Thursday, March 20, 2014

Review Buku: How to Marry a Marquis

How to Marry a Marquis
Genre:Romance
Author:Julia Quinn

Berkisah di abad ke-19, tepatnya sebelum tahun 1818, Inggris kuno.

Elizabeth Hotchkiss, putri seorang Baronet, dengan tiga adik, telah ditinggal mati kedua orangtuanya. Dia harus bekerja keras untuk membiaya mereka, dan menyekolahkan adik laki-lakinya di sekolah ternama.

Setelah lima tahun Elizabeth berusaha, maka ia memutuskan cara yang tercepat, sekaligus terhormat, adalah dengan menikahi pria kaya. Lelaki mapan yang sanggup menafkahinya, dan ketiga adiknya.

Elizabeth menemukan sebuah buku tua di perpustakaan, berjudul How To Marry a Marquis, milik majikannya. Buku bersampul merah itu mengajarkan beberapa etiket agar dapat menaklukan hati Sang Marquis.

Tergoda dengan hasil yang mungkin akan didapatkannya, ia pun mencoba mempraktekkannya pada seorang pria, yang kebetulan adalah pekerja baru di rumah majikannya. Namanya James Siddons, seorang pengurus properti, yang sayangnya, walaupun tampan, ia miskin.

Elizabeth tak mungkin menikahinya, karena James orang yang tak punya. Tapi, hatinya kadung jatuh cinta.

Buku ini enak dibaca, tulisannya mengalir lembut. Banyak humor ringan, dan karakter-karakter yang dibangun oleh Julia sangat berkepribadian.

Thursday, March 13, 2014

Kali Kedua Sabrina Ngantor

Selasa kemaren, Ida Po' (pengasuh Sabrina) lagi sakit, badannya meriang. Karena gue udah keseringan izin kerja, dan pernah juga nggak masuk dengan alasan Ida Po' mau kondangan (aduuuh.. aya aya wae), akhirnya Sabrina yang mengalah, dia harus bolos dulu ke rumah Jidi. Soalnya Sabrina mau ke kantor mama lagi!


Persiapannya tetap banyak, sama deh kayak waktu Sabrina pertama kali ke kantor, waktu bulan puasa itu tuh.



Kali ini yang digelar adalah bed cover, bukan kasur gulung. Lalu, bawa buku-buku juga, dan pensil warna, jadi aktifitas Sabrina sangat padat: mewarnai, tulis-tulis, coba-coba stempel, "rapiin" kertas-kertas, baca katalog oriflame, ngapalin lagu ondel-ondel, dll. Sampai-sampai nggak sempat tidur siang. Baru bisa tidur pas mau pulang, di mobil ibu Dewi.



Sibuk banget...!

Tapi tetep tersenyum

Dipangku kakak ifada

Bantuin kerja

Bantuin mama ngetik

Smile

Tidur di mobil

Tidur di mobil

Wednesday, March 12, 2014

Resep Semur Tahu & Telur Dadar

Kali ini ada resep keluarga yang gampang banget bikinnya. Ini turun temurun dari nenek, trus ke mama, trus ke saya deh. Nanti kalo Sabrina sudah besar, diturunin juga buat dia: SEMUR TAHU & TELUR DADAR.

FYI, sebetulnya nama resep ini adalah Pete Kecap. Yup betul banget salah satu bahan utamanya adalah pete. Bagi yang doyan pete, silahkan ditambahkan ya, selain wangi, katanya juga bikin nagih. Tapi karena saya nggak hobbi makan pete, jadi saya hilangkan dari resep ini, hahaha.... karena sayalah chef-nya sekarang!


Bahan:

  • Tahu putih 6 buah (dibelah dua, jadi segitiga sama sisi, kepake juga nih matematika di dapur) lalu goreng.
  • Telur 3 butir (didadar, dan potong-potong ukuran 5cm x 5cm, hehehe.... matematika banget deh)
  • Jagung manis 1 bonggol, sisir.
  • Kecap manis 3/4 botol, sesuai selera, lebih kental lebih enak.
  • Minyak goreng
  • Air matang secukupnya
Resep Semur Tahu & Telur Dadar
Tahu digoreng & Telur didadar


Bumbu:
  • Bawang merah (5 siung iris tipis)
  • Bawang putih (3 siung parut)
  • Bawang bombay (setengah siung, iris tipis)
  • Tomat 3 buah (potong-potong)
  • Cabe merah 2 buah (iris serong)
  • Daun salam 2 lembar
  • Garam & Gula
Cara Memasaknya:
  1. Tuang minyak goreng ke wajan.
  2. Tumis aneka bawang hingga harum.
  3. Masukkan tomat, kecilkan api, tumis hingga tomat hancur.
  4. Masukkan cabe, lalu menyusul jagung manisnya.
  5. Tuangkan air matang, rebus hingga mendidih dan jagung empuk.
  6. Masukkan daun salam, dan kecap.
  7. Tambahkan gula dan garam sampai ajib tak terkira.
  8. Cemplungkan tahu yang sudah digoreng, dan telur dadarnya.
  9. Masak sebentar, lalu angkat dan hidangkan.

Resep Semur Tahu & Telur Dadar
Semur Tahu & Telur Dadar




Siapa tau ibu-ibu di luar sana lagi bingung mau masak apa hari ini buat keluarga? Lihat resep saya yang lainnya ya, semoga terinspirasi :)

Resep Tumis Sawi Putih Plus Plus

Tumis sawi putih adalah resep paling minimalis. Gampang banget mesiangin sawinya, trus masaknya juga sangat mudah, dan gizinya yang komplit, serta rasanya yang yummy.... delicious! Tiap kali ada kesempatan untuk masak di rumah, sering banget aku selipin menu ini di antara menu yang lain.


Bahan:

  • Sawi putih 1 ikat (cuci bersih dan iris-iris)
  • Wortel 3 buah (iris serong)
  • Bakso sapi 5 buah (potong-potong empat bagian)
  • Tomat 3 buah (potong-potong)
  • Minyak goreng
  • Air secukupnya



    Resep Tumis Sawi Putih Plus Plus
    Sawi Putih

    Resep Tumis Sawi Putih Plus Plus
    Tomat, Bakso, Wortel


    Bumbu:
    • Bawang merah 5 siung (iris tipis)
    • Bawang putih 3 siung (biasanya aku parut)
    • Bawang bombay setengah siung saja (iris tipis)
    • Cabe merah besar 2 buah (iris serong, biasanya bijinya aku buang, biar nggak pedas)
    • Daun salam 2 lembar
    • Garam & Gula


    Cara Memasak:
    1. Tuang minyak goreng dua kali penyaringan ke dalam wajan (aduh kayak iklan).
    2. Tumis bawang-bawangan biar harum; dimulai dari bawang merah, putih, dan bombay.
    3. Tumis juga tomat hingga layu.
    4. Disusul dengan cabe, tumis juga.
    5. Tuang air matang, dan rebus hingga mendidih.
    6. Masukkan daun salam, wortel dan baksonya, hingga wortel empuk.
    7. Tambahkan garam dan gula secukupnya, cicipi hingga betul-betul enak dan gurih, (percayalah kita tidak membutuhkan vetsin merk apapun untuk memasak, pakai gula sebagai pengganti vetsin).
    8. Masukkan sawi putihnya (masak sawi sebentar saja, karena sifat sayuran cepat layu).
    9. Aduk-aduk, sambil sesekali cicipi lagi (siapa tau kurang garam).
    10. Masak sebentar, lalu angkat. Siap disajikan.

    Resep Tumis Sawi Putih Plus Plus
    Tumis Sawi Putih Plus Plus
    (Plus Bakso, Plus Wortel)

    Simak juga resep-resepku yang lain ya: spaghetti bolognese dan shakshuka.

    Thursday, March 6, 2014

    Semangat ASI

    Hai.... Bayiku, bernama Sabrina, sekarang sudah berusia 1 tahun 11 bulan. Alhamdulillah, Sabrina sehat, tumbuh kembangnya normal. Apalagi sudah pintar bicara, jadi kayak burung beo, apa-apa yang kita ucapkan, langsung ditiru.

    Copas kalimat iklan susu formula di TV: "Belum dua tahun kok bisa ya?"

    Eh, tapi jangan salah, Sabrina bukan peminum sufor, melainkan susu segar, dan bukan olahan. Kadang minum langsung dari sumbernya, kadang hasil perahan. Iya betul banget, gadisku itu peminum ASI. Sampai sekarang pun masih "nenen" tiap menjelang tidur. "Nenen" istilah gaul di per-ASI-an, baik lokal maupun internasional.. haha..

    Tau tentang ASI, sebetulnya sudah lama. Sejak bisa nyanyi lagu Aku Anak Sehat, yang sebagian liriknya berbunyi:

    Aku anak sehat
    Tubuhku kuat
    Karena ibuku rajin dan cermat

    Semasa aku bayi
    Slalu diberi ASI
    Makanan bergizi dan imunisasi.....

    Jadi sudah tau dari dulu, bahwa bayi itu seharusnya selalu diberi ASI.
    Namun, mengenal dekat apa itu ASI, dan mengerti betapa cairan emas itu sangat berharga, ya baru sekitar empat tahun lalu.

    Waktu itu salah satu teman kantor memutuskan untuk memberi anaknya ASI, dan hanya ASI selama 6 bulan pertama. Tanpa sufor apapun. Wow.. saat itu aku sangat takjub. Nekat juga ini orang ya?
    Sebab, di keluarga besarku, tidak pernah ada istilah "Tanpa Sufor", hampir semua keponakanku sudah tercemar sufor, dengan berbagai alasan, di antaranya yang populer adalah ASI tidak keluar.

    Melihat dan mendengar betapa pintarnya anak teman kantorku itu, aku pun bertekad untuk memberi ASI untuk anakku nanti, walaupun saat itu belum menikah, dan meskipun ASI bukan satu-satunya faktor penentu kepintaran seorang anak.

    Tapi rupa-rupanya tekad saja belum cukup. Karena proses meng-ASI-kan bayi kita tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi bagi ibu yang lingkungannya belum pro-ASI. Pasti akan banyak hambatan dan tantangan yang bikin stres. Dan, stres memicu ASI keluar sedikit, atau bahkan nggak keluar sama sekali. Jadi semacam lingkaran setan.

    Ilmu ASI sangat diperlukan, maka diwajibkan bagi setiap ibu (dan juga ayah) untuk terus meng-upgrade ilmu per-ASI-annya. Selain itu, peranan serta motivasi dari keluarga besar (orang tua, mertua, kakak-adik, tante, nenek-kakek, sepupu, dll) juga sangat penting bagi si busui. Jika semangat ASI kita mengendor di tengah jalan, banyak yang mengingatkan untuk terus berjuang demi bayi mungil nan menggemaskan itu.

    Beragam ilmu tentang per-ASI-an bisa ditemukan dari berbagai sumber, seperti milis asiforbaby, AIMI, Ayah ASI, dll. Atau bahkan langsung saja bertatap muka dengan konsultan laktasi di banyak rumah sakit atau klinik. Semangat ASI Ibu-Ibu!

    Pengalaman Sepupu Melahirkan Normal (Tanpa Jahitan)

    Sebetulnya ini kisah lahiran normal salah satu sepupu. Ditulis di sini, siapa tau menginspirasi para calon ibu.

    Sepupu gue, bernama Ima, ibu dari tiga anak yang rambutnya keribo semua, berbadan sedang, tidak gemuk banget, atau terlalu kurus juga. Dia punya tulang panggul yang besar, jadi tentu saja Ima ini sudah punya luck factor. Anak-anaknya yang kini sudah besar-besar, anak pertama sudah SMP, anak kedua duduk di bangku SD kelas 5, dan anak bontot masih TK, ketiganya lahir dengan berat badan kecil, tidak sampai tiga kilo. Jauh dari Sabrina, bayi besarku yang lahir dengan berat badan 3,8 kg (simak ceritanya di sini). Bayi-bayi berbadan kecil adalah second luck factor.

    Pengalaman melahirkannya mudah sekali dengan dua faktor itu: tulang panggung yang besar, dan berat badan janin kecil. Ketika anak pertama lahir, Ima hanya mendapat 6 jahitan (itupun dianggap dokter sebagai "pembuka jalan"), sedangkan anak kedua dan ketiga, dia tidak mendapat jahitan sama sekali. Yang artinya tidak ada sobekan apapun.

    Pantas saja, waktu dia jenguk gue di rumah, dia bilang sambil bercanda: "Enak pas lahirannya ya? Nggak enak pas besarinnya... hahaha... Apalagi tambah besar, tambah nggak bisa diem tuh anak-anak gue: trio kribo."

    Pengalaman dia melahirkan memang enak-enak saja, sedangkan pengalaman melahirkan gue bikin trauma 7 hari 7 malem. Tapi biar begitu, gue tetap mau punya 3 anak atau 5.

    Pesan dokter buat gue yang akan gue ingat selalu: supaya menjaga pola makan saat menghadapi kehamilan selanjutnya, karena nggak menutup kemungkinan bayi kedua lebih besar dari bayi pertama, bisa menembus angka 4 kg atau bahkan lebih. Amazing! SubhanAllah!!

    Next time, gue mau bahas tentang diet untuk ibu-ibu hamil, biar ibu dan janinnya nggak overweight.

    Monday, March 3, 2014

    Posting Baru Setelah Sekian Lama

    Sudah lama banget nggak nge-blog. Alasan pertama karena nggak ada waktu, kerjaan banyak banget beberapa bulan terakhir, alasan kedua karena nggak punya ide mau nulis apa. hehehe... sebetulnya alasan kedua lebih masuk akal, sebab kalau alasan pertama pernah kebantah, waktu gue sibuk skripsi, masih bisa tuh fokus di multiply (waktu itu multiply masih jaya-jayanya). Dan pertanyaan selanjutnya adalah apakah saat ini lebih sibuk dibanding S1 dulu, nggak juga sih, sama saja kok.
    Sekarang kesibukan gue cuma kerja di kantor senin sampai sabtu, ngurusin bisnis online, dan anak balita  gue usia 2 tahun kurang sebulan, yang lagi lucu-lucunya.

    Nggak sibuk-sibuk banget kan? Jadi nggak punya ide (dan mungkin ditambah alasan ketiga: males) udah cocok banget.

    Apalagi setelah gue belajar tentang SEO Blog, yang ternyata jlimet banget itu! Banyak teori untuk satu artikelnya, supaya posting-posting masuk peringkat teratas di pencarian google. Ternyata menulis di blogspot itu gak semudah nulis di multiply atau buku diary. Gampang sih kalau cuma nulis, yang agak sulit itu membuat tulisan kita dibaca banyak orang, atau dibutuhkan orang banyak.

    Sedangkan tulisan gue kadang kurang bermutu, bahkan nggak berisi sama sekali. Jadinya ya agak susah juga ya dapet peringkat pertama di pencarian google. Isinya curhatan semua, maklum lah namanya juga emak-emak.

    Silahken dilihat dulu gambar di bawah ini, tanda tangan emak dan anaknya. Hasil dari corat-coret nggak jelas di buku gambar Sabrina (my first daughter). Semoga ke depannya, isi blog keren ini lebih bermutu, amin.

    Tanda Tangan Mama dan Sabrina

    Saturday, September 7, 2013

    Resep Shakshuka

    Shakshuka adalah masakan telur yang berasal dari Tunisia, Libya, Maroko, dan negara timur tengah lainnya seperti Iraq, dan Arab. Sampailah ke tante aku: Mama Minah yang mengenalkan masakan sederhana ini.

    Bentuknya seperti telur orak-arik, atau scrambled egg, tapi nggak pakai susu, rasanya lebih yummy. Cocok untuk sarapan, pakai roti atau nasi, dijamin enak.


    Bahan:

    • Telur 3 butir
    • Tomat 2 buah, iris-iris
    • Bawang Bombay 1 siung, iris tipis
    Resep Shakshuka
    Bahan-Bahan Shakshuka, so simple!


    Bumbu:

    • Garam & Lada


    Cara membuat:

    1. Panaskan mentega, tumis bawang bombay hingga harum.
    2. Masukkan irisan tomat, aduk-aduk sampai tomat hancur dan menyatu dengan tumisan bawang.
    3. Masukkan telur, lalu langsung di-orak-arik, sampai adonan mengering.
    4. Tambahkan garam dan lada sesuai selera.
    5. Segera angkat, dan hidangkan di piring. Bisa untuk 2 orang.

    Resep Shakshuka
    Shakshuka siap disantap!



    Sekilas info kalori

    Sumber: http://www.fatsecret.co.id/Diary.aspx?pa=fjrd&rid=4473183&portionid=0&portionamount=0,500








    Thursday, September 5, 2013

    Juangga's Birthday Party

    Juangga had a simple birthday party at his house last Sunday. He invited all friends and neighbors, including my daughter, Sabrina. They're singing, dancing and eating cookies. Come take a look the pictures, and enjoy the fun.


    Juangga, the birthday boy, wore a police costume

    Sabrina wore a tutu costume and a butterfly mask, she's so cute


    They were singing
    They were dancing
    Eating cookies



    Some have fallen asleep, well..
























    Tuesday, September 3, 2013

    OCD Diet Deddy Corbuzier

    OCD Diet Deddy Corbuzier. Lagi booming banget nih diet ala Deddy Corbuzier. Waktu dibahas di acaranya Hitam Putih, gue nggak nonton. Jadilah googling buat nulis di blog keren ini. Yang lagi cari referensi diet, atau yang sedang diet ketat dan bosan dengan cara dietnya, atau buat siapa aja deh yang lagi turunin berat badan. Selamat membaca ya (semoga termotivasi kayak gue).

    Mentalis serba bisa ini (bisa MC, bisa akting, bisa komedi) sekarang lagi gemar memamerkan bentuk badan, dan perutnya yang eight packs itu. Hasil work out dan diet ala Shaolin di China sana. Dan pengetahuan tentang diet dari para Monk itu di-share olehnya di official web-nya: www.readyforfit.com.

    Di web itu juga disediakan e-book sebanyak 76 lembar, yang bisa diunduh gratis. Deddy Corbuzier nggak menjual suplemen atau alat-alat canggih untuk menguruskan badan. Dia hanya mau sharing tentang keberhasilan dietnya pada semua orang lewat media online, dan seminar-seminar.

    Inti dari OCD (Obsessive Corbuzier's Diet) itu adalah "puasa". Kenapa gue pakein tanda kutip? Sebab puasa ini bukan puasanya kaum Muslim, melainkan puasa kalori.
    Masih boleh minum air mineral atau bahkan makan, asal kalori yang dikandung di makanan itu adalah 0 kalori, atau tidak boleh lebih dari 0,5 kalori (makanan apa tuh kira-kira? Angin kali ya. Apel Fuji aja kandungan kalorinya 71).

    "Puasa" juga diatur dan dilakukan secara bertahap per minggunya, mulai dari 16 jam, 18 jam, 20 jam, hingga 24 jam. Dan waktu "Buka Puasa" yang dinamakan Jendela Makan: 8 jam, 6 jam, 4 jam. Tapi pas di saat Jendela Makan, kita nggak boleh makan rakus. Makannya normal, kalo sudah kenyang ya berhenti. Katanya sih banyak yang membuktikan sudah turun beberapa kilogram selama 2 atau 3 bulan.

    Misalnya (dengan contoh):

    #Minggu pertama ("Puasa" 16 jam)
    Jendela Makan: 13.00 - 21.00 WIB
    "Puasa": 21.01 - 12.59 WIB

    #Minggu kedua ("Puasa" 18 jam)
    Jendela Makan: 13.00 - 19.00 WIB
    "Puasa": 19.01 - 12.59 WIB

    #Minggu ketiga ("Puasa" 20 jam)
    Jendela Makan: 13.00 - 17.00 WIB
    "Puasa": 17.01 - 12.59 WIB

    #Minggu keempat ("Puasa" 20 jam + "Puasa" 24 jam)
    Karena nggak mungkin juga ada yang bisa tahan "puasa" 24 jam tiap hari, maka bisa di-combine dengan "puasa" 20 jam atau 18 jam atau bahkan yang 16 jam, sesuai kesanggupan masing-masing individu. Tapi contoh yang gue kasih di sini yang paling ekstrem (maksud dan tujuan biar cepet kuruuuus hahaha...)

    Tabel Diet OCD
    Table Contoh OCD Diet Deddy Corbuzier

    Kelebihan OCD Diet Deddy Corbuzier ini yang paling gue suka adalah: bebas makan apa saja saat berada di Jendela Makan (nggak perlu makan nasi merah + dada ayam kukus tanpa bumbu). Jadi nggak repot menyiapkan menu diet kayak di diet mayo 13 hari (yang ternyata bogus), dan nggak ngabisin biaya juga.

    Tapi kekurangannya adalah tidak dibolehkannya sarapan pagi (hiks hiks.. nangis sampe badan getar-getar). Dengan alasan "sarapan penting buat kesehatan dan kecerdasan otak" itu cuma mitos. Serta beberapa alasan lain yang dia kemukakan berdasarkan penelitian-penelitian di e-book-nya. Tapi tetep aja bagi gue Sarapan Pagi itu adalah makanan utama dan wajib. Puasa aja ada "sarapannya" yaitu waktu sahur, ya kan? Are you agree with me, do you?

    Anyway, sama seperti Danny Santoso (pernah gue bahas ilmu dietnya: Diet Rendah Kalori dan Cara Menghitung Kalori), Deddy Corbuzier tetap mengedepankan olahraga dalam hal penyusutan berat badan.

    Mereka sama-sama menyarankan olahraga saat perut kosong. Perbedaannya kalo versi Danny, lakukan cardio (jalan, lari, atau sepeda) dan angkat beban juga. Sedangkan versi Deddy, No Cardio, angkat beban cukup, tapi beratnya ekstrem, sampe lo tuh kuatnya cuma angkat 6 kali. Menurut Deddy, kalo masih sanggup mengangkat sebanyak 8 kali, berarti masih terlalu ringan, dan perlu ditambah bebannya. Olahraga yang juga dibahas yaitu tentang O7W (OCD 7 minutes Work out), beserta gambar cara-cara work out.

    Selain OCD Diet Deddy Corbuzier, di e-book juga bisa ditemukan artikel-artikelnya yang penuh kontroversi di kalangan praktisi kedokteran. Misal: KOLESTEROL TIDAK MENYEBABKAN PENYAKIT JANTUNG!, atau Perokok Pasif Tidak Beresiko Sama SekaliDan juga pro-kontra di dunia perfitnesan, seperti: SUPLEMEN PROTEIN.. UNTUK OTOT... atau UNTUK JUALAN?serta Lebih Banyak Protein Tidak Berarti Lebih Banyak Otot. Tapi kerennya, artikel itu dia tulis berdasarkan penelitian terbaru.



    Well, kalo mau baca sendiri e-book tentang OCD, silakan download ebook OCD. Tapi siap-siap ya, baca e-book-nya jadi kebayang-bayang mimik wajah Deddy Corbuzier kalo lagi ngomong, matanya melotot-lotot gitu. Pikirkan kata-kata saya!

    ***

    Ada yang seru nih tentang definisi OCD from twit-nya @arie_pohan buat @erikarlebang:

    Definisi OCD
    Really made my day.. LOL