Showing posts with label Review Film. Show all posts
Showing posts with label Review Film. Show all posts

Thursday, February 2, 2017

Train To Busan

Train To Busan: saat drakor bertemu zombie, atau ketika The Walking Dead hanya diperankan oleh Glenn (Steven Yeun), dan ini pengalaman pertama saya nonton film zombie, dan menangis mengharu biru.

Train To Busan

Seok-Woo, seorang ayah pekerja keras, bersama putrinya: Soo-an, berencana untuk ke kota Busan, mengunjungi mantan istri sekaligus ibunya Soo-an. Mereka naik kereta malam, bersamaan dengan masuknya seorang wanita yang terluka ke salah satu gerbong.

Wanita tersebut berubah menjadi zombie, dan dengan cepat menyebarkan virus zombie ke penumpang di gerbong-gerbong lain.

Kengerian yang terjadi di gerbong depan, membuat sebagian penumpang selamat berhamburan ke belakang. Ayah Soo-an pun terbangun dan mencari anaknya yang sedang ke toilet.

Seok-Woo berhasil menemukan dan menyelamatkan anaknya, tepat sebelum wabah zombie menghampiri mereka. Ia pun berlari cepat melewati Sang-hwa yang saat itu sedang menunggu istrinya yang hamil: Seong-kyeong di depan toilet.

Train To Busan

Melihat kejadian aneh, manusia menggigit manusia lainnya, Sang-hwa pun mencoba melerai. Namun, lebih banyak zombie berdatangan, mereka pun segera lari menyusul penumpang lain ke arah belakang gerbong.

Kereta berhenti di Stasiun Daejeon. Terdengar kabar bahwa stasiun itu sudah dipenuhi tentara, dan mereka akan segera dikarantina. Betapa terkejutnya seluruh penumpang selamat, bahwa semua tentara sudah terpapar virus zombie. Dan, bersiap menghabisi mereka.

Masinis pun menyalakan kembali kereta, dan menjalankannya menuju Stasiun Busan. Hanya sedikit penumpang yang berhasil naik kembali ke kereta.

Ceritanya seru menegangkan. Skenario yang ditulis sangat apik. Tanpa adanya senjata api (khas film zombie Hollywood), jadi film ini terasa sangat benar dan nyata. Belum lagi dibumbui dengan kisah sedih: hubungan antara ayah yang sibuk luar biasa dengan anaknya yang merindukan kehadiran sosok ayah.

Recomended banget buat para pencinta drakor sekaligus zombie mania.

Train To Busan

Train To Busan

Train To Busan

Train To Busan

Train To Busan

Trivia: Train To Busan adalah film prequel dari film kartun Seoul Station, yang bertema zombie, kedua film tersebut sama-sama disutradarai oleh Yeon Sang-ho.

Monday, June 15, 2015

Jurassic World

Jurassic World
Claire & I-rex
Impian John Hammond terwujud. 22 tahun pasca tragedi Jurassic Park, taman penuh dinosaurus itu dibuka untuk umum.

Jurassic World menawarkan berbagai wahana menarik, layaknya kebun binatang & Disneyland. Tontonan seperti memberi makan T-rex & Mosassaurus, dibuat seperti pertunjukan singa & lumba-lumba. Lalu, ada juga bayi-bayi dinosaurus yang dapat "bermain" bersama pengunjung, seperti Baby Zoo di Taman Safari Puncak. Kendaraan yang digunakan untuk melewati gerbangnya, bukan lagi SUV, melainkan monorail futuristik. Serta terdapat banyak toko yang menjual aneka merchandise, persis Dufan.

Claire (Bryce Dallas Howard) yang bekerja sebagai manajer operasional di Jurassic World, menanti kedatangan dua orang ponakannya, Zack & Grey, untuk vakansi. Karena pekerjaan yang padat, Claire menitipkan mereka berdua pada Zara, asisten pribadinya. Dilengkapi dengan tiket VIP, Zack & Grey memulai petualangan mereka di berbagai wahana.

Selama sepuluh tahun Jurassic World beroperasi, kepuasan pengunjung terus menurun, hingga di titik 90% dan stuck. Para ilmuwan di sana, berusaha untuk menaikkan angka tersebut, salah satunya dengan merekayasa dinosaurus model terbaru.

Indominus Rex (I-rex), paduan antara T-rex, dan Raptor, dengan sedikit campuran DNA cumi-cumi & katak sebagai pelengkap. Jadilah makhluk hibrida super cerdas, dengan lebih banyak taring & cakar.

Saat Owen, si pelatih Raptor (Chris Pratt), dipanggil oleh Claire untuk mengecek keamanan kandang I-rex, seketika itu pula hewan tersebut menghilang. Suhu tubuhnya tidak terlacak oleh detektor panas tubuh.

Claire memutuskan untuk menutup bagian utara taman. Namun, kedua ponakannya sedang menjelajah hutan menggunakan gyrosphere (kendaraan bulat berlapis kaca). Sampai mereka bertemu dan diteror oleh I-rex.

Bersama Owen, Claire nekat mencari ponakannya. Berhasilkah Claire menyelamatkan mereka, dan bahkan ratusan wisatawan lain?

Film ini diproduseri oleh Steven Spielberg. Jadi, masih berasa "sentuhan" sang maestro. Walaupun tidak ada tokoh-tokoh utama dari film Jurassic Park lainnya yang tampil kembali di film ini, tapi setelah 22 tahun, Jurassic World lumayan mengobati rindu.

Jurassic World

Jurassic World

Jurassic World

Jurassic World

Jurassic World

Jurassic World

Wednesday, June 10, 2015

Annie (2014)

Annie (2014)
It’s a hard-knock life for us!

Tomorrow, tomorrow, I love ya… tomorrow…

Annie, adalah film drama komedi musikal yang telah di-remake sebanyak tiga kali. Berturut-turut film pertama dan kedua, dibuat tahun 1982 dan 1999. Perbedaan yang mencolok dari Annie versi 2014 dengan film-film sebelumnya, adalah si pemeran utamanya berkulit hitam. Katanya sih kelompok rasis di Amerika sampai ingin mencekal film ini. Haduh... berlebihan sekali.

Jamie Fox berperan sebagai pengusaha operator seluler kaya raya, bernama William Stacks yang sedang mengikuti bursa calon walikota New York, (familiar sama Bakrie Telecom, yang salah satu big boss-nya terobsesi jadi presiden hehehe…). Anyway, ini bukan film adaptasi kisah nyata kan?? -_-

Lalu si aktris kecil berbakat Quvenzhané Wallis, berperan menjadi Annie si tokoh utama, seorang yatim piatu, yang masih berharap dapat berkumpul kembali dengan kedua orang tuanya.

Annie dan kawan-kawannya sesama yatim piatu, tinggal dan diasuh oleh Ibu Asuh yang galak dan tidak menyenangkan, Miss Hannigan diperankan oleh Cameron Diaz (ternyata aktris ini juga bisa nyanyi, seingat gue di film My Best Friend’s Wedding, suara dia ancur banget pas disuruh karaokean wkwkwk...)

Pamor politik William Stacks saat itu sedang turun. Kampanye yang ia gelar di tengah kerumunan tunawisma, menjadi momentum ketidakpercayaan publik terhadap dirinya. Terlebih dengan konyolnya, dia memuntahi seorang gelandangan. Dan, video hasil siaran langsung itupun diunggah di YouTube, menjadi bahan olok-olok.

Annie yang sedang berusaha menemukan kedua orangtuanya, tiba-tiba saja terjebak oleh satu scene, yang mempertemukannya dengan si calon walikota: Mr. Stacks.

Annie (2014)

Demi mendongkrak popularitasnya, Penasihat Politik Mr. Stacks mengatur supaya hak asuh sementara Annie jatuh ke tangan Mr. Stacks. Dan Annie diperbolehkan tinggal dirumahnya, serta menghabiskan waktu bersama. Seiring berjalannya waktu, jiwa kebapakan William muncul dan rasa sayangnya ke Annie terus berkembang.

Keinginan Mr. Stacks untuk mengadopsi Annie secara resmi, terpaksa ditepis olehnya. Ia harus menelan pil pahit, karena orang tua kandung Annie ditemukan, dan mereka akan kembali bersatu sebagai keluarga utuh.

Film Annie (2014) mendapat banyak sekali hujatan dari penikmat film. Hanya mendapat skor 27% dari Rotten Tomatoes, bahkan memenangkan penghargaan film remake terburuk dari Golden Raspberry Award. Cameron Diaz juga sempat dinominasikan sebagai aktor pembantu terburuk.

Tapi, walau begitu, film ini berhasil masuk Box Office kok. Lagu-lagunya juga bagus. Ada beberapa yang di-aransemen ulang oleh Sia. Apalagi lagu Opportunity, ciptaan Sia, yang dinyanyikan oleh suara emas Quvenzhané Wallis, wah keren abis. Recomended deh buat tontonan anak-anak.

Annie (2014)

Annie (2014)

Annie (2014)

Annie (2014)

Annie (2014)

Saturday, June 6, 2015

Wedding Dress (Korean Movie)

Wedding Dress
Wedding Dress, film Korea yang sanggup membuat gue mengalirkan bergalon-galon air mata. Yup... mengharukan sekali.

Film ini berkisah tentang seorang ibu (single mother) bernama Go-eun, seorang desainer baju pengantin di Bridal ternama. Beliau hidup dengan putri semata wayangnya bernama So-ra, di apartemen kecil di tengah kota. Ayah So-ra sudah meninggal dunia di usia yang terbilang muda. Namun, ibu penyayang itu selalu dibantu oleh kakak laki-lakinya dan kakak iparnya yang sangat pengertian.

Go-eun menyadari bahwa dirinya menderita kanker lambung, dan hidupnya tidak akan lama. Di titik inilah episode-episode mengharukan kehidupan ibu dan anak tersebut dimulai.

Go-eun mencoba mengisi hari demi hari antara mereka berdua dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, yang akan dikenang oleh anaknya. Tidur saling berangkulan, melancong ke pantai, mengajari sang anak bersepeda, memasak untuknya semalaman, merayakan ulang tahun anaknya (walau berdua saja), hingga membuatkan sketsa gaun pengantin untuk dipakai So-ra di masa depan.

Kemudian, So-ra yang menyadari bahwa usia ibunya hanya sebentar saja, diam-diam melakukan apapun kemauan sang Ibu. Seperti mulai berkawan kembali dengan teman-teman sekelasnya. Lalu meneruskan les baletnya, karena dia selalu mangkir dari kelas balet selama ini. Sampai So-ra berhasil ikut mementaskan pertunjukkan balet, dan membuat ibunya bangga.

Ibunya ingin So-ra memiliki kepribadian yang supel, memiliki banyak teman, serta mandiri. Karena cepat atau lambat, So-ra harus mampu hidup sebatang kara. Teman yang banyak adalah hal paling logis bagi ibunya, agar So-ra tidak selalu sendirian.

Hal-hal mengharukan, ditunjang oleh akting brilian para aktornya, membawa emosi penonton pada kesedihan yang tidak berujung. Gue nonton film ini ditemani oleh satu wadah penuh tissue.

Drama ibu-anak, atau orang tua dengan anaknya, yang dibumbui penyakit dan kematian, akan sangat sukses untuk menyayat-nyayat hati. Jadi, pesan gue cuma satu: siapkan tissue sebelum menekan tombol play.

Wedding Dress

Wedding Dress

Wedding Dress

Wedding Dress

Wedding Dress
 
Wedding Dress

Saturday, March 7, 2015

FIfty Shades of Grey

FIfty Shades of Grey
You know what? Gue sudah nonton film Fifty Shades of Grey. Bajakan pula. Ouch... shame on me!

Tapi berhubung beredar isu bahwa film ini dilarang tayang di Indonesia, bahkan di beberapa negara Asia lainnya, jadi yaaaa ..... Gue mau tulis review-nya sedikit aja ya huehuehue...

Tokoh sentral dalam film ini adalah Anastasia Steele dan Christian Grey.
Anastasia atau dipanggil Ana, adalah seorang mahasiswi sastra yang sedang menyusun tugas akhir. Dan Christian merupakan pengusaha muda yang sukses, berusia 27 tahun.

Ana, dimintai tolong oleh teman satu kos-an bernama Kate yang sedang sakit, untuk mewawancarai Christian. Dan, ternyata Ana langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, hal tersebut ditepisnya jauh-jauh, karena tidak mungkin seseorang yang begitu berkuasa seperti Grey akan meliriknya. Christian begitu tampan, mapan, dan hebat. Sedangkan dirinya hanya gadis biasa.

Tapi ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, Christian pun memiliki hasrat yang sama dengannya. Mereka berdua ingin saling memiliki. Hanya ada satu hal yang menjadi tembok penghalang atas cinta mereka, yaitu masa lalu Christian yang tragis dan gelap.

Child abuse yang dialami Christian sejak umur enam tahun, membuatnya sulit untuk menjalin hubungan secara normal dengan orang lain. Selalu ada banyak bayangan seram dan kacau, yang menjadikannya sosok penuh misteri. Namun, Ana tertantang untuk mengenal sosok itu lebih dalam, walaupun dia tahu bayaran untuk itu sangat menyakitkan.

Film ini diadaptasi dari novel trilogi karya E.L. James (yang ternyata seorang wanita), berjudul sama. Uniknya, sebelum novel ini rampung, naskahnya sendiri masih berbentuk cerbung-cerbung di website fan fiction Twilight.

Si penulis, awalnya memakai nama tokoh Edward Cullen & Bella dalam kisahnya. Lalu, karena banyak menuai kritik, James memindahkan tulisannya ke website-nya sendiri, lalu mengganti nama-nama pemerannya. Makanya nggak heran, kalau ada beberapa kemiripan antara dua film ini: Fifty Shades of Grey dan Twilight. Sama-sama kelam dan sensual.

Tokoh Ana pun berkarakter serupa dengan Bella, tampak lemah namun tegar. Kemudian miripnya sifat-sifat antara Christian dan Edward, misalnya saja sama-sama misterius dengan tatapan mata yang tajam. Dan, para tokoh lelaki ini dituliskan teramat sangat mencintai tokoh wanita, bahkan cenderung posesif.

Perhatian: Film ini khusus orang dewasa.

FIfty Shades of Grey

FIfty Shades of Grey

FIfty Shades of Grey

Thursday, January 8, 2015

The Book Thief

The Book Thief
Holla! Happy new year people. Review film The Book Thief sebagai posting pembuka di awal tahun ini. Film based on books dengan judul sama, berlatar belakang Nazi dan Perang Dunia II.

Pada tahun 1938, Liesel Meminger, seorang anak perempuan berwajah cantik nan polos, harus rela kehilangan adik laki-lakinya di tengah perjalanan bersalju. "Sang malaikat maut", yang juga menjadi narator di film ini, setelah tugas mencabut nyawa si adik selesai, rupanya ia tertarik pada sosok Liesel. Entah mengapa, tapi "malaikat maut" di film ini merasa dihantui olehnya.

Saat pemakaman si adik, Liesel mengambil sebuah buku Petunjuk Pemakaman Manual yang terjatuh dari salah satu petugas. Ia menyimpannya, walaupun ia sadar tidak dapat membacanya.

Karena orangtua Liesel seorang komunis, yang pada saat itu adalah musuh besar Nazi, Liesel pun diserahkan kepada orangtua asuh berkebangsaan Jerman, supaya hidupnya aman dan selamat dari penjajahan Hitler.

Liesel diadopsi oleh Hans Hubermann, ayah angkat yang penyayang, dan istrinya Rosa.

Ketika Hans mengetahui bahwa putrinya tidak dapat membaca, dia mengajarinya dengan lembut serta menyulap ruang bawah tanah rumahnya menjadi kamus raksasa untuk Liesel.

The Book Thief

Malam ulang tahun Fuhrer, seluruh anggota Nazi dan warga setempat mengadakan perayaan dengan membakar buku-buku, ia tampak sedih dan kecewa. Dan saat semua orang telah selesai pada acara itu, dan bubar meninggalkan lokasi, diam-diam Liesel menyelipkan sebuah buku yang belum sempat terbakar. Ia ingin membacanya.

Minat Liesel terhadap kata dan kalimat semakin membuncah. Ditambah, saat keluarga kecil Huberman kedatangan tamu Yahudi yang sakit parah, dan harus dirawat, keinginan Liesel untuk membaca kian menggila. Hingga menjadikannya seorang pencuri buku. Dengan memanjat jendela, Liesel "meminjam buku-buku" di perpustakaan milik walikota. Dan predikat itu disematkan oleh Rudy, sahabatnya sendiri.

The Book Thief

The Book Thief

The Book Thief merupakan film inspiratif. Sebab, Liesel, di kehidupan yang sulit, masih terobsesi dengan membaca. Bagaimana dengan kita?

Yuk, jadikan gila baca sebagai salah satu resolusi buat kita & keluarga.

The Book Thief

The Book Thief

The Book Thief

The Book Thief

Tuesday, December 2, 2014

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow
Bagaimana jika kita hidup dengan kemampuan mengulang hari? Seperti bermain Playstation, lalu game over, dan kita bisa memainkan lagi permainan yang sama dari awal. Dengan keuntungan tambahan, yaitu kita telah mengetahui kesalahan di games yang lalu, dan memperbaikinya di games yang baru.

Invasi alien ke bumi, mengharuskan seorang mayor bernama William Cage yang diperankan oleh Tom Cruise, berperang di garda terdepan, namun sayangnya ia tewas mengenaskan. Tanpa disadari, ia memiliki kemampuan untuk mereset hari. Tiba-tiba saja ia bangkit dari "matinya" dan mengulang kejadian serupa.

Seorang perwira perempuan bernama Rita Vrataski, juga pernah mengalami hal sama. Tetapi bakatnya itu hilang setelah mendapat transfusi darah. Rita yang pemberani, berniat untuk membimbing Cage supaya memenangkan pertempuran dengan bangsa alien yang disebut Mimic.

Edge of Tomorrow

Berkali-kali Cage harus tewas terbunuh hanya demi mereset hari, dan memulai lagi dari awal. Berbagai formula mereka rancang demi menghindari alien, dan jalur yang mereka tempuh pun semakin panjang.

Ceritanya unik, walau beberapa scene diulang berkali-kali tapi tidak bikin bosan. Serta ada bumbu humor yang menyegarkan. Menurut gue film Tom Cruise ini lebih bagus daripada film-nya tahun lalu, Oblivion.

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow

Edge of Tomorrow
Trivia: Film ini diadaptasi dari komik Manga
berjudul All You Need is Kill

Saturday, September 20, 2014

Maleficent

Maleficent
Ingat dengan dongeng putri tidur? Ia dikutuk oleh salah satu peri jahat bergaun hitam. Saat sang putri berusia 16 tahun, maka jarinya akan tertusuk jarum mesin pintal, dan ia akan tertidur.
Hanya ciuman cinta sejati yang dapat menghilangkan kutukan itu.

Nah, di film ini, kita akan disuguhkan cerita yang berbeda. Dari sudut pandang tokoh antagonis. Menonton Maleficent, seperti sedang menguak kedustaan dongeng, dan mengungkapkan fakta yang terjadi sesungguhnya.

Di awal kisah, di daerah yang penuh misteri, bernama Moors, yang dijaga oleh peri yang perkasa, yaitu Maleficent. Walaupun saat itu ia masih belia, namun keperkasaannya mampu melindungi Moors, tempat dimana makhluk-makhluk sihir hidup dalam damai.

Maleficent muda bertemu dengan Stefan, seorang anak laki-laki yang tersasar di hutan Moors. Mereka berteman akrab. Jarang sekali persahabatan antara manusia dan peri terjadi. Namun, hubungan mereka tetap langgeng, hingga sama-sama menginjak remaja.

Saat usia peri hitam genap 16 tahun, Stefan memberikannya sebuah kado berupa kecupan manis. Maleficent pun mencintai pemuda itu dengan setulus hati. Ia menganggap bahwa itu adalah ciuman dari cinta sejati.

Namun, Stefan hanyalah manusia biasa, ia berambisi untuk menjadi raja di istana yang letaknya tak jauh dari Moors. Stefan pun meninggalkan Maleficent.

Moors diserang oleh Sang Raja dari istana tersebut, yang ingin meluaskan wilayah kerajaannya. Namun Maleficent dengan sayap hitamnya yang gagah mampu mengalahkan Raja dengan telak.

Stefan yang terobsesi akan tahta, nekat mengkhianati Maleficent, dengan memotong kedua sayapnya, dan diberikan kepada Sang Raja yang tengah sekarat.

Cerita dongeng pun bergulir. Saat Stefan mempersunting permaisuri dan melahirkan seorang putri cantik, Maleficent yang tidak diundang tetap datang dan memberikan hadiah berupa kutukan, dimana kutukan itu tidak dapat dihilangkan oleh kekuatan apapun.


Maleficent

Princess Aurora dititipkan Raja Stefan pada tiga peri baik, tinggal dan hidup di hutan. Namun, Maleficent tetap mengawasinya dari jauh, dari balik bayang-bayang.


Maleficent

Di sini cerita mulai diputarbalikkan. Kisahnya berbeda sama sekali dengan dongeng putri cantik yang tertidur hingga ratusan tahun. Ending-nya, berhasil mengucurkan air mata, karena cinta sejati yang dimaksud di film ini, jauh lebih indah daripada yang disuguhkan oleh Disney sebelumnya.


Maleficent
Maleficent diperankan Angelina Jolie


Maleficent
Princess Aurora diperankan Elle Fanning

Maleficent

Maleficent

Maleficent

Maleficent
Trivia: Aurora kecil yang imut-imut ini diperankan oleh Vivienne Jolie-Pitt,
putri Angelina Jolie & Brad Pitt. Masih sepitik aja sudah jago acting, ck ck ck....