Wednesday, February 25, 2015

Review Buku: Sukses Finansial dengan Reksa Dana

Review Buku: Sukses Finansial dengan Reksa Dana
Genre:
Non-Fiction
Business & Economics (Investasi)
Author:
Rudiyanto

Belakangan ini gue lagi keranjingan banget baca blog-nya Pak Rudiyanto di rudiyanto.blog.kontan.co.id yang isinya membahas reksa dana secara tuntas. Mulai definisi hingga riset kecil-kecilan, bahkan besar-besaran dengan segala model perhitungan dan metodologi.

Dari gaya penulisan blog-nya, kelihatan banget kalau beliau ini sangat profesional di bidangnya. Jadi jangan heran kalau tiba-tiba gue jadi tergiur beli produk reksa dana di Panin Asset Management, dan tentu saja beli buku karangannya: Sukses Finansial dengan Reksa Dana, yang akan gue bahas sedikit reviewnya di post kali ini.

Sebetulnya isi buku ini nggak berbeda jauh dengan blog-nya, bagi yang mau gratisan, pantengin aja blog-nya, baca mulai posting awal yang ditulis tahun 2010 sampai posting terbarunya. Tapi kalau mau dapat bonus yang lumayan, misalnya kalender 2015 dan hitung-hitungan dalam format Excel untuk menentukan tujuan investasi, harus beli bukunya langsung ke penulis.

Bahasa buku ini sangat mudah dicerna. Simpel. Orang awam pasti langsung paham tentang investasi dan reksa dana. Gue hanya butuh waktu dua hari untuk menamatkan buku pertamanya ini.

Buku yang terdiri dari 40 bab ini, dimulai dengan menyikapi makna dari sukses finansial itu sendiri. Sebesar apa sih finansial kita, baru bisa dinyatakan sukses? Apakah mungkin dengan pemasukan dua digit, kita akan sukses secara finansial? Padahal kalau menurut gue, semakin besar income seseorang, maka expenses juga bertambah besar. Jadi, tetap dibutuhkan ilmu untuk mengelola pendapatan.

Selain definisi reksa dana yang dijelaskan secara rinci, pun jenis-jenis reksa dana seperti Money Market, Fixed Income, Balance, dan Equity Fund dijabarkan dengan gamblang. Rudiyanto juga membahas tentang negara tetangga kita, Singapura, yang ternyata memiliki reksa dana yang ditanamkan di Lippo Mall Cikarang dalam bentuk REITs (Real Estate Investment Trusts), dan hal-hal lain yang menambah wawasan seputar investasi bisa ditemukan di buku ini.

Bicara mengenai investasi, seperti deposito, logam mulia, properti, & reksa dana, Rudiyanto melakukan riset, bahwa ternyata deposito tidak mampu mengalahkan inflasi. Dan dari riset tersebut, ditemukan fakta bahwa ternyata logam mulia berhasil mengalahkan inflasi lebih baik dibanding properti. Bagaimana dengan reksa dana? Jawabannya juga ada di buku ini.

Jadi, jika berminat untuk investasi reksa dana, pengin tau cara-caranya, peraturan-peraturannya, siapa saja yang terlibat, dan lain sebagainya, gue rekomendasikan buku ini sebagai salah satu literatur.

Selamat membaca, dan...
Happy investing!

***

Baca juga review buku lanjutannya: fit.focus.finish

Persiapan Masuk Sekolah TK

Sebetulnya Sabrina masih dua tahun lagi masuk TK. Bulan Maret nanti, usianya baru tiga tahun. Tapi, gue sudah tahu uang pangkal sekolah TK sejak putri mungil itu nol tahun.

Saat Sabrina lahir, biaya masuk TK di TK Islam Tunas Mekar, Duren Sawit adalah 4 juta (TK A & TK B masing-masing 2 juta). Maka nanti, pas usia Sabrina lima tahun, biaya tersebut sudah mengembang sebesar 10 juta (rata-rata inflasi pendidikan 20% pa). Dan untuk mencapai nilai tersebut, setiap bulannya gue setor Rp.130.000 ke Reksa Dana Pendapat Tetap, produknya waktu itu milik Mandiri Investasi yaitu MI - Dana Utama (selanjutnya disebut MIDU).

Sekarang, alhamdulillah dananya sudah terkumpul. Sudah cukup, jadi nggak perlu lagi investasi di MIDU untuk biaya pendidikan TK Sabrina. Tapi investasi untuk masuk SD, SMP, SMA, dan S1 masih berlanjut.

Nah, barusan aja gue telpon TK Tunas Mekar untuk tahu info biaya terkini. Gue langsung disambungkan dengan Kepala Sekolahnya. Dan, beliau bilang bahwa untuk tahun ajaran baru 2015/2016, biaya uang pangkal masih akan dirapatkan oleh dewan terkait. Jadi informasi berikut adalah biaya masuk tahun 2014/2015.

Uang Pangkal TK A = Rp. 3.150.000,-
SPP per Bulan TK A = Rp. 335.000,-

Uang Pangkal TK B = Rp. 3.150.000,-
SPP per Bulan TK B = Rp. 335.000,-

Uang Pangkal PlayGroup = Rp. 2.670.000,-
SPP per Bulan PlayGroup = Rp. 240.000,-

Uang pangkal sudah termasuk:
  • Uang gedung
  • Uang alat
  • Seragam
  • Uang buku
  • Uang SPP 1 bulan (Bulan Juli)

Untuk TK, ada lima ekstrakurikuler yang diadakan setiap Hari Senin sampai dengan Jum'at, yaitu:
  1. Drum Band
  2. TPA
  3. Menari
  4. Melukis
  5. English
Sedangkan untuk PlayGroup, kegiatan ekskul hanya ada dua, yaitu: TPA & Menari.

Info lengkap, bisa langsung menghubungi TK Islam Tunas Mekar.
Alamat: Jl. Lingkar Duren Sawit, RT.001/012, Jakarta Timur 13440
No Telpon: 021-86606967

Tuesday, February 24, 2015

Review Buku: The Amber Room

The Amber Room
Genre:
Thriller
Author:
Steve Berry

Pulang kantor naik Commuter Line, lalu turun di stasiun Tebet, gue lihat novel ini di tumpukan paling atas buku-buku bekas yang dijual di pinggir rel. Gara-gara baca "kata-kata jualannya" Dan Brown di sampul depan, gue jadi ngiler pengin tahu isinya.

Buku The Amber Room bercerita tentang harta karun yang hilang pada masa Perang Dunia II. Tahun 1945, panel-panel batu amber yang melapisi ruang kecil di Istana Chaterine di Tsarkoe Selo Rusia itu raib dicuri oleh Nazi Jerman. Hebatnya, sejarah mengenai ruang amber yang ditulis oleh Steve Berry begitu detail. Lalu, penulis meramu fakta ini dengan fiksi.

Berikut sedikit review bukunya:
Carol Borya, salah seorang saksi mata atas hilangnya ruang amber di zaman Nazi, tiba-tiba saja tewas mengenaskan. Dan, putri tunggalnya, Rachel Cutler, seorang hakim ternama di Amerika, curiga bahwa ayahnya tewas dibunuh.

Memang belakangan, Carol Borya menunjukkan minatnya pada tayangan TV tentang penggalian harta karun yang dilakukan oleh McKoy, seorang pemburu harta karun amatir. Selain itu, Borya juga selalu mencari dan mengumpulkan berbagai informasi dari koran-koran nasional. Paul Cutler, sang menantu menyadari akan hal ini.

Setelah kematian Borya, Paul yang berprofesi sebagai pengacara ahli waris, menemukan kejanggalan saat sedang merapikan berkas-berkas wasiat di rumah mertuanya itu. Ada setumpuk koran yang terselip di dalam freezer, dan semua artikel itu berkaitan dengan ruang amber.

Rachel & Paul menduga bahwa Borya telah menjadi korban pembunuhan, dan bahwa kematiannya berhubungan dengan ruang amber, yang konon disebut sebagai harta karun terkutuk. Demi mencari tahu kebenaran perihal tewasnya Borya, mereka pun terlibat dalam perburuan ruang amber.

Satu hal yang tidak mereka sadari adalah bahwa bukan hanya mereka, serta McKoy yang sedang mencari harta tersebut. Melainkan dua orang pemburu harta lainnya yang sangat berbahaya, Fellner dan Loring, berserta para algojo, Suzanne Danzer dan Christian Knoll, yang tidak segan membunuh demi mendapatkan barang-barang yang mereka inginkan.

Ketegangan pun tak terhindari saat mereka berada dalam satu scene. Kejar-kejaran, tembak-tembakan, serta upaya pembunuhan yang mencekam, dikemas dengan apik oleh Steve.

Namun, entah mengapa ada satu kekosongan pada inti cerita. Apa mungkin pengaruh dari sudut pandang novel ini ya, yang menggunakan orang ketiga sebagai narator? Kurang greget aja gitu. Seperti sayur sop tidak berkaldu, kisah amber room jadi kurang syahdu.

Anyway, begini penampakan Ruang Amber, yang dibangun ulang oleh pemerintah Rusia, dan di-launching pertama kali oleh Presiden Vladimir Putin tahun 2003 lalu.


Ruang Amber Rusia

Wednesday, January 28, 2015

Kami Memutuskan Mundur dari KPR

Akhir November 2014, gue sudah menyerahkan data-data untuk pengajuan KPR ke Bank DKI Syariah, cerita lengkapnya di sini dan di sini. Namun, entah ini kesalahan gue atau Developer, hitungan awal untuk Down Payment dan biaya adm Bank lainnya menjadi berbeda dan lebih mahal.

Sejak awal, Developer menginfokan bahwa DP bisa 10%, dan mereka akan bantu pengajuannya sampai di-acc. Tapi saat Bank DKI Syariah survey langsung ke lokasi, mereka hanya setuju jika DP-nya sebesar 30%, alasan Bank karena rumahnya bukan rumah baru, melainkan rumah second dan belum direnovasi. Sedangkan uangnya belum cukup nih untuk DP sebesar itu.

Menurut Bank, jika rumah sudah diperbaiki, mereka berani memberikan DP 10%. Mereka juga menyarankan pihak developer untuk memugar rumah terlebih dahulu, setelah itu plafond yang gue minta akan disetujui.

Gue menghubungi Ibu Eni (pihak developer) untuk me-renov rumahnya dulu. Tapi, Ibu Eni bilang bahwa si empunya rumah tidak ada biaya untuk itu. Dan dia meminta gue untuk "menyumbang dana". Setelah gue diskusi dengan suami, bahwa renovasi rumah tersebut akan memakan banyak biaya dan waktu: langit-langit yang bocor, rayap yang naik sampai tembok, lalu dinding perlu dicat ulang, bahkan hingga berkali-kali.

Pertanyaan selanjutnya? Rumah siapa yang akan kita pugar ini? Status rumah masih milik orang lain, bukan milik kami. Dan bukti apa yang akan kami dapatkan? Apakah mungkin, bon pembelian pasir dan semen bisa diakui notaris dan bank? Jika si empunya rumah tiba-tiba menjual rumah tersebut ke pihak lain, rugi dong kita!

Akhirnya, kami memutuskan untuk mundur, padahal pengajuannya sudah masuk, dan pihak Bank DKI Syariah sudah akan mengeluarkan surat persetujuan sementara. Tapi kami takut ditipu. Jika hari ini kami mengeluarkan dana untuk renovasi, lalu besok si pemilik rumah menawarkan ke orang lain, waah.... bisa runyam!

Kalau kata orang, beli rumah itu seperti mencari pasangan hidup. Jadi, mungkin memang belum jodoh. Lagipula dari awal, suami juga kurang sreg sama rumah tersebut, jadi yaaa.... cari-cari lagi deh yang lain.

Thursday, January 8, 2015

The Book Thief

The Book Thief
Holla! Happy new year people. Review film The Book Thief sebagai posting pembuka di awal tahun ini. Film based on books dengan judul sama, berlatar belakang Nazi dan Perang Dunia II.

Pada tahun 1938, Liesel Meminger, seorang anak perempuan berwajah cantik nan polos, harus rela kehilangan adik laki-lakinya di tengah perjalanan bersalju. "Sang malaikat maut", yang juga menjadi narator di film ini, setelah tugas mencabut nyawa si adik selesai, rupanya ia tertarik pada sosok Liesel. Entah mengapa, tapi "malaikat maut" di film ini merasa dihantui olehnya.

Saat pemakaman si adik, Liesel mengambil sebuah buku Petunjuk Pemakaman Manual yang terjatuh dari salah satu petugas. Ia menyimpannya, walaupun ia sadar tidak dapat membacanya.

Karena orangtua Liesel seorang komunis, yang pada saat itu adalah musuh besar Nazi, Liesel pun diserahkan kepada orangtua asuh berkebangsaan Jerman, supaya hidupnya aman dan selamat dari penjajahan Hitler.

Liesel diadopsi oleh Hans Hubermann, ayah angkat yang penyayang, dan istrinya Rosa.

Ketika Hans mengetahui bahwa putrinya tidak dapat membaca, dia mengajarinya dengan lembut serta menyulap ruang bawah tanah rumahnya menjadi kamus raksasa untuk Liesel.

The Book Thief

Malam ulang tahun Fuhrer, seluruh anggota Nazi dan warga setempat mengadakan perayaan dengan membakar buku-buku, ia tampak sedih dan kecewa. Dan saat semua orang telah selesai pada acara itu, dan bubar meninggalkan lokasi, diam-diam Liesel menyelipkan sebuah buku yang belum sempat terbakar. Ia ingin membacanya.

Minat Liesel terhadap kata dan kalimat semakin membuncah. Ditambah, saat keluarga kecil Huberman kedatangan tamu Yahudi yang sakit parah, dan harus dirawat, keinginan Liesel untuk membaca kian menggila. Hingga menjadikannya seorang pencuri buku. Dengan memanjat jendela, Liesel "meminjam buku-buku" di perpustakaan milik walikota. Dan predikat itu disematkan oleh Rudy, sahabatnya sendiri.

The Book Thief

The Book Thief

The Book Thief merupakan film inspiratif. Sebab, Liesel, di kehidupan yang sulit, masih terobsesi dengan membaca. Bagaimana dengan kita?

Yuk, jadikan gila baca sebagai salah satu resolusi buat kita & keluarga.

The Book Thief

The Book Thief

The Book Thief

The Book Thief

Friday, December 19, 2014

Perawatan Wajah Erha Clinic Bulan Ketiga

Bulan November lalu, gue nggak ke erha sama sekali loh! Lagi maleeessss banget mampir ke sananya. Walaupun krim paginya sudah pada habis.

Kata teman kantor, kulit wajah gue mulai terlihat kusam. Kan memang sudah ada semacam pernyataan dari pihak erha, kalau berhenti menggunakan produknya, kulit wajah akan kembali ke sifat semula. Jadi kalau jerawatan, ya akan balik lagi ke kondisi itu. Apalagi, ditambah gue nggak rutin pakai krim malam. Alhasil komedo pun kembali berjubel memenuhi hidung.

Saat berhadapan muka dengan dr. Qatrah Dini Seprida, SpKK (yup dokternya beda lagi) beliau bingung sendiri, sudah dua bulan jadi pasien erha, tapi nggak ada perkembangan berarti sama wajah gue.

Setelah gue ceritakan tentang sifat gue yang moody dan ogah-ogahan pakai krim malam (on-off, seminggu paling cuma tiga atau empat kali), jadi cuma diresepkan satu buah krim malam oleh bu dokter yang pengertian, hehehe...

Sedangkan, untuk krim pagi sama seperti bulan lalu. Tanpa balancing toner, karena menurut dr. Qatrah, toner sebetulnya untuk membersihkan sisa make-up tebal yang belum terangkat seluruhnya hanya dengan sabun wajah.

Saat Rabu sore, gue ke sana, lagi agak sepi. Cuma ada beberapa pasien yang memang ada tindakan rutin, seperti facial, dll. Jadi ngantrinya sebentar.

Berikut jadwal praktik Dr. Qatrah di Erha Clinic Cipinang, bagi yang butuh konsul:

  • Monday: 10.30 - 13.30
  • Wednesday: 16.00 - 18.00
  • Friday: 11.00 - 13.00

Berikut produk-produk erha yang diresepkan untuk bulan ini:
  1. Sabun wajah baru: Acne Cleansing Scrub With Benzoil Peroxide. Nggak seperti bulan-bulan lalu, sabun wajah kali ini khusus untuk wajah berjerawat. Warnanya tidak lagi bening, melainkan hijau, teksturnya lebih kental, dan ada butiran scrub-nya. Harum seperti sabun bayi.
  2. Krim-krim pagi seperti bulan lalu, yaitu Erha 4 dan AF2. Erha 4 mengandung Quinol 4%. AF2 mengandung Clindamycin 2% & Aza 10%.
  3. Krim malam yang hanya satu buah itu: Acne Night Cream 3 (ANC3). Kata dr. Qatrah, krim ini fungsinya sudah lengkap, mengandung pencerah wajah, pengontrol jerawat, dan mencegah komedo gelayutan di hidung. Namun, karena krim ini bisa bikin wajah mengelupas, sedangkan gue enggan berurusan sama muka yang lagi ganti kulit, jadi untuk pemakaian minggu pertama harus ekstra tipis, dan hindari sudut bibir, sudut hidung, dan area kelopak mata.

Produk Erha

Well, biaya yang gue keluarkan untuk perawatan wajah erha bulan ini sebagai berikut:
  • Biaya konsultasi dokter kulit: Rp.160.000
  • Sabun wajah: Rp.75.000
  • Krim pagi Erha 4: Rp.65.000
  • Krim pagi AF2: Rp.78.000
  • Krim malam (ANC3): Rp.78.000

Rupanya belum ada kenaikan harga untuk Erha 4 & AF2. Dan biaya konsul dokter kulit juga tetap sama. Mungkin nggak ya BPJS bisa dipakai untuk claim biaya dokter ini?

Anyway, perhatiin deh, sekarang pembungkusnya baru: paper bag dengan tema Go Green, tampil lebih fresh dibanding pembungkus plastik putihnya terdahulu. Yuk, simak juga posting perawatan wajah bulan pertama & kedua.



Erha Clinic Cipinang Indah
Ruang tunggu kosong. Lagi sepi pengunjung.
Harap dicatat untuk mampir ke Erha pas pertengahan bulan.

Erha Clinic Cipinang Indah
Nggak ada antrian.

Thursday, December 11, 2014

Investigasi Moloco Berlanjut

Selang sehari dari investigasi terakhir (baca selengkapnya di sini): menelpon Hallo BPOM untuk menanyakan perihal nomor registrasi Moloco B12 yang tidak ditemukan di database BPOM, Ibu Fitra (salah satu pegawai BPOM) menghubungi gue kembali untuk menyampaikan berita gembira; bahwa Moloco B12 sedang mengajukan pendaftaran ulang nomor registrasinya yang ternyata memang expired. Dan zat ekstrak plasenta yang dimaksud bukanlah plasenta manusia, melainkan plasenta sapi.
Wuuuah...! Lega banget deh dengarnya, makasih ya Ibu Fitra.

Memang per Kamis tanggal 11 Desember 2014, Moloco B12 belum bisa dilihat di database BPOM. Namun, untuk suplemen ASI lainnya yang pernah gue sebutkan di posting Makanan & Suplemen untuk Booster ASI, seperti Asifit, Milmor, Lactafar, & Lactamam ada di sana, lengkap dengan nomor registrasi, tanggal terbit, kemasan, dan nama perusahaan pendaftar.

Buat Moloco B12, semoga proses pendaftaran ulang nomor registrasinya lancar, dan kalau bisa dipercepat, supaya bisa langsung terdeteksi di database BPOM, dan membuat kita para busui merasa tenang dalam mengonsumsinya. Demi ASI yang melimpah, dan bayi-bayi sehat yang menggemaskan.

Berikut, gue sharing hasil print screen pencarian suplemen ASI di database BPOM, per hari Kamis (tanggal 11 Desember 2014).

Asifit di Database BPOM
Pencarian Asifit di database BPOM

Lactafar di Database BPOM
Pencarian Lactafar di database BPOM

Lactamam di Database BPOM
Pencarian Lactamam di database BPOM

Milmor di Database BPOM
Pencarian Milmor di database BPOM

Moloco di Database BPOM
Pencarian Moloco di database BPOM
























Jadi, kesimpulannya: InsyaAllah Moloco B12 aman & halal.
Wallahualam bishowab.

***


FYI: Berdasarkan info profilnya di Linked In, Ibu Sheila Kansil yang pernah gue sebut di Investigasi #3, saat ini bekerja di PT. Trakindo Utama, menjabat sebagai Head of Corporate Communications & CSR.
Dan sebelumnya Ibu Sheila telah mengabdi di PT. Darya-Varia selama 14 tahun. Wow! Berdedikasi sekali ya.

***

Isu ter-update mengenai Moloco di tahun 2016.

Wednesday, December 10, 2014

Misteri Kehalalan Suplemen ASI Moloco B12

Misteri Kehalalan Suplemen ASI Moloco B12
Hehehee.... Gaya banget ya judulnya.

OK, intinya gue mau membahas "kehalalan yang dipertanyakan" salah satu suplemen ASI yang cukup populer yaitu: Moloco B12. Bagi pemilik produk, jika ingin mengklarifikasi, silakan di comment ya. Demi kepentingan kita bersama.

Beberapa situs web & blog, bahkan di milis-milis menuliskan isu yang sama, yaitu Moloco Haram, sebab mengandung ekstrak plasenta. Dan, di kemasannya tidak dijelaskan plasenta dari makhluk hidup apa? Apakah hewan? Atau manusia? Atau jangan-jangan dari makhluk jadi-jadian? Hal tersebut menyebabkan desas-desus keharaman suplemen ASI ini mencuat ke publik.

Namun, mengingat Hoax cepat sekali beredar di internet, jadi harus lebih teliti menilai. Apakah isu ini termasuk Hoax atau bukan? Apa-apa yang benar, kadang menjadi salah. Dan apa-apa yang salah, ditulis seolah-olah benar.

Di postingan kali ini, gue mau melakukan investigasi kecil-kecilan. 

Investigasi #1: googling dengan key word: moloco b12 haram. Di halaman depan hasil pencarian google terdapat beberapa situs/ web yang menuliskan hal yang sama (copy paste) tentang sebuah surat yang ditujukan kepada Ummat Islam di mana saja berada. 
Isi suratnya berupa pemberitahuan bahwa Moloco B12 & Laktafit haram karena mengandung ekstrak plasenta manusia & vitamin (sumber: buku Index Spesialitet Obat/ ISO), penulis surat bernama Muhammad Abdullah, dokter umum.
Lucunya si penulis menyempatkan diri berpromosi salah satu merk susu untuk busui. Dokter ini tidak bisa dimintai keterangan, sebab tidak ada alamat emailnya, tidak mencantumkan no. telpon, alamat rumah, atau berkerja di rumah sakit mana? Intinya beliau ini diragukan keberadaannya. Apalagi suratnya yang sangat-sangat fiktif. Sebab mudah dibuat oleh siapa saja.

Investigasi #2: googling dengan key word: Index Spesialitet Obat. Hasilnya balik lagi mengarah ke situs/ web yang copas surat dari dokter Muhammad Abdullah.
Jadi judul buku yang benar itu adalah Buku Informasi Spesialite Obat atau disingkat ISO, ditulis oleh Ikatan Apoteker Indonesia, seharga Rp.110.000. Atau ada juga buku lainnya: Buku Indeks Obat Hewan Indonesia disingkat IOHI.

Investigasi #3: masih dalam pencarian dengan kata kunci moloco b12 haram, ada satu web yang menulis klarifikasi dari PT. Darya-Varia. Jawaban dari Sheila Kansil (Corporate & Legal Affairs Department PT. Darya-Varia Laboratoria TBK) cukup meyakinkan, bahwa ekstrak plasenta yang dimaksud dalam buku ISO bukan plasenta manusia, melainkan plasenta hewani yaitu sapi. Dia juga mengatakan pihaknya telah memperlihatkan fotokopi sertifikat pembelian bahan baku Moloco (yaitu plasenta sapi) kepada dokter-dokter kebidanan dan kandungan. 
Gue coba email ke alamat emailnya, untuk menanyakan kebenarannya di: sheila.kansil[at]darya-varia.com, dan ternyata emailnya error.
Ada nomor telponnya juga (62-21) 725 8010, 725 7973, tapi setelah dicoba telpon, kedua nomor ini tidak dapat dihubungi.

Nah, pertanyaannya, kenapa tidak diberitahukan saja nomor registrasi BPOM-nya di web klarifikasi itu ya? Mengapa ibu Sheila ini repot-repot fotokopi sertifikat pembelian bahan baku untuk dibagi-bagikan ke para dokter dan bidan? Apa nggak cukup menginfokan noreg BPOM-nya saja? Jika sudah terdaftar di BPOM, tentunya sudah ada pihak yang bertanggung jawab atas peredaran suplemen ini.
Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, gue melakukan investigasi berikutnya.

Investigasi #4: langsung menuju http://www.pom.go.id/webreg/ untuk mengecek apakah Moloco B12 terdaftar di BPOM. Setelah gue cek, ternyata tidak terdaftar...!!!! eng ing eng....!!! (Lumayan bikin panik).
Tidak berhenti sampai di situ, gue juga mengecek berdasarkan Nama Pendaftar yaitu PT. Darya-Varia Laboratoria (pencarian dengan key word "darya-varia" dan "darya varia"), ternyata tidak ada produk Moloco B12, produk Darya-Varia lainnya seperti Stopcold, Natur E, Vicks Formula, dll ada.
Penasaran banget, gue telponlah Hallo BPOM di nomor 1500533 untuk menanyakan apakah Moloco B12 terdaftar? Ternyata di database si Mba Operator pun tidak ditemukan! 
Tapi, gue tetap mau berbaiksangka, gue minta tolong sama si Mba Operator (yang gue lupa namanya itu) untuk mengecek ke divisi terkait, mungkin nomor registrasinya sudah expired, dan belum diperpanjang. Jika sudah mendapat informasi tersebut, dia akan menghubungi gue lagi.
Atau lain waktu gue akan telpon ke Hallo BPOM untuk menanyakan ke orang yang berbeda.

Tuesday, December 2, 2014

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow
Bagaimana jika kita hidup dengan kemampuan mengulang hari? Seperti bermain Playstation, lalu game over, dan kita bisa memainkan lagi permainan yang sama dari awal. Dengan keuntungan tambahan, yaitu kita telah mengetahui kesalahan di games yang lalu, dan memperbaikinya di games yang baru.

Invasi alien ke bumi, mengharuskan seorang mayor bernama William Cage yang diperankan oleh Tom Cruise, berperang di garda terdepan, namun sayangnya ia tewas mengenaskan. Tanpa disadari, ia memiliki kemampuan untuk mereset hari. Tiba-tiba saja ia bangkit dari "matinya" dan mengulang kejadian serupa.

Seorang perwira perempuan bernama Rita Vrataski, juga pernah mengalami hal sama. Tetapi bakatnya itu hilang setelah mendapat transfusi darah. Rita yang pemberani, berniat untuk membimbing Cage supaya memenangkan pertempuran dengan bangsa alien yang disebut Mimic.

Edge of Tomorrow

Berkali-kali Cage harus tewas terbunuh hanya demi mereset hari, dan memulai lagi dari awal. Berbagai formula mereka rancang demi menghindari alien, dan jalur yang mereka tempuh pun semakin panjang.

Ceritanya unik, walau beberapa scene diulang berkali-kali tapi tidak bikin bosan. Serta ada bumbu humor yang menyegarkan. Menurut gue film Tom Cruise ini lebih bagus daripada film-nya tahun lalu, Oblivion.

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow
Trivia: Film ini diadaptasi dari komik Manga
berjudul All You Need is Kill

Tuesday, November 25, 2014

Review Buku: Allegiant

Cover Buku Allegiant
Genre:
Science Fiction
Author:
Victoria Roth


Allegiant, buku terakhir dari trilogi Divergent - Insurgent. Buku final ini lumayan mengecewakan menurut gue, baik dari segi isi cerita yang makin lama makin nggak jelas, kurang klimaks, dan sangat monoton, hingga dibunuhnya sang tokoh utama oleh si penulis. "Menyedihkan banget!", ngomong ini dengan nada jutek, dan alis diangkat sebelah. 

Tris terkejut dengan tayangan video seorang perempuan bernama belakang Prior, seperti namanya. Di video itu dibahas tentang sejarah penduduk kota. Dan segala hal tentang pembagian faksi yang ternyata hanya rekayasa sampah. Lalu juga tentang kesalahan kode genetika yang penuh misteri.

Saat kelompok factionless menguasai kota, serta ingin menghapuskan sistem faksi di kota itu, Tris, Tobias, Cara, Christina, dll memutuskan untuk bergabung dengan tim Allegiant, dan mencari kebenaran di luar pagar. 

Nah dari sini, penulis mulai terlihat kebingungan mau dibawa kemana kisah ini sesungguhnya. Serta masalah kesalahan kode genetis setiap umat manusia ini menurut gue seperti mengada-ada. Memang sih hanya fiksi, tapi tidak sedahsyat trilogi Hunger Games, apalagi The Lord of The Rings.

Sebetulnya Veronica bisa aja menulis tentang adanya serangan zombie di luar pagar, dan bagaimana warganya bertahan hidup. Atau bisa juga, perang nuklir memang sedang terjadi, dan sebagian masyarakatnya hidup dengan tubuh cacat, namun tetap ikut berperang demi mempertahankan wilayah aman mereka, termasuk di dalamnya tempat tinggal Tris.

Bukannya, ketika rombongan Allegiant berangkat untuk mencari kebenaran, malah tidak mendapat apa-apa. Kurang terkesan sama buku ketiga ini. Nggak nampar, istilahnya. Padahal untuk buku pertamanya, walaupun sedikit mengikuti Harry Potter, tentang pembagian kelas menurut individu masing-masing: Gryffindor, Slytherin, etc, lumayan menarik untuk diikuti. Buku keduanya pun bagus, jempol dua buat Insurgent.

Yeaah... intinya kalau mau baca trilogi ini, khususnya buku terakhir, siap-siap kecewa, dan marah-marah. Serta jangan berharap banyak.

Selamat membaca... :D