Showing posts with label Produk Perawatan Wajah. Show all posts
Showing posts with label Produk Perawatan Wajah. Show all posts

Thursday, February 14, 2019

Review COSRX Untuk Wajah Berjerawat

Bulan Januari lalu saya sempat menyoba dua produk Olay skincare. Hasilnya: kecewa. Karena ternyata nggak cocok, menyebabkan breakout. Jerawat-jerawat besar dan kecil muncul lalu membentuk koloni di masing-masing pipi.

Tadinya saya mau meneruskan pemakaian Olay selama sebulan penuh. Tapi saya nyerah di minggu ketiga. Sudah cukup ya, karena koloni jerawat mulai banyak kawannya.

Sempat terpikir untuk kembali ke Erha Clinic. Namun, saya sering "diingatkan" oleh Affi Assegaf (Master Guru Per-Skincare-an) bahwa yang kita butuhkan untuk mendapat kulit yang sehat yaitu: sabar & kontinu.

Kembali ke titik nol, saya googling lagi dan baca ulang review-review para blogger & beauty enthusiast tentang skincare yang mampu meredakan peperangan yang berkecamuk di wajah saya.

Saya pun kepincut dengan skincare asal Korea. 

Jadi bukan cuma drakornya yang membajiri pasar Indonesia, skincare Korea sudah menjamur banget, sebut aja Benton, Nacific, Some By Mi, Heimish, Pyungkang Yul, Huxley, Son & Park, Dear Klairs, Thank You Farmer, Nature Republic, Laneige, Krave Beauty, Holika Holika, Misha, Neogen Dermalogy, Etude House, Innisfree, Skinfood, The Saem, dan lainnya. Tapi ada satu yang mencuri perhatian saya: COSRX.

Tiga produknya pernah saya coba di 2018: AHA 7 Whitehead Power Liquid, BHA Blackhead Power Liquid dan Centella Water. Ketiganya saya beli dalam wadah botol kecil share in jar. Pemakaian kurang lebih sebulan, dan hasilnya wow banget, kulit wajah lebih mulus, & bekas jerawat cepat pudar (waktu itu saya kombinasikan dengan pemakaian SAFI Skincare).

Setelah Olay dengan suksesnya membangkitkan geng jerawat di wajah saya, langsung saya cari produk-produk COSRX. Membaaca review kejar tayang, pantengin info-info di IGnya CORX_Indonesia, lalu mulai hunting di beberapa toko online yang PO langsung dari Korea.

Review COSRX Untuk Wajah Berjerawat

Baris belakang dari kiri ke kanan: AHA/BHA Clarifying Treatment TonerCentella Blemish AmpuleCentella Water Alcohol-Free Toner, Low pH Good Morning Gel Cleanser, Oil-Free Ultra-Moisturizing Lotion (With Birch Sap).
Di depan sendirian: Centella Blemish Cream.

AHA/BHA Clarifying Treatment Toner
Saya mulai dengan AHA/BHA Clarifying Treatment Toner.
Digadang-gadang sebagai exfoliating toner paling lembut di kelasnya. Untuk yang baru mau mencoba perawatan pengelupasan kulit wajah dengan cara chemical, disarankan menggunakan toner ini lebih dulu. Karena materialnya ringan, tidak akan membuat iritasi. Saat saya coba pun tidak ada tingling-nya (sensasi celekit-celekit di wajah, red.).

Tapi sisi minusnya, karena kandungan AHA dan BHA-nya sedikit, maka, kerja toner ini pun lumayan lambat. Jadi harus ekstra sabar dan telaten.



Centella Water Alcohol-Free TonerToner selanjutnya yang mau saya bahas yaitu: Centella Water Alcohol-Free Toner. Masih di dunia pertoneran (skincare ala Korea memang kaya akan jenis-jenis toner), Centella Water termasuk ke dalam spesies hydrating toner. Fungsi sesuai namanya: untuk menambahkan kadar air di kulit wajah. Sehingga kulit menjadi terhidrasi dan mampu secara maksimal menyerap skincare lain setelahnya (essence, serum, dan moisturizer) .

Karena sudah merasakan efeknya memakai toner ini, jadi saya sudah niatkan untuk membeli yang versi full-nya sekalian, bukan lagi yang share-in-jar, sudah cocok, dan nggak bakal rugi juga.

Penggunaan kedua toner tersebut, saya semprotkan ke kapas tipis. Diusap perlahan dan lembut. Khusus untuk Centella Water, setelah saya usapkan merata ke seluruh bagian wajah tanpa terkecuali, saya kompreskan ke kulit yang sedang bermasalah. Misal di rombongan jerawat meradang dan di bekas jerawat yang menghitam (PIH - Post Inflammatory Hyperpigmentation).


Low pH Good Morning Gel Cleanser
Low pH Good Morning Gel Cleanser.
Biasanya saya paling males kalo harus membeli facial wash dari brand-brand seperti ini, harganya lumayan mahal. Sebab substitusi produk serupa banyak banget yang harganya lebih manusiawi. Misal facial wash dari Biore, Mustika Ratu, atau Sari Ayu yang cocok juga di wajah saya.

Tapi ada dua faktor yang akhirnya saya memutuskan untuk membelinya: Penasaran & Pemasaran. Yups... karena faktor pemasaran, saya jadi penasaran pengin coba. Low pH good morning gel cleanser sering banget dibahas di instagram Cosrx. Banyak juga selebgram yang diendorse, bikin saya nggak bisa tidur kan jadinya? 

Ada kata-kata Good Morning, jadi hanya saya pakai di pagi hari. Saat sore membersihkan wajah, saya gunakan facial wash yang lebih affordable.

Satu kata untuk facial wash ini: Amazing.
Lembut banget di kulit wajah saya, bikin kenyel-kenyel. Tidak terasa ketarik atau kesat. Dan, walaupun tidak mengeluarkan busa sama sekali, saya juga pakainya hanya sebesar biji jagung, namun saya merasakan kulit wajah sudah bersih. Saya jadi ketagihan sodara-sodara, dan sepertinya akan repurchase.


Oil-Free Ultra-Moisturizing Lotion (With Birch Sap)Oil-Free Ultra-Moisturizing Lotion (With Birch Sap). Pelembab yang jempolan. Lembut banget, cepat terserap dan nggak lengket. Aromanya seperti tea tree oil dari Young Living. Kalau baca ingredient-nya memang ada bahan itu (tea tree oil), dituliskan di paling akhir.

Seperti kita tahu bahwa tea tree oil sudah terkenal dalam mengatasi masalah jerawat. Jadi, memang cepat sekali mengempeskan jerawat, dan jika ada yang baru timbul, ukurannya nggak segede gaban.

Moisturizer Cosrx ini diklaim cocok untuk segala jenis kulit: kering, sensitif, mudah iritasi, berminyak, normal, dan kombinasi. Kulit saya kombinasi cenderung berminyak. Area non T-Zone (rahang, pipi, bagian atas dahi, dan dagu) normal dan berminyak sedikit, lalu area T-Zone lebih berminyak, bisa dua kali lipatnya.

Sekarang penampakan kulit wajah saya terhidrasi cukup baik, nggak kusam. Warna kulit lebih merata. Bekas jerawat memudar perlahan sekali, jadi musti super sabar. Kalo untuk minyak, masih keluar di area T-Zone, tapi nggak berlebihan.


Centella Blemish Ampule
Centella Blemish Ampule, dan saudaranya Centella Blemish Cream dijagokan sebagai acne fighters duoBerbahan dasar centella asiatica (daun pegagan) yang memang aktif untuk menangani jerawat dan bekas lukanya.

Ampul ini sejenis dengan serum, tapi fungsinya lebih khusus. Blemish ampule, sesuai namanya untuk mempercepat sembuhnya luka jerawat. Cocoknya untuk kulit berminyak ya. Kalo untuk kulit kering, ada dua ampul lain dari Cosrx, yaitu: Mela 14 White Ampule & Propolis Light Ampule.

Jika sedang berjerawat dan bekasnya lumayan banyak, setelah memakai essenceuntuk efek lebih cepat menyembuhkan, bisa langsung saja ditimpa ampul. Tapi jika kulit sedang tidak bermasalah, tidak perlu memakai ampul, serum saja sudah cukup.

Teksturnya bening kehijauan, kental, dan tidak berbau. Botolnya beling dan ada pipetnya. Ambil sebanyak 2 sampai 3 tetes, dan balurkan ke seluruh wajah. Saya perbanyak di kulit yang sedang berjerawat.

Centella Blemish CreamUntuk Centella blemish cream, ini semacam krim obat jerawat. Pakainya tidak di seluruh wajah, hanya di area yang bermasalah: jerawat yang sedang meradang, dan bekasnya. Jadi kerja krim ini tertarget gitu. Teksturnya krim putih, dan tidak berbau. 

Untuk ampul, enak banget dipakainya. Cepat menyerap dan tidak lengket. Tapi untuk krim-nya ini terus terang seperti tidak ada efeknya ya. Kurang higienis pula, karena bentuk packaging-nya dalam wadah pot yang mesti dicolek pakai jari.

Isinya termasuk banyak, dan pakainya hanya sedikit, kayaknya setahun dipakai juga belum habis nih. Kalau krim centella sudah habis nanti, saya enggan repurchase deh.

Tapi, produk Cosrx lain yang sudah saya bahas dari AHA/BHA Toner sampai Centella Blemish Ampule, akan saya beli lagi. Rencananya produk-produk ini mau saya nikmati efeknya selama setahun atau dua tahun.

Artikel ini diposting di minggu kedua saya memakai Cosrx. Akan saya update hasilnya per bulan ya, biar jelas perubahannya :)

Berikut rangkaian produk Cosrx yang saya pakai pada pagi dan sore hari.

Rangkaian Cosrx Pagi
Rangkaian Cosrx Pagi
Note: Untuk rangkaian skincare pagi, saya menghilangkan AHA/BHA toner, cukup malam hari saja melakukan eksfoliasi. Sayangnya moisturizer Cosrx belum dilengkapi dengan tabir surya, jadi di akhir rentetan saya tambahkan lagi sunscreen (biasanya pakai Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF50).

Rangkaian Cosrx Malam
Rangkaian Cosrx Malam
Note: Double cleansing menggunakan milk cleanser dan facial wash dari Sari Ayu atau Mustika Ratu. Eye cream dan essence masih memakai produk Safi.

Saturday, January 12, 2019

Review Serum & Moisturizer Olay Regenerist

Bulan ini saya sedang mencoba dua produk Olay Regenerist: Serum & Krim Malamnya. Kebetulan produk Safi sudah habis, dan saya ingin mencoba produk skincare baru. 
Review Serum & Moisturizer Olay Regenerist
Kenapa Olay? Karena brand ini mendapat rating lumayan tinggi di aplikasi female daily untuk moisturizer-nya. OK, penasaran banget, bagaimana hasilnya di kulit wajah saya?

Sebelum penjelasan detail mengenai hasil, saya mau ulas sedikit tentang Olay.
Terdapat empat varian skincare keluaran Olay:
  1. Natural White
  2. White Radiance
  3. Total Effect, dan
  4. Regenerist.
Untuk varian Regenerist terbagi lagi menjadi dua: Revitalising dan Micro-Sculpting. Nah, kalau ada yang mau coba, mesti memahami dulu apa bedanya antar varian, biar nggak kesasar dan salah beli kayak saya, hehehe...

Natural White dan White Radiance, goals-nya sudah pasti untuk kulit wajah lebih cerah, dan putih merona. Cocok untuk remaja: belasan tahun, hingga ke usia dua puluhan.

Sedangkan Total Effect & Regenerist, pangsa pasarnya ke wanita-wanita yang "lebih muda" hehehehe... mulai usia 25, tiga puluhan, empat puluhan, dst. Fungsinya sudah pasti untuk memperbaiki tekstur kulit: kerutan, garis halus, flek, kusam, pori-pori besar, dll.

Saya dipilihkan serum Micro-Sculpting, dan krim malam Revitalising oleh mba SPG Olay. Begitu sampai rumah, bingung deh, kok beda ya? Sama-sama bertema Regenerist, tapi beda sub-temanya.

Akhirnya saya googling mengenai dua sub-tema Regenerist ini. 
  Olay Regenerist Revitalising
Terdapat enam produk Regenerist Revitalising (bisa dilihat di gambar atas). Berurutan dari atas kiri ke bawah kanan: sabun wajah, krim mata, krim pagi SPF15 untuk kulit berminyak, serum, krim pagi SPF15 untuk kulit kering/normal, dan krim malam.


Olay Regenerist Micro-Sculpting























Lima produk dari Regenerist Micro-Sculpting, yaitu: Serum, krim mata sekaligus serum bulu mata, krim pagi (tanpa SPF), krim pagi (tanpa SPF & parfum), dan krim malam.

Salah satu perbedaan yang mencolok yaitu kemasannya. Revitalising didominasi warna abu-abu dengan tutup hitam, sedangkan Micro-Sculpting tampak lebih mewah dengan merah marun.

Perbedaan juga terdapat di kandungan krim pagi. Untuk Revitalising sudah dilengkapi SPF15, sedangkan Micro-Sculpting tidak ada SPF-nya, jadi wajib dicover lagi dengan sunscreen. Selain itu krim pagi Micro-Sculpting bisa dipakai untuk malam hari juga. Jadi bisa lebih hemat, satu krim dua manfaat.

Krim pagi keduanya menawarkan produk-produk sesuai kebutuhan konsumen:
  • Kulit berminyak bisa memilih Revitalising UV Lotion.
  • Kulit sensitif disarankan menggunakan Micro-Sculpting Cream Fragrance Free, karena tidak mengandung pewangi.
  • Kulit kering dan normal bisa memilih Revitalising Hydration Cream atau Micro-Sculpting Cream.
Ada yang unik, krim mata Micro-Sculpting terdapat serum untuk menghidrasi bulu mata. Jika sehari-hari menggunakan maskara, nah perawatan malamnya oleskan serum bulu mata. Cara pengaplikasiannya serupa dengan penggunaan maskara. 

Ok, demikian sekilas info mengenai perbedaan yang mencolok antara Revitalising dan Micro-Sculpting, selain tentu saja ingredient-nya pasti berbeda ya.

Anyway, sudah saya sebutkan di atas, dua produk Olay yang dibeli yaitu:
  1. Regenist Revitalising Night Cream >>> harga beli Rp.105.000,-
  2. Regenerist Micro-Sculpting Serum >>> harga beli Rp.179.000,-
Krim malam bertekstur putih creamy, tidak lengket seperti krim malam Safi, dan tidak membuat wajah seperti ketumpahan minyak. Saat dipakai lumayan ringan, dan cepat terserap oleh kulit wajah.


Regenist Revitalising Night Cream

Serum berwarna putih saat dipump, namun berubah agak pink saat dicolek jari. Teksturnya tidak kental, tidak lengket juga, dan wangi banget. Dua produk yang saya beli memang mengandung parfum.


Regenerist Micro-Sculpting Serum

Hari ini (saat blog diposting) sudah pemakaian hari ke-10.

Lima hari pertama, purging melanda. Muncul jerawat-jerawat besar: tiga di jidat, empat di pipi kanan, dan satu di rahang kiri. Lumayan paniklah, karena saat dulu memakai Safi, nggak ada masalah seperti ini.

obat jerawat belerang dari SariayuTapi saya tetap lanjutkan pemakaian, sambil saya oleskan juga obat jerawat belerang dari Sariayu (selalu stok di rumah, karena pada dasarnya saya rentan jerawatan).

Jerawat-jerawat besar itu hanya saya oles toljer (totol jerawat), tidak saya timpa serum dan krim malam Olay. Tapi area yang tidak jerawatan, tetap dipakaikan Olay.

Alhamdulillah di hari kesepuluh ini, jerawat-jerawat itu sudah mulai kempes, menyisakan bekas hitam (alias Post Inflammatory Hiperpigmentation/ PIH). Dan belum muncul jerawat baru, insyaAllah nggak ada lagi ya.

Ada tiga kemungkinan alasan jerawat-jerawat itu bangkit dari tidur panjang:
  1. Purging >>> ini bisa disebabkan kulit wajah saya kaget dengan produk baru, dan sedang beradaptasi.
  2. Breakout >>> kemungkinan kulit wajah saya sensitif dan tidak cocok dengan salah satu ingredient di produk Olay.
  3. Stress >>> karena volume pekerjaan di kantor lagi tinggi. Jika saya bekerja under-pressure seperti saat ini, sudah pasti jerawat berdatangan (mengingat bertahun-tahun lalu saat saya berjibaku dengan tesis).
Jadi, saya tidak buru-buru membuang produk Olay tersebut. Tetap diteruskan pemakaian, minimal sebulan untuk mengetahui apakah kulit wajah saya memang tidak cocok dengan produk Olay. Mesti menyabarkan diri dengan kehadiran "teman-teman baru" di wajah ini :D

Namun, produk Olay yang saya pakai, tetap ada efeknya loh. Kulit wajah jadi tampak lebih cerah, terhidrasi, nggak kusam, dan halus (kecuali ya di beberapa area bekas jerawat).

Sekian dulu pembahasan tentang skincare Olay. Saya akan update perkembangannya nanti, ketika dua produk ini sudah habis. Semoga bermanfaat ya, see you ^_^

Tuesday, December 4, 2018

Hasil Dua Bulan Pemakaian Safi Skincare (Age Defy)

Sudah lama banget nggak nulis blog. Di kantor sedang banyak kerjaan, lalu si sulung lagi persiapan ujian akhir semester, jadi sibuk warbiyasah...!

Postingan terakhir mengenai Safi Skincare Reviews. Dan saya sudah memakai rangkaian produk Safi selama dua bulan. InsyaAllah di post kali ini saya mau share hasilnya.

Dari delapan produk yang saya gunakan: facial washdeep exfoliatortoner, krim mata, gold water essence, serum, krim malam, dan krim pagi, produk yang sudah habis, dan ujung-ujungnya nggak re-purchase adalah: toner dan facial wash.

Produk lainnya belum habis, dan sampai saat ini masih digunakan. Kemungkinan besar, ada produk-produk yang akan saya beli lagi, karena sudah terlanjur falling in love. Dan, beberapa produk akan "good bye" dari pouch Safi. Produk apa saja? Berikut penyajiannya, dibahas lengkap dan detail ala saya ^_^


Facial foam Safi Age Defy
"good bye"
Cream Cleanser.
Langsung saja: saya nggak suka. Alasan pertama: karena bikin wajah terlalu kesat seperti tertarik. Padahal tidak mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfate).

Lalu kedua, entah kenapa ya, produk ini kan berparfum, tapi saat terkena air, dan berubah menjadi busa, aromanya jadi kurang enak. Kayak bau tengik gitu.

Untuk harganya yang mendekati 50 ribu rupiah, menurut saya over price. Jadi, setelah produk ini habis dalam waktu kurang lebih satu setengah bulan, saya tidak beli lagi. Saya akan kembali pada facial wash yang biasa saya pakai yaitu Mustika Ratu, Pixy, atau Sariayu.


Facial Wash
Substitusi Cream Cleanser Safi

Toner Safi Age Defy
"good bye"
Skin Refiner.
Toner Safi Age Defy memang ampuh mengangkat make-up, di antaranya foundation, bedak, blush oneye shadow, dan lipstik. Tapi masih belum sanggup untuk mengangkat maskara.

Toner ini pun double function. Bisa sebagai micellar water, sekaligus sebagai hydrating toner. Tapi jika dibandingkan dengan hydrating toner dari Cosrx (misalnya: Centella Water yang pernah saya pakai) masih jauh ya. Masih belum total menghidrasi kulit wajah.

Setelah toner Safi habis, saya berpaling kepada Cosrx Cantella Water untuk hydrating toner, serta Garnier atau Ovale untuk micellar water-nya.


Hydrating Toner & Micellar Water
Alternatif kedua untuk Toner-nya Safi

Deep exfoliator. Scrub Safi Age Defy
"good bye"
Deep exfoliator.
Scrub Safi yang butirannya sangat kecil dan tajam. Awal-awal pakai ini, enak banget. Wanginya juga enak, tidak seperti facial wash-nya yang jadi tengik baunya ketika tercampur air.

Sayangnya tidak bisa dipakai setiap hari, karena dapat menyebabkan over-exfoliate. Ini yang terjadi sama saya, padahal saya rutin memakai ini dua hari sekali. Namun, pada saat kulit wajah sedang sensitif gitu, walhasil jadi perih banget setelah menggunakan deep exfoliator.

Apa karena saya pakainya terlalu semangat, sehingga menggosoknya terlalu kuat. Kurang tahu juga. Jadi sekarang pakainya seminggu sekali, hanya untuk menghabiskan produk. Lalu, saya akan pindah haluan memakai exfoliator yang water based. Sudah lirik-lirikan dengan Cosrx BHA & AHA, Pixi Glow Tonic, atau Some by Mi ^_^


Exfoliating Toner: Cosrx, Pixi, Some By Mi
Exfoliating Toner dari berbagai brand

Eye Contour Treatment
"good bye"
Eye Contour Treatment.
Krim mata Safi ini sebetulnya kurang memberikan efek mencerahkan di kulit sekitar mata. Dua bulan memakai ini, saya tidak melihat perubahannya. Mata panda tetap nempel di wajah.

Tapi kelebihannya tetap ada dan saya rasakan juga kok: pertama membuat kerutan tersamarkan, dan kedua kulit kantung mata jadi lebih halus.

Namun, saya sudah memiliki KMIL (Krim Mata Idaman Lain) yaitu krim mata Magic Blue Pea Flower dari Votre Peau. Tapi, sebelumnya saya akan habiskan krim mata ini sampai titik krim penghabisan.


Votre Peau Magic Blue Flower Pea
Ini dia KMIL saya ^^

Gold Water Essence
falling in love
Gold Water Essence.
Produk favorit nomor wahid. Membuat kulit wajah terasa kenyal, lembut, dan lebih cerah. Cairan yang seperti gel ini cepat sekali terserap, seperti menyiram air dingin di padang pasir.

Pertikel-partikel emasnya juga terserap ke kulit, jadi bukan hiasan, seperti yang selama ini saya duga.

InsyaAllah, saya akan re-purchase produk ini, dan tiga produk setelahnya. Kenapa? Karena saya merasakan sekali manfaatnya. 

Jerawat & bekasnya cepat sekali hilang. Misal: pada malam hari saya mulai merasa gatal nih di kulit wajah tertentu (hal biasa sebelum jerawat muncul), setelah melakukan rangkaian skincare Safi, dimulai dari essence dan seterusnya, pagi hari, rasa gatal hilang, dan jerawat nggak jadi terbentuk.


Concentrated Serum
falling in love
Concentrated Serum.
Ini juga produk favorit saya. Ekstra melembabkan walau dipakai sedikit saja.
Pemakaiannya setelah essence. Dan, seperti essence-nya, serum ini juga mengandung partikel emas yang meresap ke kulit.

Produk serum juga akan saya re-purchase jika sudah habis nanti.






falling in love
Day Cream & Night Cream.
Dua krim yang dipakai setelah serum. Sesuai namanya, day cream untuk pagi, mengandung SPF25, dan night cream dipakai sebelum tidur.

Kedua moisturizer ini, sangat melembabkan, sekaligus mencerahkan.

Krim malam memang lebih lengket, dan terkesan berminyak banget dipakai di wajah. Tapi saat bangun tidur, kadar minyak di wajah saya jadi lebih terkontrol.

Krim pagi, teksturnya lebih rich, sehingga pakainya bisa sangat hemat. Oles tipis saja, manfaatnya sudah terasa. Kulit wajah lebih lembab, kenyal, halus dan cerah.

The Best from Safi


Kesimpulan: kombinasi gold water essence concentrated serum moisturizer-nya (pagi & malam), mampu membuat bekas jerawat cepat pudar, calon jerawat juga enggan muncul. Jerawat-jerawat kecil serta komedo-komedo juga hampir nggak ada. Saya sebut hampir, bukan berarti tidak ada sama sekali ya. Jerawat kecil masih ada, tapi nggak banyak, paling satu atau dua biji. Dan, cepat hilangnya. Alhamdulillah.

Lalu, untuk minyak berlebih di wajah lebih terkontrol. Siang hari yang biasanya menghabiskan dua lembar oil paper, sekarang hanya selembar, itu pun nggak penuh.

Kondisi kulit saya menggunakan empat produk Safi tersebut, sudah serupa saat memakai krim racikan dokter Erha. Maksudnya, efek yang saya dapatkan, sama baiknya ketika berkonsultasi ke Erha Clinic dulu. Terasa lembut, lembab, cerah, terlihat segar, sehat & memantulkan cahaya.

Demikian review kali ini, semoga bermanfaat buat semua :)

Tuesday, October 2, 2018

Safi Skincare Reviews - Age Defy

Safi Skincare Reviews - Age Defy


Holla..... 

Sebetulnya, sebulan belakangan saya lagi rajin-rajinnya memakai krim dokter Erha nih, terutama krim malam. Lalu, teman saya menginfokan, kalau kita rutin mengoles krim racikan dokter, kulit wajah akan semakin tipis, hingga urat-urat kecil bisa terlihat. Okay, lumayan creepyKarena selama ini saya tidak melihat adanya perubahan tingkat ketipisan kulit muka, jadi saya cuek aja, dan melanjutkan pemakaian. Tidak ada respon apapun terhadap kata-kata darinya.

Sampai pada suatu hari, kalimatnya kok jadi bergema dan kepikiran terus ya. Walhasil, setelah krim Erha di rumah habis, saya jadi enggan balik lagi untuk konsul. Dan, karena ujung-ujungnya saya tidak memakai krim apapun, jerawat berdatangan dari segala penjuru.

Hidung (area berminyak T-Zone) yang menjadi ladang pertama panen raya jerawat kecil, disusul dagu yang bermunculan jerawat jumbo. Stop!

Saya tidak mau lagi melalui hari-hari penuh jerawat. Sebab jari jemari suka iseng, pegang-pegang, usik-usik, akhirnya malah radang. Jerawat nyebar ke seluruh wajah >>> saya pernah banget ngalamin ini waktu bikin tesis, dan rasanya menyedihkan T_T

Belum lagi komedo, yang putih, hitam, bahkan pelangi, pasti ngumpul tuh di area hidung. Melengkapi penderitaan. Nah, sejak saat itu saya kepikiran mau hunting skincare. Dari sekian ribu produk, masa' sih nggak ada yang cocok sama saya? Ya kan?

Saya sudah baca beberapa review skincare dari beauty blogger & Female Daily. Mulai dari produksi lokal: Wardah, Sensatia Botanicals, Mineral Botanica, Elsheskin, Kohvee, dan Pampering Day, serta produksi luar: The Ordinary, Clinique, Mario Badescu, SKII, dan The Body Shop.

Review paling menawan diperoleh oleh Wardah: halal, bagus, terjangkau, produk lokal, dll. Saya sudah merencanakan untuk mengganti Erha Clinic dengan Wardah.

Tapi, saat belanja bulanan di Tip-Top, sesembak datang menghampiri saya yang sedang galau memilih antara facial wash Mustika Ratu atau Sariayu. Dia tersenyum hangat, dan memperkenalkan dirinya, serta brand yang dia wakilkan, yaitu Safi.

Saya pernah dengar tentang Safi sekali-dua kali dari instastory-nya Tasya Farasya, namun tidak pernah benar-benar mengamati. Karena waktu itu saya tidak terlalu tertarik dengan skincare.

Setelah melalui sosialisasi skala mini (antara saya dan sesembak Safi), saya memutuskan untuk melakukan ritual skincare dengan mencoba rangkaian produk Safi terlebih dulu. Jika cocok, akan berlanjut terus, jika gagal, maka putus kontrak.

Safi skincare berasal dari negeri sebelah: Malaysia. Jaminan halal MUI dan JAKIM (Malaysia). Terbuat dari bahan-bahan alami, serta teruji klinis. Dan, yang terpenting: sedang dalam masa promo, diskon 15%, karena Safi baru masuk Tip-Top. Biasanya produk Safi bisa dibeli di Guardian atau Watson.

Safi Skincare Reviews - Age Defy

Total ada 8 produk Safi Age Defy, untuk kulit berminyak (usia 30an), rinciannya sebagai berikut:

No. Produk Harga Normal Harga Promo
1. Deep Exfoliator Rp.42.925,- Rp.36.486,-
2. Concentrated Serum Rp.104.750,- Rp.89.037,-
3. Skin Refiner Rp.52.875,- Rp.44.944,-
4. Gold Water Essence Rp.128.000,- Rp.108.800,-
5. Eye Contour Treatment Rp.98.475,- Rp.83.704,-
6. Cream Cleanser Rp.47.400,- Rp.40.290,-
7. Day Emulsion SPF25PA++ Rp.59.950,- Rp.50.957,-
8. Renewal Night Cream Rp.67.100,- Rp.57.035,-
                                                                     Total =  Rp.511.253,-

Setelah melihat total harganya, senilai dengan konsultasi ke Erha, keputusan saya bertambah bulat untuk membawa pulang produk ini. (Note: harga promo hanya sampai tanggal 30 September 2018, dan menurut info dari SPG-nya, harga produk Safi di Tip-Top memang lebih murah dibanding Watson atau Guardian, walaupun masa promo telah berakhir, jadi jangan khawatir ^_^).

Packaging-nya sangat istimewa, didominasi warna emas dan ungu. Benar-benar mewakili bahan dasarnya: ekstrak emas & protein sutera. Terkesan mewah dan bijak (memang diperuntukkan khusus untuk wanita usia kepala 3 atau 4).

Safi juga mengeluarkan dua produk lainnya, yaitu: rangkaian Whitening Natural dan Whitening Expert. Keduanya untuk usia remaja dan twenty something.

Bahan-bahan alami yang terkandung dalam Safi Age Defy di antaranya:
  1. Gold Extract: mengandung trace mineral yang memelihara tekstur kulit tetap terasa kenyal dan halus serta membantu mengurangi penampakan keriput dan garis-garis halus >>> terkandung di seluruh produk Age Defy.
  2. Silk Protein: mengandung 18 jenis Amino Acid yang membantu melindungi kulit, baik untuk memelihara kelembaban dan kehalusan kulit wajah agar terasa lembut bagai sutera >>> terkandung di seluruh produk Age Defy.
  3. Vitamin C: membantu memelihara tampilan kulit tampak lebih cerah dan membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV >>> terkandung di facial wash dan scrubbing.
  4. Ekstrak Jamur: membantu meringkas pori, menghaluskan warna dan tekstur kulit >>> terdapat di toner.
  5. Light Diffusing Crystal: membantu membuat tampilan kulit wajah tampak lebih cerah dan berseri di siang hari, mengurangi penampakan kulit kusam pada wajah >>> terkandung di krim pagi.
  6. Phyto-SLC: membantu merawat kulit pada lapisan kulit yang paling dalam, membantu memelihara peremajaan kulit pada malam hari >>> terkandung dalam krim malam.
  7. Bio Hyaluronic: membantu meningkatkan kemampuan kulit untuk menjaga kelembabannya pada tingkat optimal >>> terkandung dalam essence.
  8. Oligopeptida: merawat lingkaran hitam dan mencerahkan kulit sekitar mata >>> terkandung dalam krim mata.
  9. Tri-Tone Equaliser: teknologi baru yang membantu mengurangi penampakan kulit kusam pada wajah dan membantu mencerahkan kulit, sehingga kulit wajah tampak lebih segar dan cerah berseri >>> terkandung dalam serum.

Langkah-langkah perawatan Safi skincare Age Defy dijabarkan panjang lebar oleh SPG-nya. Lalu, rangkumannya saya buat diagram berikut ini:

Step by Step Safi Skincare Age Defy
Step by Step Safi Skincare Age Defy

Safi Age Defy Cream Cleanser
Produk pertama yang digunakan >>> Cream Cleanser.
Facial wash berbentuk krim. Pakai saat mandi pagi dan sore hari. Manfaatnya untuk:
- Membersihkan debu dan sisa make up dengan optimal.
- Busa krim yang mewah membersihkan pori-pori, untuk kulit terasa halus lembut dan tampak bersinar.





Safi Age Defy Skin RefinerStep 1 >>> Skin Refiner.
Atau bisa juga disebut toner. Setelah membersihkan wajah dengan facial wash, tuangkan toner di kapas, dan usapkan dengan lembut ke seluruh area wajah, termasuk kulit sekitar mata. Skin refiner berfungsi untuk:
- Mengangkat sisa kotoran dengan lembut.
- Membantu untuk meringkas pori-pori.
- Formula tanpa tambahan alkohol ini memberikan kesegaran.




Safi Age Defy Deep Exfoliator
Step 1A & 1B >>> Deep Exfoliator.
Scrubbing boleh digunakan 2 atau 3 kali dalam seminggu. Sangat tidak disarankan pemakaian setiap hari (over-exfoliate), karena hanya akan menyebabkan iritasi kulit (jadi harap gunakan sesuai dosis ya). Lakukan proses pengelupasan, setelah mencuci muka dengan sabun, dan sebelum toner. Tahapan ini bisa dilewati ketika pada hari itu tidak ada jadwal exfoliateFungsi utamanya:
- Membersihkan debu dan kotoran penyumbat pori.
- Mengangkat sel kulit mati agar kulit tampak lebih cerah.
- Membantu membersihkan komedo hitam dan putih.
- Membantu kulit terasa lebih halus, lembut dan lembap.

Safi Age Defy Eye Contour Treatment
Step 2 >>> Eye Contour Treatment.
Setelah pemakaian toner, untuk area under eye, bisa langsung menggunakan eye cream. Cara pemakaiannya bukan diusap, melainkan di-tap, seperti proses nge-blend foundation atau concealer. Manfaat yang bisa diperoleh dari pemakaian rutin:
- Menyamarkan garis halus di sekitar mata.
- Menyamarkan lingkar hitam di sekitar mata.
- Mencerahkan kulit di sekitar mata.
- Menjaga kulit di sekitar mata tetap terasa lembap. 

Safi Age Defy Gold Water Essence
Step 3 >>> Gold Water Essence.
Di antara seluruh rangkaian Age Defy, produk yang satu ini memiliki lebih banyak penggemar. Rata-rata dari mereka memberikan review positif untuk gold water.
Cara pakainya cukup oles tipis-tipis ke seluruh wajah (termasuk leher) sambil dipijat lembut, kecuali area kulit sekitar mata. Fungsinya:
- Memelihara struktur kulit, tidak hanya merawat bagian luar tetapi juga bagian dalam kulit, merawat keremajaan kulit dengan optimal.
- Memelihara kelembapan sepanjang hari agar kulit terasa halus dan lembut serta mempersiapkan kulit untuk produk perawatan kulit berikutnya.

Safi Age Defy Concentrated SerumStep 4 >>> Concentrated Serum.
Setelah gold water, dilanjutkan dengan serum. Dioles tipis-tipis saja. Berfungsi untuk:
- Memelihara kolagen kulit agar tanda-tanda penuaan dini dapat tersamarkan.
- Merawat dan menjaga elastisitas kulit wajah.
- Mengurangi penampakan kulit kusam.
- Memberikan penampakan kulit yang cerah dan bersinar.



Radiant Day Emulsion SPF25PA++ & Renewal Night Cream.
Step 5A & 5B >>> Radiant Day Emulsion SPF25PA++ & Renewal Night Cream.
Krim pagi dan malam. Keduanya memiliki kandungan gold extract dan protein sutera.
Namun untuk krim pagi dilengkapi pula dengan light diffusing crystal, sedangkan krim malam terdapat phyto-SLC.
Cara pemakaian: dioles merata setelah kulit wajah mendapatkan serumnya. 
Manfaat dari pemakaian rutin kedua krim tersebut antara lain:
Krim Pagi
  • Meratakan penampakan warna kulit agar wajah tampak lebih cerah berseri di siang hari.
  • Melindungi kulit dari sinar UVA & UVB.
  • Melembapkan kulit.
  • Membantu merawat kulit tetap terasa kenyal dan segar.

Krim Malam
  • Memelihara kelembapan.
  • Mencerahkan kulit.
  • Menjaga kulit tetap terasa kenyal.
  • Membantu memelihara peremajaan kulit pada malam hari.
  • Kulit lebih terawat dan tampak lebih muda.

Terus terang saya belum menggunakan produknya sama sekali. Sebab saya pemakai aktif krim racikan dokter, jadi diwajibkan menunggu selama 2 minggu, supaya sifat kulit saya kembali normal. Setelah dua minggu, kulit sudah siap untuk rutinitas baru.

Yang jelas saya sudah nggak sabar. OK. Saya update hasilnya dalam satu setengah bulan ke depan (atau 2 bulan saja sekalian) biar saya bisa melihat perubahan yang nyata di kulit wajah.

See ya!!


Safi Age Defy
Safi in its pouch!



Klik tombol biru untuk melihat review setelah
dua bulan memakai Safi Age Defy