Tuesday, April 25, 2017

Moo Moo Kow - Clodi Asal Singapura

moo moo kow
Popok kain Moo Moo Kow asal Singapura ini, cuttingnya mirip sama Bumgenius. Lebih cocok untuk bayi yang lebih besar. Kalau untuk newborn, kurang pas.

Saya beli yang motif kulit sapi. Alasan klise biar sesuai dengan merk-nya. Alasan lainnya, di toko langganan cuma motif ini yang lucu. Selebihnya, hanya warna-warna solid.

Cloth diaper satu paket dengan dua insert: besar dan kecil.
Walaupun sudah cuci-pakai puluhan kali, bahan fleece innernya tetap lembut. Serta warnanya yang putih mudah dibersihkan dari noda pup. Jadi kadang saya tidak melapisi dengan liner lain.

insert moo moo kow: infant & toddler

Biarpun tidak terdapat leg gusset seperti pada Rumparooz, tapi saya nggak khawatir bocor kanan kiri saat pemakaian malam. Karena karet-karetnya rapet, tanpa bikin iritasi kulit.

Bahan outernya juga jempolan. Mirip perlak ompol kualitas mahal.

Untuk harga, kalo menurut saya lumayan standar dari deretan clodi ternama. Kisaran antara Rp.200.000,- s/d Rp.300.000,-.

Selain clodi, produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Moo Moo Kow antara lain: selimut, baju-baju bayi, alas ompol, mainan bayi, dll.

Sunday, April 2, 2017

Clodi Mulai Bau Pesing? Stripping Yuk..!

Setelah pemakaian selama 9 bulan, clodi-clodi Shofiyah mulai bau pesing, sering bocor samping, outer & insert-nya pada kaku serta berubah warna kecoklatan. Popok kain mengalami degenerasi alias penurunan fungsi. Kalau sudah begitu, saatnya melakukan stripping.

Apa sih definisi stripping clodi?
Istilah stripping di dunia popok kain maksudnya adalah proses penghilangan residu detergen sebanyak mungkin. Pada saat pencucian clodi, walaupun kita yakin sudah bersih, tapi ternyata tetap masih ada sisa sabun yang tak tampak, menyangkut di serat kain, lama-lama menumpuk. Belum lagi penggunaan diaper cream untuk menghindari ruam popok (yang seharusnya tidak perlu jika memakai clodi).

Penghilangan residu ala saya sebetulnya bisa dibilang agak lebay. Kenapa?

Jadi begini, sebelumnya, saya baca beberapa artikel "cara striping clodi yang baik dan benar" di web. Karena ada banyak cara yang di-share, akhirnya saya pakai aja semua. Lagipula performa clodi-clodi Shofiyah memang cukup parah.

Bahan-bahan untuk stripping clodi.
Soda Kue, Sitrun, Jeruk Nipis, &
EO Lemon untuk stripping clodi

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan antara lain:
  • Sabun khusus stripping clodi (merk RLR atau Magic Clean).
  • Baking Soda (atau bahasa Indonesia-nya: Soda Kue).
  • Sitrun (Citric Acid cap Gajah).
  • Cuka Putih (yang merk Dixi).
  • Perasan Jeruk Nipis (atau Jeruk Lemon).
  • Essential Oil Lemon << ini karena saya nggak sempat beli Jeruk Lemon.
  • Satu ember air hangat.
  • Dua ember air keran biasa (suhu normal).

Masing-masing bahan di atas memiliki fungsi:
  • Baking soda: sebagai pencerah, penghilang noda dan bau.
  • Sitrun: untuk membersihkan noda kekuningan dan pemutih alami.
  • Cuka putih: mampu menghilangkan bau tak sedap pada kain.
  • Perasan jeruk nipis & EO Lemon: memberikan wangi jeruk segar, mirip dengan fungsi pewangi softener.

Urutan pencucian:
  1. Pisahkan insert dengan outer & liner.
  2. Ember pertama. Larutkan setengah botol (kurang lebih 40gr) baking soda, 3 bungkus sitrun & satu sdm cuka ke dalam seember air (suhu normal).
  3. Masukkan semua insert, rendam kurang lebih 20 menit, sambil kucek-kucek sekedarnya.
  4. Setelah 20 menit, air rendaman akan terlihat kuning keruh, seperti warna air kencing.
  5. Ember kedua. Larutkan satu sdt Magic Clean atau RLR di seember air hangat.
  6. Masukkan semua insert ke ember kedua. Rendam 15 menit cukup.
  7. Setelah 15 menit, air rendaman juga keruh, tapi nggak separah ember pertama.
  8. Ember ketiga. Larutkan perasan jeruk nipis/ lemon (dan dua tetes EO Lemon) ke dalam seember air (suhu normal). Rendam 10 menit saja.
  9. Peras semua insert. Lalu jemur di bawah sinar matahari, atau di belakang outdoor AC (jika mau cepat kering).
  10. Setelah kering, silakan dinikmati insert clodi yang kini wangi jeruk segar.

Urutan Stripping Clodi
Pisahkan Insert dengan Outer & Liner.

Urutan Stripping Clodi
Ember Pertama: Baking Soda, Sitrun, Cuka.

Urutan Stripping Clodi
Ember Kedua: Magic Clean atau RLR
Bekas rendaman di ember pertama keruh.

Urutan Stripping Clodi
Ember Ketiga: Perasaan jeruk nipis & EO Lemon.
Outer & Liner sedang direndam di ember pertama
(menggunakan air baru).

Urutan Stripping Clodi
Jemur clodi. Finish!

Ulangi hal yang sama untuk outer dan liner. Kalau saya, digabung saja antara outer dengan liner, dan memakai air baru.

Hasil akhir, insert-insert clodi jadi lemes, tidak kaku lagi, 80% noda hilang, permukaan fleece di outer dan liner jadi lembut seperti baru, popok kain Shofiyah kini harum, dan berfungsi kembali dengan baik.

Bolehlah ditiru. Semoga bermanfaat ^_^

Friday, March 17, 2017

Cara-Cara Meruqyah Rumah Sesuai Sunnah

Bermula dari banyaknya pasukan semut yang berbaris panjang di dinding rumah. Saya perhatikan mereka sibuk sekali hilir mudik entah mau apa. Padahal tidak ada gula, tapi ada semut.

Rumah sudah dibersihkan semaksimal mungkin. Tapi begitu meletakkan kue di meja, nggak sampai semenit dikerubutin .

Nah, pas banget di kantor lagi dengerin ceramahnya Ustadz Khalid Basalamah. Beliau ngomongin tentang cara-cara ruqyah diri sendiri. Bisa hanya dengan baca ayat-ayat ruqyah dasar. Atau melalui media air, untuk mandi atau diminum.

Ada satu metode ruqyah yang saya perhatikan sungguh-sungguh, menggunakan daun bidara. Fungsi pengobatan ini bisa untuk mengubah pikiran para semut, supaya mereka enyah dari rumah saya.

Caranya akan saya bahas di sini, insyaAllah bermanfaat juga bagi pembaca yang kebetulan mengalami hal yang sama.

Pertama.
Siapkan daun bidara.
Saya beli di Tokopedia. Harganya seratus perak per lembar. Kebetulan di toko itu harus beli 100 lembar, jadi total Rp.15.000,- (termasuk ongkir pakai Wahana).
Atau kalau mau beli sama pohon-pohonnya, bisa cari di penjual tanaman pinggir jalan, pohon Apel india.

Daun Bidara (Apel India)
Daun Bidara beli di Tokopedia
(Rp.100,- per helai)

Kedua.
Haluskan 7 helai daun bidara.
Tujuh helai daun bidara ditumbuk dengan dua buah batu, atau ulekan. Atau lebih modern lagi boleh menggunakan blender.
Jika sekiranya kurang banyak, boleh ditambahkan daun-daunnya dengan kelipatan tujuh: 14, 21, 28 lembar, dsb.

Tujuh Helai Daun Bidara Dihaaluskan
Tujuh Helai Daun Bidara Dihaluskan

Ketiga.
Campurkan dengan segelas air keran.
Karena saya ingin menggunakannya untuk ruqyah rumah. Bukan untuk diminum.
Jika, ingin untuk diminum, gunakan air matang.
Jika untuk mandi, gunakan air keran seember.

Keempat.
Bacakan ayat-ayat ruqyah.
  • Al-Fatihah.
  • Al-Ikhlas.
  • Al- Falaq.
  • An-Nas.
  • Ayat Kursi.
  • Dan, dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah.

Bacakan masing-masing satu atau tiga kali. Selesai baca, tiupkan ke campuran air daun bidara yang kini warnanya hijau.

Al-Fatihah
Al-Fatihah

Al-Ikhlas
Al-Ikhlas

Al-Falaq
Al-Falaq

An-Nas
An-Nas

Ayat Kursi
Ayat Kursi

Dua Surah Al-Baqarah
Dua Surah Al-Baqarah

Kelima.
Tuang air ruqyah tersebut, sambil disaring ke dalam semprotan setrika.

Air Ruqyah Daun Bidara
Tuang Air Ruqyah
ke dalam botol semprotan setrika

Air ruqyah sudah siap disemprot ke dinding-dinding rumah, kolong-kolong furnitur, pintu-pintu rumah, dll.
Saya juga semprotkan ke langit-langit, sebab pasukan semut mulai membuat benteng pertahanan di loteng rumah.

Rajinkan menyemprot selama dua minggu berturut-turut. Menurut pengalaman yang diceritakan oleh Ustadz Khalid, jika rumah terkena sihir, maka binatang-binatang kecil seperti kalajengking, ular kecil, kelabang akan keluar semua.

Berikut manfaat dari rutin meruqyah rumah:
  1. Setan dan jin jahat tidak betah di rumah kita. Yang ada di dalam rumah akan keluar, yang di luar tidak berani masuk.
  2. Sihir model apapun akan terpental << khusus untuk ini, kita mesti rajin juga zikir pagi & sore.
  3. Rumah akan terasa lebih adem.
  4. Suami istri rukun.
  5. Anak-anak jadi lebih kalem, tidak terlalu nakal.
  6. Tiap individu di rumah itu menjadi lebih rajin beribadah.
  7. Dan, ini tujuan pertama saya: rumah bebas semut atau binatang kecil lainnya (insyaAllah termasuk tikus & kecoa).

Mudah mengerjakannya, dan insyaAllah berpahala karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad shalallahu wa alaihi wasallam.

Wednesday, March 15, 2017

Cerita Melahirkan Anak Kedua (Normal Sesungguhnya)

Lahir normal sesungguhnya, merupakan proses melahirkan seorang anak secara alami. Tanpa bantuan induksi ataupun vacuum. Begitu definisi yang saya dapatkan dari tim bidan yang menangani kelahiran anak kedua.

Misal anak sulung, memang saya lahirkan secara normal, tapi tetap ada keterangan "Normal dengan Bantuan Vacuum" di catatan bidan.

Beda dengan anak kedua, yang saya lahirkan normal alami. Alami mulesnya tanpa dipancing dengan induksi. Alami keluarnya, tanpa ditarik paksa oleh sedotan alat vacuum.

Seminggu sebelum HPL (Hari Prediksi Lahir), berat bayi dalam kandungan sudah mencapai 4 kilo (dicek oleh Dokter SpOG melalui USG dua dimensi).

Dan menurut beliau, jika lebih dari 4 kilo lebih baik di-caesar untuk menghindari resiko komplikasi.

Saat usia kehamilan 7 bulan, karena berat badan bayi meningkat pesat, Atas saran beliau juga, saya melakukan pengetesan toleransi gula/ GTT (Glucose Tolerance Test). Tes ini sesuai namanya untuk mengecek kadar toleransi tubuh saya dalam memproses gula. Hasilnya alhamdulillah normal-normal saja.

Saya diet nasi putih, sesuai nasehat dokter. Berharap berat badan bayi menyusut atau minimal tetap 4 kilo. Namun penyusutan itu mustahil terjadi, mengingat berat badan bayi yang akan bertambah 400 gram per minggunya.

Mundur lima hari dari HPL, tanggal 8 Juni, Shofiyah lahir dengan berat badan sama persis seperti kakaknya 3.8 kg.

Selain berat lahir yang identik, parasnya pun serupa. Allah subhanahu wataalla menjawab doa saya yang pengin banget punya anak kembar. Gapapa deh beda 4 tahun, yang penting mirip wajahnya. Nanti dipakein baju-baju yang motifnya samaan... hehehe...


Wait... bentar.... coba flashback sedikit. Kan di USG sebelum lahir 4 kg. Pas lahir malah menyusut 3.8. Gimana ini ceritanya?

Shofiyah lahir di minggu awal bulan Ramadhan. Jadi, karena saya berharap Allah subhanahu wataalla menyusutkan sedikit berat badan bayi, saya ikutan puasa dua hari pertama Ramadhan. Hari ketiga, ikut sahur bareng suami. Tapi jam 10 pagi saya buka, soalnya mulai berasa kontraksi skala ringan.

Khawatir menjelang ngeden, nggak ada tenaga. Teringat kenangan proses melahirkan anak pertama, kontraksi mulai jam 3 dini hari, nggak nafsu sarapan. Walhasil, lemes pas saat berjuang lahiran.

Tanggal 8 Juni itu memang jadwal saya kontrol ke dokter kandungan. Cek air ketuban, posisi janin, dll.

Kontraksi kan sudah dimulai dari jam 10 pagi. Hilang timbul dengan jeda tiap 50 menit. Saya masih santai di rumah.

Menjelang jam 4 sore, mules skala hebat mulai berdatangan membabi buta. Saya tahan gelombang cinta itu sampai kaki saya kaku lurus seperti mau menari balet. Tapi kalau mules hilang, saya santai lagi. Ngemil. Ngobrol. Main sama si kakak. Rapiin ini. Rapiin itu (maklum insting bersarang belum hilang).

Saat ke dokter untuk jadwal check up, jam setengah 8 malam. Saya bilang sudah mulai kontraksi. Dan saya info juga ke dokter mengenai catatan jeda hilang timbul rasa kontraksinya sekian menit.

Beliau menyarankan untuk pemeriksaan dalam. Begitu dicek, yup... sudah bukaan dua.

Dokter menanyakan mau menunggu di klinik atau pulang. Seperti biasa. Saya memilih pulang. Saya pikir rumah dekat ini.

Lagi-lagi, pilihan saya untuk pulang salah besar. Kenapa? Karena begitu saya sampai rumah, mules-mules sudah tidak berjeda.

Suami mengabari orang tua dan adik saya, mereka tiba di rumah jam 9 malam. Begitu melihat kondisi saya, langsung saya diangkut balik menuju klinik bidan.

Jam setengah 10 malam, sudah bukaan 8. Saya diminta untuk menahan rasa apapun. Mulai rasa sakit yang menusuk, hingga rasa ingin *maaf* B.A.B skala Luar Binasa.

Jam 10, bukaan lengkap. Tim bidan yang menangani saya sudah standby. Peralatan sudah disiapkan. Jarum infus penambah tenaga sudah terpasang cantik di lipatan tangan. Dan, saatnya mengejan.

Para bidan menginstruksikan posisi saya mesti begini dan begitu. Atur pola napas, cara mengejan yang benar, dll. Namun hingga jam setengah 11 malam, kemajuan tidak seberapa.

Salah satu bidan menargetkan jam 23.15 bayi sudah mesti lahir. Saya jadi terpacu saat dihadapkan oleh sebuah challenge.

Menit-menit berikutnya, tampak progress positif. Suami yang kebetulan berdiri di samping saya, sebagai motivator, memberi tahu bahwa bayi bergerak semakin turun.

Saya juga merasakan pergerakan bayi yang makin menekan daerah bawah.

Begitu kepalanya yang lunak berhasil melewati lubang vagina, menurut suami saya, bentuknya masih gepeng pipih. Tak lama setelah itu, langsung mengembang bulat, seperti sudah terisi angin.

Begitu juga dengan kedua bahunya. Sesaat baru keluar, keduanya menyatu, karena sempitnya jalan lahir. Ketika lolos dari lubang vagina, keduanya seperti dibelah dua.

Tanggal 8 juni pukul 23.14, Shofiyah lahir dengan berat 3.8 kg. Panjang 50 cm. Dengan kondisi terlilit tali pusat di bagian pinggang. Selebihnya, Alhamdulillah normal, sehat dan lucu. MasyaAllah ^_^

***

Well... hehehe... jadi panjang, keasyikan cerita.
Ada satu hal yang nggak mau saya lupakan. Ini tentang kegundahan hati menjelang hari-hari kelahiran.

Saat ketahuan berat bayi 4 kilo, lalu dokter tidak mau ambil resiko untuk proses kelahiran normal. Dan saya begitu takut sekaligus putus asa akan berhadapan dengan pisau bedah dan ruang operasi yang katanya dingin banget.

Saat itu harapan saya satu-satunya hanya Allah subhanahu wataalla. Saya perbanyak zikir ini:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

Entah kenapa saya menjadi begitu yakin, dan positif Allah akan mengijabah doa-doa dan harapan saya bisa melahirkan normal. Tanpa kesulitan berarti. Bagi bumil muslim yang sedang menunggu kelahiran buah hati, bisa dicoba nih hypnobirthing ala saya ^_^

Bukan bermaksud riya. Yang ingin saya sampaikan, ini pengalaman yang sulit dilupakan. Bukan tentang proses lahirannya saja, tapi makna akan begitu besarnya rasa kasih sayang Allah subhanahu wataalla pada hambaNya.

Mungkin penyusutan berat badan bayi sebanyak 200 gram tidak seberapa. Mungkin pula sebetulnya hanya faktor salah hitung. Tapi bagi saya, kejadian ini tetap merupakan jawaban Allah subhanahu wataalla untuk doa-doa saya.

Demikian.

Tuesday, March 7, 2017

Segarnya Aqua dari Charlie Banana - Cloth Diapers

Charlie Banana - Aqua
Sumber foto: google
Masih membahas rangkaian koleksi cloth diapers Shofiyah. Kali ini saya mau menulis posting tentang Charlie Banana, warna Aqua.

Sebetulnya clodi ini turunan dari kakaknya. Makanya masih berkancing.

Sekilas Charlie Banana mirip dengan Fuzzibunz:
  • Pembeliannya sudah include 2 insert (besar & kecil).
  • Termasuk jenis clodi tipe pocket (outer berkantung)
  • Sistem adjust menggunakan karet elastis

2 Insert (Ukuran Besar & Kecil)

charlie banana adjustment system
Adjustment System Charlie Banana
Menggunakan Karet Elastis

Perbedaannya terletak pada bukaan outernya. Jika Fuzzibunz hanya berupa celah bukaan di ujungnya, tanpa penutup. Nah, untuk Charlie Banana, ada flip penutup bukaan. Bingung? Mari lihat gambar berikut:

Bukaan Fuzzibunz, tanpa flip penutup
Bukaan Fuzzibunz, tanpa flip penutup
Bukaan Charlie Banana, dengan flip penutup
Bukaan Charlie Banana, dengan flip penutup
Perbedaan Celah Bukaan antara Charlie Banana dengan Fuzzibunz
Perbedaan Celah Bukaan
antara Charlie Banana dengan Fuzzibunz

Sekilas mungkin, Charlie Banana terlihat lebih rapi. Apalagi jika kita memakai insert ukuran besar. Insert akan tertutup sempurna jika memakai outer Charlie Banana. Tidak beleberan keluar.

Tapi, saat nanti mau mencuci clodi, mengeluarkan insert-nya cukup sulit. Ditambah lagi jika insert sudah penuh dengan air pipis dan kotoran padat. Perfect deh, ngerogoh ke dalam kantung outer bau pesing... hehe..

Clodi Charlie Banana, dengan bahan outer yang jempolan, saya optimis untuk pemakaian pada malam hari. Dan, karena tampak trim, saya juga PD memakaikan ke bayi di siang hari, misalnya saat mau menyambangi rumah orang tua.

Ya, setiap clodi memiliki kelebihan, dan kekurangan. Pilih yang pas dan cocok untuk bayi kita.


Note: Semua gambar bersumber dari Google <<edisi malas foto-foto>>

Monday, March 6, 2017

Dua Koleksi Clodi NVMe Milik Shofiyah

Yang saya suka dari clodi merk NVMe adalah insertnya. Terjahit jadi satu si Mushroom Liner di atas insert yang tebal. Melebar di bagian bokong, jadi kulit bayi menempel di bahan yang lembut dan ekstra kering.

NVMe sendiri adalah brand lokal. Saya pernah baca sekilas, kenapa memilih nama NVMe, supaya jika dilafazkan akan menjadi Envy Me (alias Irilah Kepadaku). Maksudnya, kalau bayi memakai NVMe, maka bayi yang lain akan iri... hehehe... Keren juga ya idenya.

Clodi NVMe: Jaguar & Lady Bug
Sumber foto: google
Clodi NVMe: Jaguar & Lady Bug

Yang motif Jaguar, turunan dari punya kakak. Yang polos merah Lady Bug, beli baru nambahin koleksi Shofiyah.

Clodi cover mudah pemakaiannya, tinggal di-snap kancing antara insert dengan cover. Tanpa perlu repot masukin insert ke dalam kantung outer, yang terkadang miring, atau terlipat, bikin bocor di kanan - kiri.

Lalu, kenapa saya memilih cover berkancing untuk Sabrina, lalu velcro untuk Shofiyah?

Itulah, waktu zaman Sabrina dulu, karena masih ibu baru, belum punya pengalaman, saya mengira cover berkancing adalah clodi yang bagus.

Ternyata setelah pengalaman tidak menyenangkan memakaikan clodi berkancing ke bayi yang sudah bisa merangkak, kini saya sadar bahwa velcro-lah yang terbaik. Pemakaian jadi lebih mudah dan cepat.

Clodi NVMe, walau motifnya lucu-lucu, tapi entah kenapa semua-nya ber-list hitam. Yang membuatnya terlihat monoton dan seragam.
Lalu di bagian leg gusset-nya, selalu ada sela dengan paha bayi. Bocor kanan kiri sudah biasa, padahal sepertinya sudah rapat. Entahlah.

Pemakaian clodi NVMe, hanya di siang hari. Saya tidak PD memakaikan waktu malam. Yah... untuk ganti-ganti, biar nggak jenuh ^^

Mushroom Soaker
Sumber foto: google
Mushroom Soaker

Pemakaian Clodi NVMe
Sumber foto: google
Pemakaian Clodi NVMe

Friday, February 24, 2017

Best Bottom, Clodi Buatan USA

Best Bottom Cloth Diapers
Sumber foto: google
Best Bottom, Clodi Buatan USA

Clodi buatan USA ini, menjadi salah satu clodi cover terbaik.

Selain Best Bottom, koleksi clodi model cover milik Shofiyah lainnya: NVMe & Cluebebe.

Kalau Grovia, beda ya, ternyata dia bukan cover, tapi tergolong jenis AI2.

Kelebihan Best Bottom:
  • Cover-nya berbahan tebal, dan betul-betul seperti perlak. Tapi halus, dan kelihatan banget berkualitas.
  • Insert-nya ukuran large, tebal, dan lembut. Mampu menampung lebih banyak pipis. Cocok untuk bayi yang lebih besar.
  • Cara pakainya simple. Kancing-kacing yang menghubungkan insert dengan cover tinggal di-snap-snap, jadi deh, siap pakai.

Kekurangannya:
  • Leg gusset tidak pas, jadi mudah bocor samping, kalau bayi tidur miring.

Sebetulnya saya kurang suka dengan warna Mistletoe, namun, karena tersisa hanya ini di toko clodi langganan, ya sudahlah. Toh, setelah clodi, masih saya pakaikan celana panjang.


Insert Best Bottom (Ukuran Large)
Insert Best Bottom (Ukuran Large)
Tampak muka dan belakang

Thursday, February 23, 2017

Si Kuning Cerah Sweetgrass Dari Grovia - Cloth Diapers

Sweetgrass Dari Grovia - Cloth Diapers
Sumber foto: google
Sweetgrass Grovia

Mencoba Grovia sebagai salah satu alat penyerap pipis bayi kedua.


Sebelum Shofiyah lahir, saya sudah rajin googling, brand clodi apa saja yang populer di kalangan ibu-ibu, tapi tetap mengedepankan kualitas. Ternyata beberapa milis menyebut Grovia.



Kebetulan di toko clodi langganan saya, untuk model velcro, hanya tinggal motif Sweetgrass. Ya sudah, bungkus!



Grovia yang saya beli ternyata bertipe AI2. Beda dengan tipe pocket, yang insert-nya harus dimasukkan ke dalam outer (outer berbentuk kantung).

Kalau AI2, lebih mirip dengan clodi tipe cover. Jadi, insert hanya ditempelkan ke outer (ada kancing snap di antara mereka).

Tapi, belakangan saya baru tau, AI2 dan tipe cover pun beda. Perbedaannya terletak pada outer. Kalau clodi tipe cover, tanpa lapisan extra. Sedangkan outer AI2, ada lapisan lagi yang menempel di outer. Jadi, outer AI2 lebih tebal dibanding tipe cover biasa.

Dua yang unik dari Grovia: velcro dan insert.

Velcro Grovia tidak perih jika terkena kulit bayi. Seperti kebanyakan velcro, bentuknya seperti duri-duri kecil yang akan menempel di permukaan berbulu. Tapi, velcro-nya Grovia mulus, tidak ada duri. Waktu barang tiba di rumah, saya coba berkali-kali, beneran bisa nempel nggak sih? Yup, bisa merekat erat.

Insert tebal, ada dua lapis yang dijahit jadi satu. Dan, bahannya halus. Apalagi di bagian leg gusset, karetnya nggak gampang melar, dan nggak meninggalkan garis kemerahan di kulit paha bayi (setelah pemakaian 3-4 jam).

Kekurangannya: lama kering. Tapi, Grovia tetap jadi salah satu clodi favorit saya dan Shofiyah ^_^

Insert Grovia
Sumber foto: google
Insert Grovia

Cooler Bag Untuk Anak Kedua "Autumnz Posh" (Warna Henna Grey)

Cooler Bag "Autumnz Posh" (Warna Henna Grey)


Gambar di atas adalah foto pertama kali pumping setelah kelahiran anak kedua, tanggal 11 Agustus 2016, di ruang meeting kantor.

Cooler bag terbaru untuk anak kedua. Merk Autumnz Posh. Warna henna grey. Beli di Tokopedia. Waktu itu harganya Rp.269.000,-.
Untuk alat pumping dan blue ice pack masih pakai yang lama (punya anak pertama). Walau, khusus untuk alat pumping mestinya beli baru, karena pertimbangan kesehatan, dll (baca: Buku Pintar ASI & Menyusui).

Keterangan Cooler Bag Autumnz Posh:
  • Terdapat dua kompartemen: atas dan bawah.
  • Kompartemen atas, saya gunakan untuk membawa alat pumping, handuk kecil, dua Essential Oil (Fennel & Stress Away), dan spare part alat pumping (pump valve).
  • Kompartemen bawah, muat untuk dua blue ice pack saya (model kecil, dan model panjang berlekuk), serta muat untuk enam botol kaca 100 ml tutup karet.
  • Terdapat insulated inner yang mampu menahan dingin dari pagi sampai sore. Bahkan pernah sudah di rumah, lupa bongkar cooler bag sampai jam 9 malam, tapi Alhamdulillah, masih dingin.
  • Lapisan luar waterproof, jadi aman kalau pas hujan-hujanan.

Walau, motifnya lebih cantik, tapi daya tahan cooler bag yang dulu (Igloo) lebih baik dibanding yang ini (Autumnz Posh).

Daya tahan di sini dalam artian lapisan luarnya tidak mudah robek, dan retsletingnya awet.

Yah... mengingat cooler bag akan digunakan dalam waktu lama (di atas setahun), dan akan selalu membawa beban berat (blue ice pack & botol-botol kaca, atau plastik ASIP, ditambah sekian mili liter cairan emas itu), jadi pilihlah cooler bag yang tahan banting. Jangan sekedar cantik motif. #PelajaranUntukAnakKetiga #Eeh... 

Monday, February 13, 2017

Buku Anak Islami: Kisah Nabi & Rasul (7 Seri)

Buku Anak Islami: Kisah Nabi & Rasul (7 Seri)
Genre: Agama Islam
Penulis: Abu Afifah Ar-Raji

Buku ini dijual satu set, terdiri dari 7 seri. Masing-masing seri tertulis tiga sampai lima kisah para Nabi. Di buku terakhir, khusus membahas kehidupan, tugas dakwah kenabian & mukjizat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Tertulis dengan bahasa yang ramah anak. Mudah dipahami, dan dicerna. Dilengkapi juga dengan gambar-gambar ilustrasi.


  • Seri pertama; membahas sejarah penciptaan Nabi Adam, serta kisah dari Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Hud alaihis salam.
  • Seri kedua; menceritakan kehidupan Nabi Shalih, Ibrahim, Luth, dan Isma'il alaihis salam.
  • Seri ketiga; mengisahkan teladan Nabi Ishaq, Yaqub, Yusuf & Syuaib alaihis salam.
  • Seri keempat; menggambarkan tugas dakwah kenabian Nabi Ayyub, Dzulkifli, Yunus, Musa dan Harun alaihis salam.
  • Seri kelima; menceritakan kisah Nabi Dawud, Sulaiman, Ilyas dan Ilyasa alaihis salam.
  • Seri keenam; mengisahkan kehidupan Nabi Zakariya, Yahya dan Isa alaihis salam.
  • Seri ketujuh; membahas lengkap secara khusus kehidupan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam mulai dari kelahiran beliau, masa kanak-kanak, remaja, hingga turun wahyu kenabian.


Membaca buku ini selain menjadi pembelajaran & hiburan bagi anak-anak, saya pun jadi mengingat kembali kisah-kisah teladan para Nabi Allah.

Terutama di buku terakhir yang menceritakan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Memang betul-betul seperti membaca novel epik. Jadi ketagihan buat baca versi yang lebih detail.

Anyway, saya merekomedasikan sekali buku ini. Daripada membacakan cerita-cerita dongeng yang dusta sebelum tidur kepada anak-anak kita. Lebih baik membacakan kisah para Nabi & Rasul, yang ditulis dengan jujur, kisah nyata dengan banyak pesan moral di dalamnya. InsyaAllah membantu menebalkan iman mereka. Amin.