Tuesday, November 1, 2022

Family Gathering di Trans Studio Mall Cibubur

Minggu lalu, kami sekeluarga diundang oleh kantor suami: Binus, untuk menghadiri family gathering yang diadakan di Trans Studio Mall Cibubur. Setiap tahun mereka memang selalu mengadakan acara tersebut. Tapi kegiatan ini sempat ditunda selama dua tahun akibat pandemi Covid.

Sebelum Covid, tahun 2019, family gathering diadakan di Dufan. Dan, pada waktu itu, acara berbarengan dengan beberapa kantor lain. Walhasil, Dufan jadi penuh banget. Mau naik setiap wahana, antrinya satu sampai tiga jam. Anak-anak jadi kurang antusias dengan permainannya.

Nah, kemarin itu, aku sudah mewanti anak-anak supaya jangan terlalu berekspektasi tinggi dapat menaiki semua wahana yang ada di TSM Cibubur. Belajar dari pengalaman tiga tahun lalu, dimana antriannya menggila.

Dari kantor Binus, kami mendapat empat free tiket masuk Trans Studio Mall Cibubur, empat kupon sarapan, dua voucher Grab Car, dan 23 lembar kupon @Rp.25.000, yang bisa digunakan untuk belanja apa saja di seluruh merchant yang ada di dalam mall. Jadi, Binus memberikan kami "uang" senilai Rp.575.000, tujuannya sudah pasti untuk makan siang, dan belanja oleh-oleh.

Naik Ke Atas Trans Studio Mall Cibubur


Kami tiba di TSM Cibubur pukul 6.30. Setelah menukarkan kupon sarapan, kami langsung naik ke lantai 3, tempat arena permainan. Di atas sudah lumayan rame.

Seminggu sebelum hari H, saya dan anak-anak sudah mempelajari TSM Cibubur lewat review orang lain di youtube. Tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman ke dalam arena permainan. Tapi ternyata, untuk hari itu, bebas. Karena Binus sudah membooking TSM Cibubur secara khusus di hari itu.

Sebanyak 8000 orang yang hadir, tidak termasuk karyawan TSM, kepolisian dan petugas medis ya. Delapan ribu orang itu hanya hitungan karyawan Binus beserta keluarga. Banyak banget kan.

Bahkan, karyawan TSM pun mengakui bahwa hari itu rekor bisa menampung segitu banyak orang, dimana saat hari libur, TSM biasanya kedatangan 5000 pengunjung. Alhamdulillah suasana tetap kondusif. Pendingin ruangan tetap berfungsi, mengingat TSM itu arena permainan indoor. Serta, water station (air mineral Aqua botol) disediakan dan tersebar hampir di setiap sudut ruangan. Jadi nggak khawatir kehausan, dan repot beli.

Wahana Drift Car Khusus Anak di TSM Cibubur


Pukul 7.30, anak-anak sudah bermain Drift Car. Semacam bom bom car (khusus anak kecil), dengan arena mirip lintasan belajar mobil.

Bagi kami, yang penting mereka bermain puas. Alhamdulillah di Drift Car hanya mengantri sebentar, karena betul-betul baru dibuka.

Keluar dari sana, kami langsung masuk antrian Snow Playground. Ruang kaca yang diisi salju tebal. Di sini dingin banget. Sendal dan sepatu kami wajib dilepas, dan diganti oleh sepatu boot yang sudah disediakan. Dari rumah sudah harus pakai kaus kaki, atau bisa membeli kaus kaki di sana seharga Rp.15.000. Anak-anak juga saya bawakan sarung tangan. Karena pasti dingin sekali kan kalau memegang es dengan tangan terbuka.

Sepatu Boots dan Sarung Tangan di Snow Playground


Oia, di sana juga disediakan aksesoris musim dingin, seperti sarung tangan, syal, jaket, dll. Untuk jaket, saya sempat melirik harganya mencapai dua ratus ribu rupiah. Intinya, kalau tidak mau terlalu boros membeli ini itu, yang hanya dipakai sepuluh menit di dalam Snow Playground, lebih baik siapkan dan bawa saja dari rumah.

Di dalam sini, mereka jadi mengerti bahwa salju itu dingin, licin, lengket, beku. Nggak seistimewa di film Frozen, hehe... Aktivitas yang bisa dilakukan hanya foto-foto, lalu merasakan sensasi salju, bermain tumpuk salju, dan saling lempar. Membuat Olaf juga tidak semudah yang kita kira.

Bermain Salju di Wahana Snow Playground


Begitu keluar dari Snow Playground, antriannya sudah mengular sampai susah ditemukan titik awalnya. Luar biasa. Harap maklum, ada 8000 pengunjung, dan untuk bermain salju selama 10 menit, dibatasi hanya boleh 25 orang.

Bukan di Snow Playground saja, di semua wahana, saya kesulitan menemukan titik awal antrian. Sampingan dengan wahana salju, terdapat Formula Kart. Semacam balap mobil gocart dengan arena berbentuk lintasan F1. Di tabel acara, estimasi beroperasi wahana ini pukul 9.00, tapi belum jam sembilan, antrian sudah panjang.

Kami melewati antrian ini, menyusuri area depan panggung amphiteather, dan berhenti di antrian wahana Magic Bike.

Mengantri di Magic Bike


Wahana ini seperti sepeda yang dikayuh, dan akan berputar-putar, semakin cepat mengayuh, maka sepeda akan terangkat, dan melayang di udara. Sabrina dan Shofiyah, saya tempatkan dalam satu sepeda, sedangkan saya duduk bersama anak laki berusia kurang lebih 6 atau 7 tahun. Dia naik sendiri, dan sangat bersemangat.

Wahana Magic Bike Trans Studio Mall Cibubur


Kemudian kami naik Carrousel, atau kuda-kudaan. Anakku yang bungsu: Shofiyah, girang sekali berputar naik turun di kuda berwarna putih pink. Sementara kakaknya, cemberut, karena malu, menurut dia kuda-kudaan untuk anak kecil.

Carrousel Trans Studio Mall Cibubur


Baru menaiki tiga wahana, anak-anak sudah terlihat lelah. Kami istirahat sebentar, dan makan. Lalu mulai merancang kira-kira akan naik wahana apa lagi?

Kami memasuki wahana Science Center. Dimana Shofiyah sangat antusias melihat robot yang bisa dibongkar pasang (tentu dengan bantuan orang tua ya). Banyak galeri robot di sini, ada robot ikan Miro, yang ternyata dalam perbaikan, jadi kolamnya kosong, lalu ada robot yang dapat dioperasikan melalui ponsel kita, dengan men-scan QR Code-nya.

Di Science Center terdapat wahana yang antriannya masih wajar: Gravitron. Sebuh tabung raksasa, yang akan berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga menyebabkan anti gravitasi bagi pengunjung yang ingin mencobanya. Di antara kita berempat, hanya Sabrina, anak sulungku, yang berani mencobanya. Abahnya aja nggak berani, takut muntah ceunah.

Sabrina naik seorang diri, bayangkan. Dia naik saat antrian sudah kosong. Happy banget, sampai cerita terus betapa serunya wahana itu, walaupun dia menutup mata.

Masih dalam komplek Science Center, kami naik ke lantai dua, wahana Extreme Insect. Kami memasuki ruangan temaram, menyerupai hutan yang pohonnya terbuat dari plastik. Lalu ada patung serangga raksasa yang dapat bergerak. Terdapat monitor di setiap patung raksasa, yang menyajikan informasi seputar serangga: Kupu-Kupu, Kepik, Ulat, Lebah, dll.

Terdapat dua perosotan dan permainan pasir, membuat Sabrina dan Shofiyah betah berlama-lama di tempat ini.

Keluar dari Extreme Insect, kami memasuki Water World. Wahana yang dibuat khusus untuk anak-anak bermain sambil belajar air. Disemprot, dipompa, dimancurkan dengan berbagai bentuk, meluncurkan perahu dari ketinggian, memancing ikan magnet, air sabun, dan aneka permainan lainnya, dimana saya mengamati semua anak sangat serius dalam bermain.

Siapkan baju ganti ya mam, karena sudah pasti anak-anak basah kuyup. Pakaikan juga alas kaki yang tidak licin, seperti sepatu kets, atau sendal karet anti terpeleset. Karena walaupun petugas siap siaga untuk mengepel, sebentar saja sudah tergenang air. Dan, mengingat bahwa lari adalah hal wajib buat mereka untuk berpindah tempat.

Puas main air, sebelum turun kembali ke Science Center, terdapat arena menggambar dan mewarnai. Lalu ada monitor raksasa yang terlihat seperti aquarium. Anak-anak akan diberikan kertas dan satu set alat gambar. Mereka akan disuruh untuk menggambar ikan, mewarnai dengan cantik, memberi nama, lalu serahkan ke petugas yang duduk di sudut belakang.

Petugas akan men-scan gambar anak-anak, dan voila, gambar ikan akan muncul di layar, berenang-renang. Anak akan menunggu, dan sangat senang ketika ikannya muncul. Sabrina dan Shofiyah dua kali ke area Water World ini.

Kami melewati Pacific Rim, Alien Taxi, Jurassic Island yang ketiganya memiliki antrian 120 menit. Akhirnya kami berhenti dan mengantri di Zombie Wars, yang juga harus mengantri selama dua jam. Karena wahana ini jadi salah satu target utama kami, selain Snow Playground.

Mengantri dalam kegelapan, dan dinding yang didesain menyerupai film-film zombie. Shofiyah cukup riang saat melihat patung zombie dari gabus yang sedang duduk di pojokan. Dia mengira semua zombie di dalam hanyalah gabus, tidak perlu ditakuti segitunya.

Patung Zombie di Wahana Zombie Wars TSM Cibubur


Tapi ketika giliran kami tiba, dia cukup tegang. Apalagi hanya 10 orang dalam satu rombongan yang boleh masuk. Empat orang remaja lelaki di rombongan paling depan, lalu ada empat orang lagi: bapak, ibu dan dua anak balita di posisi tengah, lalu paling belakang ada saya dan Sabrina Shofiyah. Kami tertinggal jauh di belakang, karena dua rombongan depan berlari-lari menyusuri koridor gelap berisi patung-patung zombie. 

Patung-patung tersebut ditanamkan sensor gerak dan sensor cahaya, jadi mereka akan bergerak jika ada yang mendekat, atau saat ada lampu flash hp yang menyinarinya. Patung lain hanya diam di beberapa sudut, berbentuk seperti seonggok jenazah. Cukup menyeramkan memang buat anak-anak.

Walaupun dua anak ini cukup ketakutan, dan berjalan zig zag, maju mundur, gak tentu arah, saya memutuskan untuk berjalan saja, tidak perlu buru-buru, daripada akhirnya jatuh dan malah lebih repot. Karena beberapa koridor lumayan gelap, dan jalanan betul-betul tidak terlihat.

Suasana dibuat seseram mungkin. Bukan hanya mata yang "dimanjakan" dengan kegelapan dan sosok-sosok seram, tapi hidung juga. Dari awal masuk, saya mencium aroma dupa yang menyengat. Saya cukup sering menyalakan dupa arab atau bukhoor di rumah, aromanya enak, wangi dan menyenangkan. Kalau dupa di tempat ini memang mengesankan suasana angker dan suram.

Dari awal saya mendeskripsikan betapa menyeramkannya lorong di Zombie Wars, padahal permainan ini belum dimulai.... hahaha...

Begitu tiba di titik awal, rombongan paling depan, dibekali emergency lamp. Hanya itu, padahal saat mengamati youtuber yang bermain di tempat ini, mereka juga diberikan senjata untuk menembaki zombie, namanya juga Zombie Wars, ye kan. Perang zombie. Tapi karena ini hari khusus karyawan Binus, antrian sangat padat, jadi tembak menembak ini ditiadakan. Padahal seru sekali kalo tetap ada.

Kami masuk ditemani oleh tour guide. Petugas ini membimbing kami memasuki rumah sakit yang sudah dikepung oleh zombie ceunah. Tidak boleh ada kontak fisik antara pemain dan petugas, dan kita harus bersegera jika tidak ingin dikejar oleh Plague Doctor. Jadi ada petugas yang mengenakan baju dokter wabah Eropa. Berjubah hitam panjang, mengenakan topeng serupa burung gagak kematian, dan membawa tongkat panjang.

Awalnya saya kira ini patung untuk foto-foto. Karena tour guide-nya mempersilahkan kami untuk foto-foto sebentar di area ini, dimana Plague Doctor berdiri mematung. Tapi saat tour guide menyuruh kami untuk berpindah ke lokasi lain, Plague Doctor bergerak mengejar kami. Jadilah, anak-anak saya blingsatan, menangis, teriak sambil menarik tangan saya untuk bergerak lebih cepat. Padahal saya masih terkagum-kagum ternyata Plague Doctor-nya bisa bergerak.

Kami melewati banyak patung zombie yang menggunakan sensor, seperti yang saya ceritakan di atas. Dan ada juga beberapa petugas yang mengenakan kostum zombie. Mungkin ada juga penampakan jin sungguhan di sana, karena serius tempatnya angker banget, hehehe...

Sampailah kami di area untuk berfoto lagi. Saya menyuruh Sabrina dan Shofiyah duduk di sofa, mau saya foto, tapi mereka berdua mengkeret, apa ya bahasa tepatnya, mereka berusaha untuk menciutkan tubuhnya dan bersembunyi di belakang saya. Tiba-tiba Plague Doctor muncul di belakang, dia masih setia mengikuti kami dalam keheningan.

Sepertinya kami sudah sampai di ujung wahana, sebelum dikagetkan dengan petugas berkostum zombie yang bikin kaget, karena memukulkan tongkat ke tong kosong dengan sekuat tenaga. Berhasil membuat anak-anak menjerit. Sudah pasti mereka trauma. Saya ajak sekali lagi ke Zombie Wars, mereka menolak mentah-mentah. Hehehe... kalo saya trauma saat di antriannya, dua jam T_T

Antrian di Zombie Wars ini membuat kaki saya lumayan pegal, jadilah saya duduk selonjoran di bangku penonton panggung Stunt Show. Sabrina mengajak abahnya, yang belum menaiki satu wahana pun, duduk santai di mana saja, sambil mengobrol dengan teman-temannya, untuk mencoba wahana Alien Taxi.

Bersebelahan dengan panggung Stunt Show, ternyata Alien Taxi itu semacam Roller Coaster indoor, yang gelap. Sensasi yang dirasakan abahnya, hanya kejedot-jedot sandaran kepala. Tapi untuk Sabrina, itu adalah pengalaman yang seru. Persis saya waktu seusianya. Ingin mencoba wahana ekstrem. Kalo sekarang, saat usia di penghujung 30, duduk santai dan menunggu lebih mengasyikkan ya.

Acara Stunt Show dimulai jam dua siang. Sabrina dan Shofiyah, dan saya sangat antusias dengan tontonan menegangkan itu. Jadi para aktor yang tampil di panggung adalah stuntman beneran yang sering tampil sebagai pemeran pengganti di film-film laga. Naik motor satu roda, berkelahi, jatuh dari ketinggian, menyemburkan api, dan adegan debus lainnya.

Selesai acara di panggung Stunt Show, kami mengunjungi Tilting Village. Kalo di Dufan ada rumah miring, di Trans Studio Mall Cibubur ada desa miring.

Tilting Village seperti pedesaan di Meksiko. Ilusi optik yang bikin kepala pusing. Jadi, bangunan di sisi kanan kirinya dibuat miring-miring, jalanan seolah-olah menanjak dan menurun, padahal sebetulnya jalan lurus dan rata.

Lanjut wahana Rockin Tug, perahu kora-kora tapi berukuran mini. Hanya bisa dinaiki enam orang. Karena sudah agak sore, jadi antriannya gak terlalu panjang. Cuma anak-anak yang main ini, mereka diombang-ambingkan perahu dengan kecepatan sedang. Saya dan suami menunggu di pinggiran.

Setelah itu, anak-anak bermain kembali di Science Center, Extreme Insect dan Water World. Lalu, kami memutuskan untuk keluar dari arena permainan dan berbelanja di mall di lantai bawah.

Wahana lain yang tidak kami jajal hari itu:

  • Wave Racer (speed boat yang berputar cukup kencang di atas air),
  • Magical Ball (bola-bola besar menyala warna-warni, spot foto-foto),
  • Bat Glider (permainan mirip flying fox, tapi berupa kalelawar),
  • Formula Kart (balapan gokart),
  • Boomerang Coaster (roller coaster yang dipentalkan, jadi hanya terdapat satu rel, perjalanan pergi maju, dan ketika balik, keretanya mundur, untuk permainan ini terdapat di outdoor),
  • Jurassic Island (seperti Niagara-gara di Dufan),
  • Pacific Rim (wahana empat dimensi pertarungan antar robot dari film Pacific Rim).

Hari itu lumayan menyenangkan. Antrian mulai memendek saat di atas jam 2 siang. Jadi kemungkinan sebagian karyawan Binus dan keluarganya sudah pulang atau berbelanja di mall di lantai bawah.

Untuk HTM Trans Studio Mall Cibubur:

  • Weekdays (Senin - Jum'at): Rp.250.000
  • Weekend (Minggu & Libur Nasional): Rp.325.000

Untuk jam operasional saat hari-hari normal (maksudnya tidak sedang dibooking oleh instansi tertentu): pukul 11.00 s.d 17.00 WIB.

Kalau saat dibooking, seperti saat ini, jam operasionalnya mulai jam 7.00 s.d 18.00 WIB.

Demikian cerita family gathering kali ini. Semoga infonya bermanfaat.


Friday, October 14, 2022

Cara Mudah Menghilangkan Karat Pada Sepeda Mini United

Saya mau berbagi pengalaman dalam membersihkan karat pada sepeda lama: sepeda mini United.

Sejak menikah dan punya anak, nggak pernah lagi menyentuh sepeda biru ini. Sayang juga ya teronggok tak berdaya di pojokan teras rumah orang tua.

Pada akhirnya saya butuh kendaraan juga buat mengantar anak sekolah. Kebetulan sekolahnya dekat, kalo jalan kaki lumayan, kasihan anaknya. Kalau naik angkot JakLingko, kadang nunggunya lama.

Angkot itu tidak mau terlalu penuh, jadi kalau isinya sudah 5 atau 6 orang, kita mesti ikhlas nunggu angkot di belakangnya. Pun, harus berjalan sedikit ke titik jemputnya. Tidak begitu lama naik angkot, sudah harus turun karena sudah sampai sekolah. Jadi, ribet aja gitu.

Saya juga belum belajar mengendarai motor, jadi ya sudahlah, keputusan final untuk mengambil kembali sepeda lama di rumah orang tua.

Keadaannya sungguh menyedihkan. Karatnya tebal. Ban pada kempes, dan kaku. 

Saya pun googling bagaimana cara membersihkan karat-karat ini?

Berikut adalah bahan-bahan yang saya pakai:

  • Removal Rust, beli di Tokopedia seharga Rp.30.000
  • Sabun cuci piring, merk apa aja, sabun colek juga boleh.
  • Citrun sebungkus.

Removal Rust untuk menghilangkan karat pada sepeda lama


Caranya:

  1. Saya langsung semprot Removal Rust ke seluruh permukaan karat (jangan lupa gunakan sarung tangan plastik atau karet).
  2. Tunggu beberapa saat, sampai cairan Removal Rust bereaksi terhadap karat.
  3. Gosok dengan kuas atau sikat, sampai karat rontok. Bilas.
  4. Langkah berikutnya, saya larutkan sabun cuci piring dan citrun ke dalam seember air.
  5. Sapukan larutan itu secara merata menggunakan kuas.
  6. Tunggu lagi beberapa saat, lalu gosok kembali sampai karat benar-benar hilang.
  7. Lalu cuci bersih setiap bagian dari sepeda, bilas dan keringkan (saya dibantu paksu)

Hasilnya benar-benar lumayan. Sepeda saya kinclong lagi. Walaupun masih ada karat yang bandel, tapi paling tidak sebagian besar karat yang mengganggu penampilan, berhasil hilang.

Demikian. Semoga info ini berguna ya. Bisa dicek foto before after karat di sepeda berikut.

Before after karat menghilang dari sepeda lama

Before after karat bersih pada jok belakang sepeda

Stang sepeda mini bersih dari karat

Sebagian besar karat hilang dari stang sepeda mini

Besi lengan pedal sepeda bebas dari karat (before after)

Sepeda lama sudah bersih dari karat, siap dipakai


Kegiatan Manasik Haji Anak Sekolah TK Islam di Asrama Haji Pondok Gede

Rabu pagi, meluncurlah dua bis yang masing-masing berisikan para murid dan guru, dan bis satunya penuh dengan orang tua murid. Kebanyakan sih para mama ya.

Lalin di sekitaran Pondok Gede, Jakarta Timur sudah dipadati oleh bis-bis besar dan beberapa angkot carteran. Penumpangnya anak-anak mungil mengenakan pakaian serba putih. Ihram untuk anak laki-laki, dan anak perempuan berbusana seragam sekolah hari Jum'at.

Kegiatan Manasik Haji Anak Sekolah TK Islam Di Asrama Haji Pondok Gede


Setelah berjejer rapi, dipandu guru-guru, mereka pun bersiap masuk untuk melakukan kegiatan manasik haji. Sementara, kami para ibu, menunggu di luar komplek Asrama Haji Pondok Gede. Tepatnya di area tukang jualan.

Pedagang kaki lima tak terhitung banyaknya. Mulai dari makanan, minuman, mainan, oleh-oleh haji, dll. Dengan banyaknya pengunjung, mereka berharap omzet yang meroket hari itu.

Kami pun duduk-duduk di pekarangan musholla, menggelar tikar. Banyak yang jual juga, selembar kecil seharga Rp.10.000.

Tidak lupa mengeluarkan aneka perbekalan untuk disantap bersama. Lumayan kan, daripada jenuh menunggu buah hati selama dua jam. Lebih baik mengatur obrolan seru (No ghibah ghibah club), bertukar informasi penting seputar "prosedur masuk SD negeri", KJP, dan sekolah Islam swasta yang bagus, dan terjangkau.

Selama dua jam leyeh-leyeh di bawah rimbunnya pohon, terdengar kabar bahwa anak-anak siap dijemput. Maka, kami pun berniat masuk komplek, yang ternyata pintu gerbangnya dikunci.

Namun, memang dasar ibu-ibu ya, ketemu aja pintu kecil yang tidak dikunci. Kami masuk dari sana berbondong-bondong, sampai bapak satpam kebingungan, dan pasrah. Blokade pintu gerbang pun "jebol", alias memang dibuka sengaja. Tak berapa lama, area komplek asrama haji sudah dibanjiri orang tua murid untuk menjemput anak-anak kesayangan.

Walaupun bisa menjebol gerbang depan, tapi kami tetap tidak diperbolehkan melangkah lebih jauh. Kami terhenti di pagar pembatas menuju miniatur Ka'bah. Dimana ada sekitar ratusan murid yang masih melakukan prosesi manasik haji. Jujur, saya lumayan terpukau, padahal ini cuma versi tiruan Masjidil Haram. Bagaimana dengan pemandangan aslinya nanti. MasyaAllah.

Menanti anak selesai manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede


Ternyata rombongan anak-anak kami memang sudah selesai sampai tahap sa'i dan tahalul. Pantas saja, saya tidak menemukan mereka di tengah lapangan.

Pukul sebelas siang, bis kami bertolak ke kolam renang Ohana Waterpark di Jati Asih, Bekasi. Sejauh 14 km jaraknya dari Asrama Haji Pondok Gede. Kami menempuh perjalanan kurleb 40 menit.

Bermain air dan berenang di Ohana Waterpark, Jatiasih, Bekasi


Anak-anak bermain air dan berenang di area kids pool yang hanya sebatas betis orang dewasa. Ada air mancurnya, air tumpah dari gentong raksasa, dan semacam playground di tengah-tengah kolam. Sebagian ibu mendampingi, sebagian lagi, termasuk saya, sibuk foto-foto dan rekam video dari pinggir.

Gelar tikar lagi di sisi kiri kolam dekat kafetaria, yang tertutup kanopi. Siang itu betul-betul panas terik. Tapi awan mulai berkumpul dan hujan deras saat sore hari.

Di Ohana Waterpark, yang konon baru buka tahun 2020, terdapat empat kolam:

  • Kids pool yang saya ceritakan di atas.
  • Lalu ada lazy river yang mengelilingi kids pool. Kolam dengan arus pelan, kita bisa menyewa ban besar, dan terombang-ambing santai menyusuri "sungai". 
  • Water slide, ada tiga perosotan ekstrem yang tingginya empat lantai.
  • Olympic pool, kolam renang dewasa yang cukup dalam.

Harga tiket Ohana Waterpark tahun 2022 yaitu sebesar Rp.100.000 per orang saat weekday, dan Rp.120.000 per orang saat weekend.

Bagaimana dengan jam operasionalnya?

  • Selasa s.d Jum'at buka mulai pukul 9.00 - 16.00 WIB
  • Sabtu, Minggu, dan libur nasional buka mulai pukul 8.30 - 17.00 WIB
  • Khusus Senin libur.

Harga tiket masuk dan jam operasional Ohana Waterpark, Jatiasih, Bekasi


Fasilitas lain yang ada di Ohana Waterpark berupa: musholla di lantai 2, kafetaria di area dekat kolam, dan ada juga Waikiki foodcourt di lantai 2, ada beberapa gazebo, kamar mandi dan ruang ganti lumayan banyak, serta disediakan penyewaan locker.

Demikian sharing cerita kegiatan manasik haji anak TK, yang diakhiri dengan bermain air di Ohana Waterpark. Jumpa lagi nanti di artikel berikutnya. Trima kasiiiihh ^^

Tuesday, October 11, 2022

Review TK Islam RA. Roudhotul Muta'allim di Cipinang Muara, Jakarta Timur

Assalamualaikum, hai bunpap (bunda papa) semua, bagaimana kabarnya? Semoga sehat, dan ceria di hari ini, sebab saya ingin memberi info penting seputar sekolah taman kanak-kanak Islam, di bilangan Cipinang Muara, Jakarta Timur. Nama sekolahnya: RA. Roudhotul Muta'allim.

Sekolah TK Islam RA Roudhotul Muta'allim, Cipinang Muara, Jakarta Timur

Sekolah yang nyempil di Gang Garuda Rt.01/11, memiliki bangunan permanen dua lantai yang dicat warna warni.

Lantai pertama, ada ruangan yang cukup luas, dengan lukisan permainan di ubinnya. Di ruangan ini, anak-anak melakukan pembiasan pagi, bersholawat, membaca doa, dan menghafal surah-surah pendek. Kemudian terdapat playground, dengan tiga macam alatnya (ayunan, roundabout atau merry go round atau mangkok putar, dan terdapat tangga yang naik ke semacam balkon kecil, dan di bawahnya ada cekungan yang bisa diisi dengan bola warna warni bisa untuk mandi bola. Tapi sayangnya tidak ada perosotan T_T). Dan terdapat satu kelas di lantai ini, untuk kelas TKA.

Khusus TKB, dimana jumlah siswanya lebih banyak, ditempatkan di lantai 2. Ada tiga ruang kelas untuk TKB. Kelasnya cukup besar, dilengkapi penyejuk ruangan, dengan desain full of fun, dan banyak mainan tentunya.

Satu kelas diisi 10 s.d 14 murid. Ada lima orang guru yang kesemuanya memakai jilbab lebar yang rapi. Para guru, masyaAllah sangat sabar kepada murid, dan sangat humble kepada orangtua murid. Bikin hati adem dan tenang, saat "menitipkan" buah hati, mulai pukul 7.30 pagi sampai 11.30 siang (kecuali Jum'at, pukul 7.15 s.d 10.00).


Visi dan Misi Sekolah

Visi: Membina generasi ulil albab cerdas akal, cerdas akhlak, kreatif dambaan kita semua.

Misi: Membiasakan beribadah dan berakhlakul karimah sejak dini, melatih anak bersosialisasi dan menjadi mandiri, menumbuhkan minat untuk belajar dan berkreasi.


Berikut saya jabarkan biaya masuknya ya (untuk periode tahun ajaran 2022/2023):

  • Biaya masuk sebesar Rp.1.600.000 (include uang pendaftaran, formulir, seragam, dan buku semester 1)
  • Total SPP per bulan: Rp.250.000 dengan rincian sebagai berikut:
    • SPP Bulanan Rp.180.000
    • Makan sehat Rp.20.000 (setiap Jum'at, anak-anak akan makan bersama di sekolah, dengan menu yang disiapkan oleh sekolah)
    • Ekskul drumband Rp.30.000 (wajib)
    • Ekskul melukis Rp.20.000 (wajib)
    • Ada ekskul tambahan yaitu taekwondo yang sifatnya tidak wajib, dengan biaya Rp.75.000
  • Siapkan juga Biaya Kegiatan lainnya yang akan dibayarkan setiap ada acara besar di sekolah, seperti:
    • Bantuan infaq/ prasarana sekolah sebesar Rp.100.000
    • Karnaval Muharram: Rp.50.000
    • Lomba menyambut kemerdekaan 17an: Rp.35.000
    • Penyuluhan parenting yang diadakan sekali setahun: Rp.35.000
    • Outing class atau Outbound: Rp.365.000
    • Manasik Haji (khusus TKB): Rp.440.000
    • Gebyar Maulid (khusus TKA): Rp.90.000
    • Dan beberapa pembiayaan kegiatan lain yang belum di-spill oleh pihak sekolah, seperti wisuda TKB, dll.
RA singkatan dari Roudhotul Athfal berbeda dengan TK umum, dan TK Islam.
RA sendiri memakai kurikulum yang berbasis pada kurikulum Agama Islam yang dibuat oleh Kementrian Agama. Sedangkan TK umum dan TK Islam mengikuti kurikulum dari Kementrian Pendidikan. Bedanya untuk TK Islam, mereka menambahkan sendiri kurikulum Agama Islam, dan sudah pasti diizinkan oleh Dinas Pendidikan.

Jadi keputusan untuk menyekolahkan anak di RA, TK umum atau TK Islam disesuaikan dengan kebutuhan. Jika ingin anak disekolahkan di lingkungan yang padat dengan ilmu agama, sebaiknya memilih RA atau TK Islam.

Anyway, sedikit informasi tentang NISN yang sekarang sudah dapat diterbitkan sejak TK atau RA.
NISN atau Nomor Induk Siswa Nasional, yang bersifat unik, standar, dan berlaku sepanjang masa.
Unik yang dimaksud adalah, satu siswa dengan siswa lainnya memiliki NISN yang berbeda di seluruh wilayah Indonesia, dan dapat dibedakan pula oleh siswa luar negeri.
Standar maksudnya mengikuti sistem yang telah dirancang oleh Kemendikbudristek.
Berlaku sepanjang masa, arti sesuai dengan namanya, NISN berlaku terus sepanjang anak bersekolah sampai jenjang tertinggi.

Saat anak didaftarkan di RA atau TK, maka NISN sudah muncul. Namun, jika anak diharuskan pindah sekolah karena satu dan lain hal, maka orangtua dan pihak sekolah wajib mengurus perubahan NISN ini. Bagaimana cara mengubahnya? Akan saya bahas permasalahan ini di artikel selanjutnya ya. Karena saya perlu meriset mengenai hal ini.

Okay, sekian dari saya. Semoga bunpap, khususnya yang tinggal di area Cipinang Muara, Jakarta Timur mendapat gambaran tentang sekolah RA Roudhotul Muta'allim.

Terima kasih. Wassalam.

TK Islam RA Roudhotul Muta'allim, Cipinang Muara, Jakarta Timur

Playground dan ruang kelas TK RA Roudhotul Muta'allim


Saturday, October 8, 2022

Manusia Hari Ini Berbeda Dengan Manusia Tiga Tahun Lalu

Berat ya mau menulis lagi. Tapi saya nggak mau tenggelam dalam kebuntuan. Saya ingin kembali apapun resikonya. Apa sih resiko dari kembali menulis blog, setelah tiga tahun vakum? Pasti bentuk tulisannya akan terkesan kaku. Namun, biar saja lah ya, seiring waktu, akan terbiasa dan segar kembali.

Saya mau flashback sedikit ya.

Pertengahan sampai akhir 2019 itu saya mengalami stuck. Buntu dan bosan menggerogoti. Saya terlalu mengejar adsense di blog ini, sehingga menuntut diri sendiri untuk lebih perfeksionis. Ujung-ujungnya menderita karena sudah di kondisi jenuh dan buntu tadi. Yang jadi korban adalah blog keren ini.

2020. Ini adalah masa transisi yang cukup kelam. Dimulai dari Covid-19. Masih ingat kan mereka mendarat di Indonesia bulan Februari 2020.

Saya sudah memantau pergerakan si Covid ini sejak akhir 2019, karena saya bekerja di perusahaan exim, yang kebanyakan barangnya kami impor dari China. Salah satu pelabuhan yang mengirimkan barang-barang kami adalah Wuhan. Kampungnya si Covid. Jadi sebetulnya waktu itu sekantor cukup was-was dengan semua yang berhubungan dengan Covid-19 dan Wuhan.

Pertengahan 2020, saya resign dari kantor. Salah satu penyebabnya ya si Covid ini. Walaupun bukan yang utama.

Selang sebulan, saya dan suami memutuskan untuk membuka usaha. Kini, alhamdulillah kami memiliki toko bahan kue dan plastik Mitra Baking, yang kapan-kapan akan saya share pengalamannya juga ya.

Selama 2020 sampai sekarang (menjelang akhir 2022), saya disibukkan menjalani dua profesi sekaligus: pedagang dan irt. Ditambah, saya tidak lagi berdekatan dengan PC, tuts-tuts keyboard, dan tetikus. Ada sih laptop milik suami, tapi kan selalu dipakai untuk kerja beliau. Nganggur sih kalau malam laptopnya, tapi kalau di atas jam 9 malam, seperti sudah enggan gitu menulis. Pengennya kruntelan sama anak anak. Walhasil, blog ini juga yang jadi korban.

Intinya selama tiga tahun terakhir, banyak perubahan yang terjadi di hidup saya. Bahkan saya yakin banyak juga perubahan yang dialami oleh semua manusia di dunia.

Itulah hidup, berputar ke segala arah. Mencoba menemukan jalannya sendiri. Berusaha merajut kisah yang akan menjadi sejarah. Dan memang sudah seharusnya begitulah kehidupan fana ini kita jalani.

Sementara, ada seseorang atau sesuatu yang dengan sabar menunggu. Menanti kita yang sedang berkeliling, dan berharap suatu saat kita akan kembali.

Siapa dia? Blog. Maksud saya blog dan hobi menulis. Setelah tiga tahun, secara resmi saya umumkan, saya akan kembali menulis di blog, memberikan info-info berguna buat para pembaca. Karena saya baru sadar, masih banyak yang butuh info dari blog, saya kira mereka mencari dari Youtube atau Tiktok saja...hehe.

Untuk itu, saya akan mengumumkan juga dalam waktu dekat, Youtube channel saya akan segera tayang. Jangan lupa di-like, subscribe, dan comment ya. Mohon dukungannya (menunduk dalam-dalam).

Saya sudahi opening yang panjang ini. Sukses dan sehat selalu 😘