
  • Terlibat nyontek massal.
  • Membawa senjata tajam.
  • Menyebarluaskan gambar tidak senonoh.
  • Menggadaikan/ meminjamkan buku tabungan KJP.
  • Merokok.
  • Terlibat tawuran.
  • Terlibat perkelahian.
  • Terlibat penipuan.
  • Membocorkan kunci atau soal jawaban.
  • Sering bolos.
  • Menyalahgunakan KJP.
  • Terlibat narkoba.
  • Terlibat geng motor.
  • Minum minuman keras/ beralkohol.
  • Terlibat pemalakan/ penjambretan.
  • Terlibat pornoaksi/ pornografi.
  • Terlibat perbuatan asusila/ pergaulan bebas/ pelecehan seksual.
  • Sering terlambat.
  • Meminjamkan dana KJP kepada pihak lain.
  • Menggandakan/ menjaminkan KJP.
  • Menghabiskan dana KJP untuk belanjaan yang tidak dibutuhkan siswa.

Orang tua siswa juga bisa terkena blokir oleh Sekolah, dengan alasan-alasan berikut:
  • Menyalahgunakan bantuan KJP.
  • Melakukan pencairan melalui pihak ketiga.
  • Meminta imbalan pencairan.
  • Menggadaikan KJP.
  • Memalsukan bukti belanja.
  • Mengkoordinir bukti penggunaan dana KJP.
  • Menghabiskan dana KJP untuk belanjaan yang tidak dibutuhkan siswa.
  • Meminjamkan KJP kepada pihak lain.

Well, jadilah orangtua bijak dan murid yang manis di dalam maupun luar sekolah, supaya KJP kita terus berlaku dan bermanfaat.

Saturday, September 15, 2018

Small Great Things - Jodi Picoult (Segera Diangkat Ke Layar Lebar)

Small Great Things - Jodi Picoult
Genre:
Fiction
Author:
Jodi Picoult


Ini buku ketiga dari Jodi Picoult yang pernah saya baca (dua buku lainnya yang sudah difilm-kan juga: My Sister's Keeper & The Plain Truth). Small Great Things juga sedang dibuat filmnya, dengan dua aktris Hollywood tersohor yang akan memerankannya: Viola Davis & Julia Roberts.

Buku ini bercerita mengenai Ruth Jefferson, seorang bidan perawat berkulit hitam. Selama hidupnya Ruth berusaha menjadi orang yang sempurna: dalam pendidikannya, kariernya, lingkungannya, dan caranya mendidik anak. Ia ingin menjauhi gaya hidup orang kulit hitam pada umumnya, yang menurutnya jarang sukses. Ia lebih memilih untuk hidup dan berbaur bersama kulit putih.

Di rumah sakit tempatnya bekerja, Ruth menjadi satu-satunya bidan keturunan Afrika-Amerika. Bekerja profesional selama puluhan tahun. Sampai tiba waktunya, ia dicegah untuk merawat seorang bayi baru lahir: Davis Bauer, anak dari pasangan Turk & Brittany Bauer, hanya dengan satu alasan: Ruth bukan berkulit putih.

Viola Davis & Julia Roberts

Hal ini membuat Ruth menjadi kesal. Apalagi saat Turk Bauer, sang ayah mempertontonkan tato yang membuktikan dengan jelas bahwa ia adalah member dari supremasi kulit putih. Sekelompok orang rasis yang membenci kulit berwarna secara brutal.

Ruth tidak dendam pada bayi Davis, ia hanya sial berada di tempat dan waktu yang tidak tepat. Bayi Davis tiba-tiba mengalami kesulitan napas, sampai kulitnya membiru. Ruth melakukan apa saja yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan nyawanya, padahal ia sudah dilarang oleh sang atasan untuk menyentuh Davis.

Usaha yang ia lakukan sia-sia, Davis meninggal, dan orangtuanya melihat tangan Ruth menyentuh bayi mereka. Dituduhlah Ruth melakukan pembunuhan dengan motif dendam.

Drama rumah sakit dibawa dengan sangat halus sampai ke ruang sidang oleh Jodi. Penulis benar-benar serius dalam melakukan riset tentang segala hal, mulai dari kehidupan warga kulit hitam di Amerika, tentang supremasi kulit putih, rasisme dan dunia pengadilan. Hingga tulisannya sangat padat informasi dan membawa begitu banyak pesan positif.

Belum lagi drama keluarga (khususnya ibu dengan anak, atau ayah dengan bayi barunya) sukses membuat saya mengharu biru.

Dan, seperti dua novel sebelumnya, yang saya tunggu-tunggu: twist di bab-bab akhir. Tidak menyangka akan seperti itu endingnya, mengejutkan sekali. Sepertinya saya akan menobatkan Jodi Picoult sebagai Ratu Twist Sedunia. Mantap!

Saya sangat menunggu filmnya dirilis ^_^

Review Revlon Colorstay Concealer

Untuk menutupi dark circle di area mata, setelah foundation, harusnya kita cover lagi area undereye dengan concealer. Berhubung saya tidak memiliki concealer (dan selama ini hanya memakai Kryolan yang salah shades), jadilah saya membeli concealer Revlon.

Alhamdulillah, Kryolan berfungsi baik untuk mengurangi tingkat kegelapan di lingkar mata panda saya. Dan ketika habis, saya berniat menggantinya dengan Age Rewind-nya Maybelline. Sayang sekali, stok habis juga, jadi saya membeli di counter sebelahnya: Revlon.

Si Mba SPG menawari saya concealer dari rangkaian produk Colorstay Revlon, dan dipilihkan shades paling gelap yang ada yaitu: Medium. Walaupun saya pikir ini juga masih agak terang di saya. Tapi ya sudahlah. Warnanya sekilas mirip dengan shades Kryaolan yang salah beli waktu itu. Jadi saya pikir mungkin akan terpakai.

Begitu coba di rumah, ternyata tidak begitu mengcover area lingkar mata. Hanya tampak memutihkan sedikit, tapi tidak sampai meratakan warna kulit antara undereye dengan pipi. Masih terlihat jelas perbedaan di dua area yang berdekatan tersebut.

Mungkin juga saya pakainya kurang banyak. Tapi saat saya pakai dengan melebihkan produk, jadinya malah creasing. Kulit di bawah mata jadi keriput-keriput gitu, kan males ya. Produk ini juga nggak bisa ditiban dengan banyak bedak, kalau tidak mau dua campuran produk itu bergumpal-gumpal.

Teksturnya cair, jadi mudah diblend. Walaupun begitu dioles, kita harus gerak cepat saat ngeblend, karena produk langsung menyerap ke kulit.


Review Revlon Colorstay Concealer

Packaging sangat minimalis. Botol plastik tranparan, tutupnya hitam. Serta dilengkapi dengan aplikator yang lembut. Dibanderol di bawah 100ribu rupiah, menurut saya kualitas sudah sesuai dengan harganya.

Terdapat lima shades di pasaran saat ini:

  • Fair
  • Light
  • Light Medium
  • Medium
  • Medium Deep


Sudah jelas saya tidak beniat membeli produk ini lagi. Mungkin saya akan membelinya, jika semua produsen make-up (kecuali Revlon) tidak memproduksi concealer lagi hehehe...


Review Revlon Colorstay Concealer
Ini hasil swatches produk concealer
Colorstay by Revlon

Thursday, September 13, 2018

Acara Karnaval 1 Muharram di Lingkungan Sekolah Al-Hadiriyah - Buaran, Jakarta Timur

Menyambut tahun baru Islam 1440 Hijriah, SDI Al-Hadiriyah menyelenggarakan karnaval. Pawai yang hanya diisi oleh anak-anak SD beserta guru mereka, mengelilingi lingkungan di area sekolah, dimeriahkan dengan umbul-umbul yang dibuat sendiri.

Umbul-umbul juga merupakan salah satu tugas pra karya, jadi akan dinilai oleh ibu guru. Jadi si anak wajib ikutan menghias.

Kalau Sabrina, saya suruh menggambar masjid, mewarnainya dengan cat air (berhubung cat air hanya punya yang warna pink), dan kubahnya dihias dengan tempelan payet emas. Kreasi Sabrina itu saya jejer menjadi salah satu hiasan di umbul-umbulnya. Lumayan bagus sih menurut saya heheh...

Umbul-Umbul Sabrina Menyambut Karnaval Tahun Baru Hijriah

Karya anak-anak SDI Al-Hadiriyah lainnya bisa dilihat seperti rangkuman foto-foto keseruan acara karnaval berikut ini:

Sekolah Al-Hadiriyah

Sekolah Al-Hadiriyah

Sekolah Al-Hadiriyah

Sekolah Al-Hadiriyah

Sekolah Al-Hadiriyah

Sekolah Al-Hadiriyah

Pulang berpawai, anak-anak langsung menyantap makanan berat (nasi & ayam goreng Hisana) hasil dari patungan mama-mamanya. Setelah itu disuguhkan pula snack, puding, kue lumpur, dll. Anak-anak makan di kelas, begini penampakan kelas Al-Malik (salah satu kelas di sekolah SDI Al-Hadiriyah Buaran). FYI, kelas 1 di sekolah Al-Hadiriyah dipecah menjadi 4 kelas: Ar-Rahim, Ar-Rahman, Al-Malik & Al-Qudus.

Makan di Kelas Pulang Karnaval

Makan di Kelas Pulang Karnaval

Di Kelas Al-Malik

Di Kelas Al-Malik

Foto Bersama Bu Guru Yona (Al-Malik)