Monday, March 11, 2013

Insidious

Keluarga Lambert: Josh "Sang Ayah", Renai "Sang Ibu", dan ketiga anak mereka baru saja pindah rumah. Di rumah yang besar ini, anak sulung mereka, Dalton, mengeluh takut pada kamar barunya. Renai menenangkan sang anak, dan membujuknya dengan memperlihatkan foto masa kanak-kanak Renai.

Setelah itu Renai mulai merapikan buku-buku, menyusunnya di rak. Serta merapikan barang yang masih di-packing di kardus-kardus seorang diri. Sebab suaminya yang berprofesi sebagai dosen, sering pulang larut malam. Renai mengeluhkan hal ini pada suaminya, namun tidak ditanggapi oleh Josh.

Buku yang baru saja disusun di rak, berjatuhan di lantai, Renai menyalahkan Dalton, namun Dalton tidak mengaku. Buku yang berantakan ini adalah pertanda awal aktivitas supranatural di rumah itu.
Aktivitas yang lainnya, saat Dalton diam-diam menaiki gudang karena mendengar suara-suara yang memanggilnya. Anak ini menaiki tangga tua untuk menyalakan lampu, dan jatuh ke lantai, sebab tangganya sudah rapuh. Dalton menjerit sejadi-jadinya ketika ia melihat bayangan mendekat. Ayah & ibu berlarian ke atas untuk menjemputnya.

Keesokan harinya, Dalton tidak bangun dari tidur. Setelah dicek ke rumah sakit, ia mengalami koma tanpa sebab. Dugaan sementara karena jatuhnya dari tangga di gudang.
Setelah tiga bulan ia masih koma, Dalton dibawa pulang, dan dirawat di rumah oleh keluarga.
Aktivitas supranatural makin deras terjadi di rumah ini. Suara bisik-bisik terdengar di alat monitor bayi, "I WANT IT NOW" terdengar berkali-kali & semakin jelas, membuat takut Callie, anak bayi Renai.

Malam besoknya, terdengar suara orang menggedor pintu depan, Josh terpaksa turun untuk mengecek. Namun tidak ada siapapun. Renai mengecek keadaan bayinya yang menangis tiba-tiba, dan melihat sesosok bayangan di jendela.
Josh menyuruh Renai berkumpul dengan anak-anaknya di kamar Dalton. Pintu depan terbuka lebar, suara alarm berbunyi memekakkan telinga. Tapi masih juga tidak ada siapapun.

Malam berikutnya, Josh pulang malam, dengan alasan mengoreksi berkas ujian, membuat Renai meradang. Renai melemparkan sprei Dalton pada suaminya itu. Ada cetakan tangan setan berwarna merah di sprei putih itu. Renai memohon-mohon untuk pindah rumah. Ia merasa dihantui dan tak sanggup untuk bertahan satu malam lagi.

Di rumah yang baru, ternyata tidak jauh berbeda. Masih juga banyak roh halus bergentayangan, mulai dari anak kecil yang tertawa cekikikan dan berlari hilir mudik di dalam rumah. Sampai ada pria misterius berjalan mondar mandir di teras, dan tiba-tiba masuk ke kamar Renai, berusaha mencekiknya.

Sampailah pada keputusan untuk mencari bantuan "Ghostbusters". Tapi "Ghostbusters" di film ini berbeda dengan di film Ghostbusters sungguhan. Jauh dari kesan kocak. Diketuai oleh Ellise, mereka berusaha mencari makhluk misterius yang selama ini meneror. Setan berwujud hitam, dengan wajah berwarna merah terus menerus mengintai Dalton yang koma.



Menjelang akhir film, barulah terkuak sebuah rahasia bahwa Dalton adalah anak yang memiliki bakat Astral Project. Sebuah kondisi dimana jiwa seseorang dapat keluar dari tubuhnya saat tertidur. Mengesankan sebagai mimpi, namun sejatinya jiwanya dapat melayang dan berkelana, ia dapat melihat badan astralnya tergolek seperti orang sedang tidur. Jadi selama ini Dalton "tertidur", dan jiwanya nyasar, tidak dapat kembali.

Para roh dan arwah yang masih penasaran berharap besar dapat mencuri tubuh Dalton saat ditinggal kosong pemiliknya. Mereka berharap pada kesempatan kedua di kehidupan Dalton.

Ayahnyalah yang menurunkan bakat besar ini pada anaknya. Sedari kecil Josh juga sering dihantui oleh sesosok wanita tua mengenakan gaun hitam dan membawa lilin. Di foto-foto lama, selalu ada wanita tua itu di belakang Josh. Semakin lama, semakin dekat, seperti ingin menerkam Josh.


Dengan bantuan bakat yang juga dimiliki Josh, Ellise meminta agar Josh menjemput Dalton dari dunia para arwah dan menyelamatkannya.

Filmnya tegang dengan alunan musik yang mengerikan. Dan, setannya... ya ampun serem abissss....!
Kapok deh, nggak mau nonton film ini dua kali. Bagi para pencinta horor, film ini boleh juga buat menantang nyali.


No comments:

Post a Comment