Showing posts with label Review Buku. Show all posts
Showing posts with label Review Buku. Show all posts

Saturday, September 29, 2018

Review Buku: I Was Here - by Gayle Forman

I Was Here - by Gayle Forman
Genre:
Fiction
Author:
Gayle Forman


Saya suka sekali membaca novel dengan tema acak. Jadi, membeli buku ini, secara random, tanpa iming-iming Number #1 Best Seller di sampul depannya atau desain cover yang keren banget, atau penulis yang sudah familiar. 

Saya hanya pengin merasakan sensasi baru, berupa kejutan-kejutan yang menyenangkan melalui karya-karya penulis yang asing buat saya.


Dan, saya lumayan terkesima dengan kisah di buku ini.


Adalah Cody, yang hidupnya terasa carut marut karena kehilangan sahabatnya.


Tiba-tiba, Meg mengirimkan email berupa permintaan maafnya, dan bahwa mengakhiri hidup adalah pilihannya sendiri. Megan Garcia, yang dikenal sebagai anak supel, hidup sempurna, orang tua yang rukun, otak encer dan beasiswa di kampus ternama, ternyata harus tewas bunuh diri dengan menenggak racun.


Cody, sahabat sejatinya merasa sakit hati, karena ia tidak tahu Meg memiliki pemikiran seperti itu. Selain itu Meg pun sudah rapi menyiapkan segalanya: jenis racun tertentu, menyewa kamar motel, mengirimkan email kepada orang-orang terdekatnya, hingga memberikan tips untuk petugas hotel. Dia bukan saja merasa kehilangan, tapi juga tidak terlalu yakin mengenal dekat sobatnya itu.


Namun, di tengah kesedihan yang melanda Cody, orang tua Meg meminta bantuannya untuk mengemas barang2 anaknya di asrama kampus.

Cody pun menemukan satu hal yang ditutup rapat oleh Meg, dan berhasil ia bongkar dari laptop yang kini diwariskan untuknya. Rahasia tentang mega proyek bunuh dirinya, yang ternyata bukan dirancang oleh Meg sendiri, melainkan oleh komunitas bunuh diri yang menyebut diri mereka sebagai Solusi Final.

Menjelang Epilog di akhir buku, saya lumayan tercengang sebab cerita Meg & Cody bukan fiksi semata. Diangkat dari kisah nyata Suzy Gonzales, yang mengalami depresi, salah bergaul dengan Kelompok Bunuh Diri, dan berujung kematian tragis.

Teknik penulisannya tidak perlu diragukan, sangat luwes, hingga membuat saya nyaman dan tidak membosankan. Plot agak lambat di awal-awal, karena menceritakan pribadi Meg dan Cody tidak dengan deskripsi, melainkan narasi-narasi panjang tentang masa lalu mereka. Menjelang pertengahanan mulai menegangkan, apalagi saat Cody nekat menyambangi rumah All_BS (salah satu pengurus komunitas Solusi Final).

Kalau saya baca beberapa review dalam dan luar negeri, katanya karya Gayle Forman yang ini (I Was Here) masih kalah bagus dengan karyanya sebelumnya (If I Stay & Where She Went).

Saya sudah nonton film If I Stay, tapi kalau dilihat dari filmnya saja, saya lebih suka I Was Here ^_^

Saturday, September 15, 2018

Small Great Things - Jodi Picoult (Segera Diangkat Ke Layar Lebar)

Small Great Things - Jodi Picoult
Genre:
Fiction
Author:
Jodi Picoult


Ini buku ketiga dari Jodi Picoult yang pernah saya baca (dua buku lainnya yang sudah difilm-kan juga: My Sister's Keeper & The Plain Truth). Small Great Things juga sedang dibuat filmnya, dengan dua aktris Hollywood tersohor yang akan memerankannya: Viola Davis & Julia Roberts.

Buku ini bercerita mengenai Ruth Jefferson, seorang bidan perawat berkulit hitam. Selama hidupnya Ruth berusaha menjadi orang yang sempurna: dalam pendidikannya, kariernya, lingkungannya, dan caranya mendidik anak. Ia ingin menjauhi gaya hidup orang kulit hitam pada umumnya, yang menurutnya jarang sukses. Ia lebih memilih untuk hidup dan berbaur bersama kulit putih.

Di rumah sakit tempatnya bekerja, Ruth menjadi satu-satunya bidan keturunan Afrika-Amerika. Bekerja profesional selama puluhan tahun. Sampai tiba waktunya, ia dicegah untuk merawat seorang bayi baru lahir: Davis Bauer, anak dari pasangan Turk & Brittany Bauer, hanya dengan satu alasan: Ruth bukan berkulit putih.

Viola Davis & Julia Roberts

Hal ini membuat Ruth menjadi kesal. Apalagi saat Turk Bauer, sang ayah mempertontonkan tato yang membuktikan dengan jelas bahwa ia adalah member dari supremasi kulit putih. Sekelompok orang rasis yang membenci kulit berwarna secara brutal.

Ruth tidak dendam pada bayi Davis, ia hanya sial berada di tempat dan waktu yang tidak tepat. Bayi Davis tiba-tiba mengalami kesulitan napas, sampai kulitnya membiru. Ruth melakukan apa saja yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan nyawanya, padahal ia sudah dilarang oleh sang atasan untuk menyentuh Davis.

Usaha yang ia lakukan sia-sia, Davis meninggal, dan orangtuanya melihat tangan Ruth menyentuh bayi mereka. Dituduhlah Ruth melakukan pembunuhan dengan motif dendam.

Drama rumah sakit dibawa dengan sangat halus sampai ke ruang sidang oleh Jodi. Penulis benar-benar serius dalam melakukan riset tentang segala hal, mulai dari kehidupan warga kulit hitam di Amerika, tentang supremasi kulit putih, rasisme dan dunia pengadilan. Hingga tulisannya sangat padat informasi dan membawa begitu banyak pesan positif.

Belum lagi drama keluarga (khususnya ibu dengan anak, atau ayah dengan bayi barunya) sukses membuat saya mengharu biru.

Dan, seperti dua novel sebelumnya, yang saya tunggu-tunggu: twist di bab-bab akhir. Tidak menyangka akan seperti itu endingnya, mengejutkan sekali. Sepertinya saya akan menobatkan Jodi Picoult sebagai Ratu Twist Sedunia. Mantap!

Saya sangat menunggu filmnya dirilis ^_^

Monday, August 27, 2018

The Silmarillion [Review Buku] J.R.R. Tokien

The Silmarillion [Review Buku] J.R.R. Tokien
Genre:
Fiction
Author:
J.R.R. Tolkien >>> Edited by Christopher Tolkien (his son)


Selesai membaca trilogi The Lord of The Rings dan The Hobbit, serta masih sempat juga membaca ulang TLOTR yang pertama: The Fellowship of The Ring, maka The Silmarillion ini adalah buku yang saya tunggu-tunggu  kehadirannya (versi Bahasa Indonesia pastinya). Buku ini adalah sejarah cikal bakal dari dua novel sebelumnya. Jadi, sangat wajib baca.

Lama nian saya menanti, sejak masih ABEGEH, sampai beranak-pinak, tak juga muncul beritanya. Akhirnya saya melupakan hasrat untuk membaca buku ini. Sudah tidak ada niatan mencarinya di rak-rak toko buku terkenal.

Dua tahun lalu, tepatnya tanggal berapa saya lupa, akhirnya saya membeli buku ini online, beserta dua buku Tokien lainnya, yaitu The Children of Hurin & Tales From The Perilous Realm. Maklum ya, saya mah orangnya nggak nanggung.

Saat itu buku A Perfect Proposal-nya Katie Fforde masih di tangan, jadi sementara saya mesti membendung nafsu saya terhadap buku ini. Dan, ketika waktu itu tiba (membaca The Silmarillion), jujur saja saya malah bingung dengan jalan ceritanya. Membacanya pun sangat perlahan (seperti orang yang megap-megap berenang ke tepian karena sulit bernapas). Kenapa?

Karena The Silmarillion bukan seperti dua novel epik karya Tolkien yang pernah saya baca. The Silmarillion tidak menceritakan kisah setahun dua tahun, atau seabad dua abad. Tidak pula hanya menyebut-nyebut segelintir tokoh. Melainkan awal penciptaan dewa-dewi serta semua makhluk yang akhirnya berdiam dan berkonflik di Middle Earth. Berjuta-juta tahun kehidupan, dengan berjuta-juta karakter dalam satu buku tebal. Layaknya orang sedang kehausan, dan ingin minum segelas air, tapi malah disemprot air selang tekanan tinggi sebanyak satu bendungan!

Jika dulu saya dibuat terkesima oleh kejeniusan Tolkien di dua novel sebelumnya, karena dia bukan cuma mampu membuat karya besar yang lengkap dengan denah, pohon keluarga, serta indeks bahasa. The Silmarillion membuat saya terjengkang, sebab Tolkien "menciptakan" dunia, dari awal sekali, dari mulai musik Eru Illuvatar dimainkan, hingga Middle Earth berjumpa dengan kiamatnya. Banyak orang bule (orang Barat Kaukasian, red) menyerupainya dengan "Bible".


The Silmarillion [Review Buku] J.R.R. Tokien

Adalah Eru Illuvatar yang ditulis sebagai "Tuhan" memainkan irama musik, dan disambut dengan dewa-dewi ciptaannya (yang saya anggap sebagai "Malaikat", karena saya hanya percaya Tuhan itu tunggal). Lalu, dalam irama musik yang hebat itu, diciptakanlah dunia dan cara kerjanya, serta makhluk-makhluknya (anak-anak Illuvatar: Elves & Manusia).

Tapi di tengah lagu yang gegap gempita, rupanya "Tuhan" ini memiliki rencana, dan membiarkan beberapa ruang kosong diisi dengan lagu-lagu gelap milik Melkor, sang antagonis utama (interpretasi dari Iblis).

Konflik bermula dari kecemburuan Melkor terhadap penciptaan anak-anak Illuvatar, persis seperti Iblis yang menolak sujud terhadap Nabi Adam alaihissalam. Melkor merasa dirinya lebih besar dan mulia dibanding Elves dan Manusia. Ia pun memberontak, dan melarikan diri ke Middle Earth untuk menguasainya.

Cerita pun bersambung dengan kehidupan Elves, generasi ber generasi, karakter bijak mereka, serta kemampuan mereka untuk membuat hal-hal yang indah. Ketika Feanor (dari bangsa Elves) berhasil membuat tiga permata silmaril yang paling cemerlang di antara semua cahaya, timbul rasa iri dalam hati Melkor, dan ia ingin mencuri untuk dirinya sendiri.

Banyak pertikaian dimulai, antara Melkor dengan dewa-dewi, serta Melkor dengan Elves, kelancangan Elves terhadap dewa-dewi, perang saudara sesama Elves, serta perang-perang besar lainnya yang terjadi di zaman kedua Middle Earth. Yang pelan tapi pasti menuntun ke runut cerita penemuan cincin dalam The Hobbit serta perang cincin dalam TLOTR.

Jika, sudah membaca TLOTR & The Hobbit, banyak lubang kosong yang akhirnya diisi dalam The Silmarillion. Tentang siapa itu Morgoth (penyihir hitam yang paling ditakuti pada masanya), mengapa kurcaci dan elves saling bermusuhan, sejarah awal bentuk Sauron yang hanya berupa mata di menara tinggi, dan mengapa ada makhluk semengerikan Balrog di kedalaman Moria?

Well, karena banyak sekali nama tokoh yang diceritakan oleh Tolkien dalam lembar-lembar calon naskahnya, dan begitu banyak lembaran naskah yang hilang, yang belum sempat ia tuntaskan. Sehingga membuat sang anak, Christopher Tolkien merasa perlu untuk mengumpulkan kembali berkas-berkas tersebut, dan menyatukannya menjadi sebuah buku.

Walhasil, bukunya penuh dengan potongan kisah heroik dan tragis. Masing-masing kisah membutuhkan penjabaran yang lebih panjang, dari hanya sekedar satu atau dua bab. Karena menurut saya, potongan kisah itu lebih epik dari dua novel sebelumnya.

Jadi, bagi pembaca baru The Silmarillion, siapkanlah dirimu untuk membaca buku ini lebih dari sekali. Dan fokuskan pikiranmu pada nama-nama tokoh, dan tempat yang sangat melimpah. Kadang saya jadi bingung, dan kebolak-balik sendiri mengingat nama-namanya.

Anyway, buku ini baru bisa saya tamatkan lebih dari setengah tahun lamanya. T_T

Wednesday, May 23, 2018

Buku Dzikir Pagi Petang - Bawa, Baca, Hafal

Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh,

Sahabat semuslim seiman, kali ini saya mau membahas sebuah buku saku nan mungil, yang jika dibawa-bawa pastinya tidak akan merepotkan. Membacanya secara rutin (which is dua kali setiap hari: pagi dan sore) insyaAllah mendatangkan banyak manfaat, serta yang terpenting diridhoi Allah subhanahu wata'ala.

Buku yang dimaksud ialah Buku Dzikir Pagi Petang. Dimensinya kurang lebih: 14 x 9 cm. Sehingga tidak akan menambah beban di tas kerja yang diisi laptop, atau tas kuliah/ sekolah yang penuh dengan buku-buku tebal.

Ada tiga buku yang (pernah) saya baca, berikut saya jabarkan:

Buku Dzikir Pagi Petang Sa'id bin Ali bin Wahf Al-QahtaniBuku dzikir pertama, saya beli di Yufid.com, seharga Rp.9000,-. Buku bercover kuning itu terbitan Pustaka Ibnu Umar, disusun oleh Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahtani, seorang syaikh dan pendidik berkebangsaan Arab, yang sangat produktif menulis buku-buku Islam.

Dzikir-dzikir yang beliau susun, ditulis juga sumbernya di bagian footnote, hingga kita bisa tahu apakah sanad hadits-nya shahih, atau hasan. Selain dzikir pagi petang, terdapat pula dzikir sesudah shalat fardhu yang mengikuti Qur'an dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Tulisan arab dan artinya dicetak lumayan besar, hingga tidak kesulitan ketika membacanya di jalan.

Buku Dzikir Pagi Petang Muhammad Abduh Tuasikal
Buku kedua yang saya beli terbitan Pustaka Muslim, nama penyusunnya: Muhammad Abduh Tuasikal, seorang ustadz kelahiran Ambon dan dibesarkan di Tanah Papua.

Saat buku dzikir yang pertama hilang (keselip entah kemana, red.), saya beli buku kedua di ruwaifi.com, toko buku online milik Ustadz Muhammad, seharga Rp.6500,-.

Kenapa saya lebih memilih buku beliau ketimbang repurchase buku Syaikh Sa'id? Karena buku dzikir kedua ini dilengkapi dengan dzikir sebelum tidur. Jadi, lumayan satu harga, dapat 3 in 1 (dzikir pagi-petang + dzikir setelah shalat + dzikir sebelum tidur).

Setelah saya cermati, susunan dzikir pagi-petang di buku kedua, lebih sedikit dibanding buku pertama. Ternyata Ustadz Muhammad hanya memasukkan dzikir yang sanadnya shahih.

Tulisan di buku ini lebih kecil, tapi saya malah termotivasi untuk menghafalkannya. Soalnya lumayan bikin sakit mata jika dibaca manual saat berkendara (saya nebeng kok, bukan driver hehehe...).

Buku Dzikir Pagi Petang Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Buku ketiga saya dapat dari souvenir kawinan sepupu. Penerbitnya Pustaka Imam Asy-Syafi'i, penyusunnya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Walaupun beliau sering difitnah sebagai ustadz wahabi, namun semua isi ceramahnya tentang tauhid dan mengesakan Allah subhanahu wata'ala. Jadi, setelah mendengar kajian-kajian Ustadz Yazid via Youtube, saya tidak peduli lagi dengan omongan orang mengenai beliau.

Seneng banget pas dapat ini, karena selain gratis, isinya menyempurnakan bacaan dzikir saya sebelumnya. Ustadz Yazid menjelaskan beberapa dzikir (yang ternyata ada di buku pertama) bersanad dhoif, disertai alasan mengapa bisa menjadi dhoif.

Buku bersampul cokelat tua ini tulisannya besar-besar, enak dibaca oleh yang masih muda maupun sepuh, dimana saja dan tentunya mudah dihafal.


Beberapa faedah berdzikir (dikutip dari buku ketiga):
  1. Mendatangkan keridhoan Allah subhanahu wata'ala.
  2. Mengusir syaitan.
  3. Menghilangkan kesedihan hati.
  4. Menghadirkan kegembiraan hati dan ketentraman jiwa.
  5. Menguatkan jasmani & rohani.
  6. Melapangkan rezeki.
  7. Menimbulkan rasa percaya diri.
  8. Menimbulkan rasa cinta kepada Allah subhanahu wata'ala.
  9. dan lain sebagainya, masih ada sekitar 40-an manfaat yang ditulis oleh Ustadz Yazid di bukunya tersebut.

Demikian review buku-buku dzikir, semoga bisa memotivasi sahabat sekalian untuk merutinkan berdzikir saat pagi dan petang.

Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.

Saturday, December 16, 2017

A Perfect Proposal - Katie Fforde

A Perfect Proposal
Genre: Romance
Penulis: Katie Fforde

Setelah membaca buku pertama Katie: Summer of Love, saya langsung yakin akan mencintai buku keduanya berjudul: A Perfect Proposal.

Setelah menamatkannya kurang dari dua minggu, benarlah dugaan saya, bahwa buku ini bagus, manis, ringan, segar, dan membuat jantung berdegup-degup.

Sophie Apperly, seorang wanita muda, usia awal 20an, tinggal bersama orang tua dan kakak laki-lakinya di Inggris. Ayah & kakaknya berprofesi sebagai akademisi, dan ibunya berkarier sebagai pelukis. Meski begitu, mereka selalu bermasalah dengan finansial.

Sophie tidak kuliah, namun ia berbakat sekali dalam hal merombak barang loak menjadi barang yang lebih berguna, dan ingin sekali kursus menjahit untuk lebih mengembangkan bakatnya itu. Namun, keluarganya menolak untuk membiayainya, karena menurut mereka hal itu tidak berguna.

Sophie bertekad membiayai sendiri kursusnya. Ia bekerja serabutan di bar atau cafe, dan mengumpulkan uang.

Saat ia tidak memiliki pekerjaan, Ayah & Ibu menyuruhnya untuk mengurus Paman Eric, salah satu kerabat mereka yang sudah tua. Paman Eric kaya raya, punya banyak uang, dan keluarga Sophie berniat agar Sophie "mencuri" sedikit uang dari Pamannya.

Tentu saja hal itu tidak dilakukan Sophie. Ia melayani Paman Eric dengan tulus. Namun di hari-hari terakhirnya merawat Sang Paman, Sophie mendapati bahwa ada berkas-berkas tua milik keluarganya tentang hak-hak waris pengeboran minyak bumi. Yang jika diurus legalitasnya, maka keluarga besarnya akan mendapatkan banyak uang: Puluhan ribu Pounds (which is 1 GBP = Rp.18.000-an, kurs hari ini, saat artikel ditulis).

Jumlah itu cukup besar untuk merenovasi rumahnya yang setengah hancur, dan membiayai kursusnya, tentu saja.

Melacak berkas & dokumen tua, mengharuskannya berangkat ke kota New York, untuk menemui kerabat lainnya. Ia menginap di apartemen salah satu sahabatnya, Milly.

Saat acara pameran di galeri seni tempat Milly bekerja, Sophie bertemu dengan Matilda secara kebetulan.

Matilda, yang merupakan wanita usia lanjut, dan sangat kaya, langsung menyukainya saat itu juga, mengundang Sophie untuk menghadiri acara Thanksgiving di mansion-nya di Connecticut.

Luke, cucu Matilda, bocah tajir yang tampan, namun angkuh, sangat tidak menyambut Sophie di tengah-tengah undangan tersebut. Ia hanya dianggap sebagai parasit. Tapi, atas desakan Matilda, Luke bersedia membantu Sophie untuk mencari kerabatnya itu, dan mengurus proyek hak waris pengeboran minyak.

Saat Sophie kembali ke Inggris, dan Luke menyusulnya untuk membereskan beberapa proyek, mengharuskan mereka menghabiskan hari-hari bersama di Kota Cornwall yang indah. Momen-momen itulah yang menjadi alasan awal hati Sophie berbunga-bunga, dan kehidupannya berubah total.

Saya sulit sekali menilai buku ini jelek. Dari awal sampai ending bagus banget. Walaupun endingnya klise dan mudah ditebak, tapi sangat layak dibaca. Apalagi kalau bacanya, sambil googling nama-nama kotanya: Cornwall, Falmouth, Connecticut, dll. Sangat indah ^_^

Wednesday, June 21, 2017

Eleanor & Park - Bacaan yang mendebarkan

Eleanor & Park
Genre: Romance - Young Adult
Penulis: Rainbow Rowell

Beli buku ini online, tertarik karena ada embel-embel New York Times Best Seller, dan sederet penghargaan lainnya.


Begitu tiba di tangan, dan melihat covernya yang berkilauan, hati saya menjadi gelisah. Nggak tahan kalau tidak melahapnya langsung.

Eleanor, gadis baru di sekolah, bertubuh tambun, rambut keriting merah terang, gaya berbusana yang aneh. Berdiri di lorong bus, menunggu seseorang bergeser memberikan satu tempat untuknya.

Park, cowok manis, berwajah oriental, penggemar band-band rock, dan komik-komik Marvel. Dengan acuh tak acuh, dan tanpa diminta, akhirnya mau bergeser, supaya Eleanor bisa duduk.

Mereka berdua, selalu saling diam selama perjalanan pulang dan pergi ke sekolah. Hingga suatu hari, saat Park menyadari bahwa gadis itu ikut membaca salah satu komiknya, ia berusaha untuk "berbagi" komik tersebut. Dengan cara membaca lebih lambat, dan membalik tiap halamannya perlahan.

Kehidupan mereka berdua sangat bertolak belakang. Keluarga Park adalah sempurna. Ia memiliki orang tua yang saling mencintai, serta mengurus anak-anak dengan baik. Beda hal dengan Eleanor. Ibu dan ayahnya bercerai. Kini ia dan kelima saudaranya harus tinggal bersama ayah tiri yang kriminal dan cabul.

Kehidupan di sekolah, juga sangat berbeda. Park termasuk anak-anak level atas. Sedangkan, Eleanor sering di-bully. Namun, biar begitu, Park malah makin menyukainya. 

Kisah cinta yang dimulai di bus sekolah, mendengarkan lagu lewat rekaman kaset, membaca komik berdua, saling pandang, berpegangan tangan, aduh... tahun 90-an banget yak hehehe...

Saya nggak heran kenapa buku ini bisa memenangkan banyak awards. Selain menampilkan kesederhanaan alur cerita, tokoh-tokoh utamanya sangat mudah dicintai, dan tokoh-tokoh lain memiliki karakter kuat, tidak hanya sebagai pelengkap yang menempel.

Satu lagi, mungkin kita semua yang melewati masa remaja di tahun 90an, pernah mengalami beberapa adegan di buku ini. Sekarang, pasti kita sudah melupakannya begitu saja. Tapi, Rainbow Rowell mengingatnya dengan detail. Dia mengumpulkan kenangan 90an semua orang di dalam sebuah album, dan membukukannya.

Semua orang pasti akan merasa cerita di buku ini mencontek kisah cinta mereka yang telah lalu. Bacaan yang mendebarkan.

Ada satu yang kurang dari novel ini. Namun, kekurangan itupun menjadi kelebihan yang lebih besar lagi. Bagian ending-nya. Yang hanya ada tiga kata. Apa tiga kata itu? Aah... bikin saya mau menangis saja rasanya T_T

Monday, June 12, 2017

Review Buku: Muslim Yang Paling Sempurna Imannya, Yang Paling Baik Akhlaknya

Buku: Muslim Yang Paling Sempurna Imannya, Yang Paling Baik Akhlaknya
Genre: Agama Islam
Penulis: Ust. Firanda Andirja, MA.

Buku ini membahas hadits-hadits mengenai adab dan akhlak yang baik, supaya dapat menjadi muslim yang ideal. Diangkat dari kitab Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalaani rahimahullah.

Di antara hadits adab yang diuraikan dalam buku ini antara lain:

  • Masalah hak sesama muslim terhadap muslim lainnya.
  • Hakekat kebaikan dan dosa
  • Adab dalam bermajelis
  • Memberi salam & menjawab salam
  • Makan dan minum
  • Saat bersin
  • Memakai sendal, berpakaian, dll

Lalu, disambung bab kedua, mengenai pentingnya silaturahmi, apa itu silaturahmi, salah kaprah silaturahmi, keutamaan ridho orang tua, anjuran menghormati saudara dan tetangga, syirik dan dosa-dosa besar, dll.

Ditutup dengan bab ketiga, mengenai Zuhud & Wara'.
  1. Menjauhi hal-hal syubhat
  2. Celaan bagi orang yang diperbudak oleh dunia
  3. Perintah untuk Wara' kepada dunia
  4. Larangan menyerupai kaum kafir
  5. Perintah meminta pertolongan hanya kepada Allah subhanu wa ta'ala 
  6. Perintah zuhud kepada dunia
  7. Meraih kecintaan Allah subhanu wa ta'ala kepada seorang hamba
  8. Keutamaan bertaubat kepada Allah subhanu wa ta'ala , dll

Dalam Islam, segala hal dalam kehidupan kita diatur sedemikian rapi. Mulai dari masalah besar dan pelik seperti Syirik, hingga ke hal-hal terkecil dan remeh, seperti memakai sandal. Masing-masing hadits mempunyai keutamaan untuk dipelajari dan diamalkan. Tugas kita hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Maka insyaAllah, mengalirlah pahala-pahala, dan bergugurlah dosa-dosa.
Itulah mengapa saya sangat bersyukur terlahir dalam keluarga Islam, dan sudah mengenal Islam dari masih sangat kecil.

Selain itu, isi buku ini juga merupakan kumpulan ceramah singkat Ustadz Firanda di grup WhatsApp Bimbingan Islam (BiAS), lalu ditulis ulang, dilengkapi, dan disempurnakan hingga menjadi sebuah buku yang mesti dibaca.


Tebal buku hanya 276 halaman, jadi nggak ada kata tidak mau baca. Bisa dibaca satu hadits dalam sehari, jika memang benar-benar malas. Lalu ilmunya segera dipraktikkan. InsyaAllah mendatangkan keridhoan Allah subhanahu wata'alla kepada kita. Amin.


Note: jika ingin bergabung dengan grup WhatsApp Bimbingan Islam (BiAS) yang digawangi oleh Ustadz Firanda Andirja >>>>> langsung klik https://bimbinganislam.com/pendaftaran/


Monday, February 13, 2017

Buku Anak Islami: Kisah Nabi & Rasul (7 Seri)

Buku Anak Islami: Kisah Nabi & Rasul (7 Seri)
Genre: Agama Islam
Penulis: Abu Afifah Ar-Raji

Buku ini dijual satu set, terdiri dari 7 seri. Masing-masing seri tertulis tiga sampai lima kisah para Nabi. Di buku terakhir, khusus membahas kehidupan, tugas dakwah kenabian & mukjizat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Tertulis dengan bahasa yang ramah anak. Mudah dipahami, dan dicerna. Dilengkapi juga dengan gambar-gambar ilustrasi.


  • Seri pertama; membahas sejarah penciptaan Nabi Adam, serta kisah dari Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Hud alaihis salam.
  • Seri kedua; menceritakan kehidupan Nabi Shalih, Ibrahim, Luth, dan Isma'il alaihis salam.
  • Seri ketiga; mengisahkan teladan Nabi Ishaq, Yaqub, Yusuf & Syuaib alaihis salam.
  • Seri keempat; menggambarkan tugas dakwah kenabian Nabi Ayyub, Dzulkifli, Yunus, Musa dan Harun alaihis salam.
  • Seri kelima; menceritakan kisah Nabi Dawud, Sulaiman, Ilyas dan Ilyasa alaihis salam.
  • Seri keenam; mengisahkan kehidupan Nabi Zakariya, Yahya dan Isa alaihis salam.
  • Seri ketujuh; membahas lengkap secara khusus kehidupan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam mulai dari kelahiran beliau, masa kanak-kanak, remaja, hingga turun wahyu kenabian.


Membaca buku ini selain menjadi pembelajaran & hiburan bagi anak-anak, saya pun jadi mengingat kembali kisah-kisah teladan para Nabi Allah.

Terutama di buku terakhir yang menceritakan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Memang betul-betul seperti membaca novel epik. Jadi ketagihan buat baca versi yang lebih detail.

Anyway, saya merekomedasikan sekali buku ini. Daripada membacakan cerita-cerita dongeng yang dusta sebelum tidur kepada anak-anak kita. Lebih baik membacakan kisah para Nabi & Rasul, yang ditulis dengan jujur, kisah nyata dengan banyak pesan moral di dalamnya. InsyaAllah membantu menebalkan iman mereka. Amin.

Thursday, February 2, 2017

No Excuse!

No Excuse!
Genre: Nonfiksi
Penulis: Isa Alamsyah

Alasan beli buku ini karena tertarik sama judulnya yang sangat menggugah! Dan begitu dibaca, isinya memang tentang motivasi.

Banyak contoh nyata dari tokoh-tokoh dunia, yang mulanya bukan siapa-siapa, lalu menjadi seorang bintang. Sebut saja, Oprah Winfrey, Micheal Jackson, Sylvester Stallone, dll. Lalu tokoh dalam negeri seperti Indy Barens, Andy F. Noya, Mooryati Soedibyo, dll. Mereka yang kisah hidupnya dijabarkan, menghilangkan Excuse (atau alasan) dari pikiran mereka, dan berhasil sukses.


Excuse-excuse yang ditulis seperti: tidak kaya, lahir di keluarga miskin, tidak punya modal, tidak cocok dengan pekerjaan tertentu, tidak bisa melakukan sesuatu, tidak berminat, tidak berbakat, tidak punya fasilitas, tidak punya pengalaman, dll. Penjabarannya juga selalu diakhiri dengan solusi yang sangat memotivasi.

Kelebihan dari buku ini, kita seperti membaca rangkuman dari berbagai buku biografi orang-orang terkenal. Lalu, kalimat-kalimatnya memang sungguh-sungguh memotivasi. Kekurangannya ada di bagian belakang: No Excuse untuk MLM. Bagian ini sedikit nggak nyambung menurut saya. Seolah-olah penulis ingin menawarkan produk MLM, dan bergabung menjadi downline-nya.

Isa Alamsyah adalah penulis yang bergelut di bidang jurnalistik. Beliau adalah suami penulis ternama: Asma Nadia. Oh iya, Asma Nadia serta kakaknya Helvy Tiana Rosa, juga masuk ke daftar tokoh-tokoh sukses.

Monday, January 23, 2017

Marah yang Bijak

Buku Marah yang Bijak
Genre: Parenting
Penulis: Bunda Wening

Buku ini tipis, cuma 107 halaman. Senang, bacanya nggak lama.
Penulis yang merupakan konselor parenting mengemas tulisannya dengan apik, ringkas, dan mudah dipahami.

Setiap bahasan selalu disertai dengan contoh nyata yang memang sering terjadi.


Ibu dengan anak pasti mengerti, ketika anak tiba-tiba tantrum di mall, atau di warung. Nggak mau pulang sebelum dapat jajanan yang dia mau. Ibu di posisi ini jadi serba salah, dibelikan jajan, nanti jadi kebiasaan, nggak dituruti, nangis terus, bikin malu. Pokoknya serba salah, ujung-ujungnya kita panik sendiri, hadirlah bentakan-bentakan, hardikan-hardikan untuk anak, dan tanpa kita sadari menyakiti hati kecilnya.


Bunda Wening menulis solusi untuk menyiasati kejadian contoh tersebut. Pun di situasi lainnya.


Selain itu, ilmu dan teknik parenting yang beliau tuliskan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Islami sekali. Dan tentu saja, tekniknya cerdas, tepat, dan mudah dipraktikkan.


Bagi ibu-ibu dan bapak-bapak yang suka marah nggak jelas ke anak, coba deh baca buku ini biar lebih paham gimana cara marah yang bijak.


Kita tetap boleh marah, tapi dengan cara yang lebih islami. InsyaAllah, tidak ada hati mungil yang tersakiti.


Sunday, September 11, 2016

Summer of Love - Katie Fforde

Katie Fforde
Genre: Romance
Penulis: Katie Fforde

Suka banget sama cover buku ini. Very chic. Apalagi waktu lihat banderol harganya, cuma 20.000 rupiah. Lagi ada pesta buku, jadi diskon besar-besaran! Aaaah.. Heaven!

Setelah ditamatkan - yang butuh waktu hampir 3 bulan, karena selain bukunya tebal, juga karena sibuk memanfaatkan cuti lahiran ... yup, bener banget si putri kedua sudah exist - nggak menyesal bacanya. Ceritanya bagus banget. Tidak membosankan sedikit pun, walau gue selesaikan dengan berlelet-lelet ria.

Ceritanya tentang seorang cewek bernama Sian Bishop. Serta, bocah lelakinya: Rory, usia empat, yang tidak mengenal ayah kandungnya.
Sian bukan janda, karena dia memang belum menikah sebelumnya. Dia hanya seorang ibu yang berperan ganda.

Saat kehidupan di London terasa menghimpitnya, ia pun memutuskan untuk pindah ke desa membawa serta anaknya itu. Terbayang akan kehidupan yang jauh dari hingar bingar kota. Santai. Tenang. Damai.

Di lingkungan barunya, ia pun mengenal Fiona, wanita paruh baya yang mudah sekali menjadi sahabatnya.
Sian memiliki bakat melukisi furniture tua, dan menjadikannya sebagai mata pencaharian selama ini.

Kehidupan sederhana yang dilakoni Sian pun berubah total, setelah tiba-tiba seseorang dari masa lalunya datang kembali, dan mengusik masa kininya.

Gus, yang pulang dari petualangannya pun terkejut akan kehadiran Sian.

Sian, yang awalnya tidak sedang mencari cinta, terpaksa harus berjibaku dengan hatinya lagi. Antara menerima atau menolak. Meskipun Gus adalah sosok yang sulit untuk ditolak.

Namun kisah di masa lalu tidak mungkin bisa disembunyikan selamanya. Ada saatnya rahasia itu akan terkuak sendiri. Apalagi saat Fiona menyadari betapa miripnya Rory dengan Gus!

Gaya penulisannya sederhana. Mengalir, dan tidak bikin boring. Nggak salah deh, di cover depannya ada embel-embel "The Sunday Times Bestseller".

Thursday, April 28, 2016

Pro Kontra Imunisasi

Pro Kontra Imunisasi
Genre:
Kesehatan
Author:
Dr. Arifianto, Sp.A

Saat Si Sulung masih dalam kandungan, Saya bertemu dengan seorang ibu yang juga sedang hamil anak pertama. Kami ngobrol basa-basi soal proses kelahiran nanti, tentang ASI & IMD, lalu berujung pada imunisasi.

Sebelum bertemu Bumil ini, Saya pikir tidak ada yang salah dengan imunisasi. Sebab, sudah diberikan secara turun temurun. Vaksinasi merupakan hal biasa buat Saya, seperti membeli keperluan bayi saja. Malah yang Saya pelajari serius adalah teori tentang ASI. Karena di keluarga besar, ASI sudah tidak populer. Kalah pamor dengan sufor.

Konon, Si Ibu membaca sebuah majalah Islam bulanan tentang "kejahatan" imunisasi. Vaksin tidak lebih dari konspirasi barat dan Yahudi, yang ingin membunuh anak-anak Muslim, pelan-pelan. Katanya, artikel tersebut ditulis oleh seorang ustadz. Yang mana, tidak mungkin beliau berdusta. Mengerikan sekali, bukan?

Dari obrolan singkat dengan Si Ibu tadi, menggantunglah pikiran kerdil untuk ikutan tidak mengimunisasi anak-anak Saya. Vaksin "Si Pembunuh" itu diam-diam Saya coret dari daftar "Hal Biasa".

Beberapa hari menjelang lahiran, Saya berkunjung ke rumah sepupu. Dia pun menceritakan hal serupa. Bersumber dari majalah yang sama. Bahkan anak ketiganya tidak divaksin sama sekali. Teror imunisasi menghampiri lagi.

Begitu Sabrina lahir (entah kenapa, mungkin memang sudah jalannya), Saya tetap mengikuti jadwal vaksin gratis dari Pemerintah di Puskesmas. Apa karena efek magis kata "Gratis", jadi Saya melunak? Hahaha.. maklumin aja ya, namanya juga emak-emak.

Karena sudah kadung imunisasi, mulailah Saya konsultasi dengan Mbah Google. Mencari-cari pembenaran atas tindakan memvaksin anak. Dan apa yang Saya temukan begitu mencengangkan. Pro kontra imunisasi sangat ramai di jagat maya. Masyarakat world wide web terpecah menjadi dua kubu: ProVaks & AntiVaks. Fakta diberikan. Opini & hujatan dilemparkan. Saya, Si Awam kebingungan.

Semakin banyak artikel yang dibaca, semakin bingung. Akhirnya Saya menyimpulkan, hanya memvaksin Sabrina mengikuti jadwal Pemerintah, bukan IDAI. Keputusan ini pun Saya sesali sekarang.

Sebelum putri kedua lahir, tanpa ragu, Saya membeli dan membaca buku ini. Supaya keteledoran itu tidak terulang ke anak-anak berikutnya. Sebagai seorang Ibu, mengedukasi diri sendiri adalah hal penting. InsyaAllah dinilai ibadah olehNya. 

Dari buku bersampul biru, Saya jadi tahu banyak. Ternyata vaksin-vaksin yang diwajibkan Pemerintah adalah buatan lokal. Nama perusahaannya: Bio Farma, pun merupakan badan usaha milik negara, bukan swasta.

Vaksin-vaksin yang diproduksi Bio Farma juga diekspor ke negara-negara Muslim, yang lebih mempercayakan imunisasi penduduknya kepada kita: Negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia: Indonesia! Harusnya bangga donk ya. Namun di negaranya sendiri, Bio Farma malah dicap sebagai "musuh" oleh beberapa oknum.

Dr. Arifianto, yang aktif juga di Gesamun (Gerakan Sadar Imunisasi), menerangkan apa itu imunisasi, bagaimana proses pembuatannya, vaksin apa saja yang beredar di dunia, lalu mana saja yang diwajibkan Pemerintah dan direkomendasikan IDAI. Selain itu, beliau juga membeberkan fakta-fakta dari penelitian terbaru, mitos-mitos, serta berita-berita seputar imunisasi di pelosok tanah air dan dunia.

Membaca buku ini, membuka mata Saya, betapa vaksin merupakan isu sensitif, yang wajib diluruskan dengan ilmu pengetahuan, bukan dengan menyadur perkataan si anu, atau si anu.

Demikian.

Saturday, April 9, 2016

Buku Pintar ASI Dan Menyusui

Buku Pintar ASI Dan Menyusui
Genre:
Parenting & EdukASI
Author:
F.B. Monika

TIdak berlebihan jika saya sebut buku ini sebagai salah satu perlengkapan wajib yang dimiliki ibu hamil & menyusui, selain perlengkapan lainnya seperti alat pompa, botol kaca ASIP, bra menyusui, dll.

Saya juga merekomendasikan sebagai kado untuk ibu-ibu yang baru melahirkan. Sebab, isi bukunya lengkap banget. Membahas perASIan dari A sampai Z. Serta membuat Ibu menjadi lebih percaya diri memberikan ASI untuk bayi tersayang. Bagus juga dibaca para ayah, atau nenek, atau pengasuh bayi lainnya, supaya dapat mendukung per-ASI-an 100%.

Si penulis buku, Ibu Fatimah Berliana Monika, atau biasa disapa Ibu Monik, adalah konselor laktasi yang aktif menulis artikel di forum Urban Mama bagian Expert Explains. Bagaimana tidak, beliau ini menuntut ilmu per-ASI-an hingga ke New York, USA. Tepatnya di La Leche League (LLL), dan sempat menjadi salah satu leader-nya. Ibu Monik menjadi WNI pertama yang menjadi leader di LLL. Hebat ya. Jadi, tidak diragukan lagi kompetensinya.

Hal-hal yang dibahas dalam bukunya, antara lain:
  • Manfaat ASI bagi bayi, dan ibu.
  • Tahap perkembangan ASI, mulai dari wujud kolostrum hingga ASI matang.
  • Kandungan ASI yang sangat lengkap, hingga tidak bisa disaingi oleh produsen sufor manapun.
  • Anatomi payudara ibu.
  • Mekanisme produksi ASI.
  • IMD (Inisiasi Menyusui Dini).
  • Manajemen ASI (posisi menyusui, latch-on, breast massage, relaktasi, weaning/ menyapih, etc).
  • Masalah-masalah menyusui yang biasa dialami ibu-ibu di dunia.
  • Manajemen ASIP (cara-cara memerah dengan tangan & alat pompa, pemilihan wadah ASIP, panduan penyimpanan ASIP, meningkatkan produksi ASIP, power pumping, E-Ping (Exclusively Pumping), ASI Donor, etc).
  • Seputar nutrisi untuk ibu menyusui. 

Semua dijabarkan detail, lengkap dengan sumber terpercaya, dan penelitian-penelitian terbaru. Dan, menurut saya bahasannya cukup untuk menggantikan seminar-seminar laktasi, jika ibu tidak sempat mengikuti seminar atau terkendala masalah biaya. Seperti kita tahu, biaya hadir di seminar laktasi lumayan mahal. Dan, kadang diadakan di tempat-tempat jauh, yang sulit dijangkau oleh beberapa ibu.

Wednesday, March 2, 2016

Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak

Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak
Genre:
Parenting 
Author:
Ayah Edy

Nggak menyesal sama sekali beli dan baca buku ini. Bahkan kemungkinan besar akan gue baca berulang-ulang, demi menyerap lebih dalam seluruh rahasia yang dipapar oleh Ayah Edy.

Buku ini membuka mata gue lebih lebar, tentang bakat dan minat seseorang, khususnya anak.

Bakat & minat gue? Sudah jelas di seputaran buku dan menulis. Dari kelas 5 SD, gue sudah gemar mengoleksi puluhan judul novel, bukan lagi komik. Dan, gue juga rajin menulis diary (dari masih ingusan sampai sudah beranak-pinak begini). Kemudian gue lanjutkan dengan menulis cerpen-cerpen & puisi-puisi, walaupun nggak ada satupun yang diterbitkan. Menulis buat gue, sudah seperti kebutuhan akan bernapas, saking pentingnya.

Tapi, sungguh sayang, kedua orang tua gue hidup di zaman sebelum Ayah Edy menjadi ahli parenting, pun belum menerbitkan buku ini. Jadi, mereka tidak bisa juga disalahkan atas ketidaksesuaian pekerjaan yang gue geluti sekarang dengan bakat & minat gue.

Padahal nih, jika saja gue diarahkan sejak kecil, lalu pekerjaan gue sekarang adalah menulis, dan menulis saja, gue akan menjadi orang yang paling happy di dunia. Itu salah satu janji Ayah Edy di bukunya.

Selesai membaca buku ini, gue termotivasi untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. InsyaAllah gue akan mengarahkan anak-anak gue untuk mengejar passion mereka, tapi tetep ya, nggak boleh keluar dari koridor Islam.

Apa saja yang diperlukan untuk memetakan potensi unggul anak? Dalam buku best seller-nya ini, Ayah Edy menyebutkan lima langkah:
  1. Menyusun program stimulasi
  2. Membuat daftar minat & bakat
  3. Uji coba minat & bakat anak
  4. Penajaman profesi
  5. Make a life plan
Dan, selanjutnya tinggal direview target pencapaiannya secara berkala, per tiga bulan, enam bulan, atau per tahun.

Untuk langkah pertama, yaitu menyusun program stimulasi, bisa dilakukan sembari berwisata. Misalnya, ajak anak ke Seaworld atau Gelanggang Samudra Ancol untuk mengenalkan dunia bawah laut. Ke Kidzania, sekalian belajar tentang profesi-profesi orang dewasa. Ke Museum Iptek di TMII, atau Museum Transportasi di Malang. Berkunjung ke Planetarium di TIM untuk mengetahui minat anak pada benda-benda luar angkasa. Atau, kalo mau yang lebih murah meriah, ajak anak ke pameran-pameran. Pameran buku, rumah, komputer, mobil, tanaman, dll.

Intinya, langkah pertama ini adalah yang paling menyenangkan buat keluarga, terutama anak-anak. Selain karena mereka akan sangat bahagia diajak ke tempat-tempat baru, sekaligus menjadi ajang pembelajaran dan pencarian minat mereka.

Semoga anak-anak Indonesia makin pinter-pinter, dan bahagia, karena masa depan mereka sesuai dengan minat & bakatnya.

Tuesday, August 18, 2015

Revie Buku: Panduan Mendidik Anak Muslim Usia Pra Sekolah

Revie Buku: Panduan Mendidik Anak Muslim Usia Pra Sekolah
Genre:
Pendidikan Anak 
Author:
Abu Amr Ahmad Sulaiman

Buku ini merupakan buku terjemahan, berjudul asli Minhaj ath-Thifl al-Muslim fi Dhau' al-Kitab wa as-Sunnah Marhalah Ma Qabl al-Madrasah (3-6) Sanawat. Panjang ya? Tapi isi bukunya nggak terlalu tebal kok, cuma 112 halaman. Pembahasannya juga padat, sedikit teori, dan banyak praktik.

Yup, membaca buku ini lebih pas jika langsung dipraktikkan ke anak usia 3 s/d 6 tahun.

Terdapat 18 bab. Satu bab untuk latihan selama dua bulan. Bulan ketiga dapat beralih ke bab 2, dst. Materi yang disuguhkan di buku ini memang untuk praktik selama 3 tahun. Intinya buku wajib dijaga, jangan sampai rusak. Apalagi jika punya 5 anak, bukunya bisa terpakai selama 15 tahun!

Anyway, metode yang dipakai di buku ini, adalah metode pembelajaran Islami, yang sesuai dengan sunnah-sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Serta sudah dipraktikkan oleh tenaga pengajar di Riyadh, Arab Saudi (tempat penulis berada). Jadi, insyaAllah, buku ini berpegang pada manhaj Islam yang lurus.

Saya akan tuliskan contoh isi bab pertama (atau latihan pertama) dari buku ini:
  1. Menghafal satu surah pendek: Al-Fatihah, serta artinya.
  2. Menghafal satu hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tentang Allah yang Maha Indah, dan menyukai keindahan. Ketika menghafal hadist ini, orang tua dapat sekalian mengajarkan anak untuk merapikan kamarnya, atau mainannya. Sehingga, anak-anak mengetahui makna dari kerapihan, karena Allah menyukainya. Anak yang selalu rapi & indah, maka akan lebih disayang oleh Allah.
  3. Menghafal satu do'a dari Al-Quran: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu, dalam Surga."
  4. Menghafal do'a bangun tidur.
  5. Pengajaran adab dan sopan santun. Contoh di bab pertama: adab bangun tidur, seperti membaca doa bangun tidur, mengucapkan salam pada orang tua, membasuh muka, merapikan tempat tidur, dan sarapan.
  6. Pengajaran sirah (sejarah) Nabinya shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti siapa nama lengkapnya yang ada di bab 1. Nama ayahnya di bab 2, dst.
  7. Syair-syair Islam, yang isinya untuk lebih mengenal & mendekatkan diri pada Allah.
  8. Pengetahuan umum. Setiap bab terdapat tiga pengetahuan umum yang penting untuk diketahui oleh anak. Di bab ini, anak harus mengetahui siapa Tuhannya, siapa Nabinya, dan apa Agamanya.

Bab kedua, ketiga, dst, latihannya kurang lebih sama dengan contoh di atas. 

Para orang tua muslim, bapak - ibu muda, yang belum memiliki buku panduan tentang cara membesarkan anak-anak yang baik & benar, saya rasa buku ini cocok untuk dimiliki. FYI, harganya murah, cuma Rp.20.000, saya beli online di Yufid Store. 

Manfaat yang diperoleh dari kesabaran kita mendidik anak batita & balita, mereka akan lebih mengenal siapa Penciptanya sejak dini, merasa selalu dijaga & diawasi oleh Tuhannya, dan insyaAllah, anak-anak kita akan lebih teguh imannya hingga dewasa nanti, Amiin.