Friday, March 27, 2015

Hari Kedua: masih banyak nyeri, tapi sudah lebih baik

screenshot Endomondo Hari kedua
Hari kedua sudah dijalani. Dan hasilnya, bisa dilihat dari screenshot Endomondo di samping.

Selesai lari, kaki gue berasa panas banget, terutama telapak kaki. Dan, begitu lepas sepatu, seperti ada ribuan jarum yang nempel di situ. Tanpa sepatu, jalan gue jadi kaku, setengah robot setengah zombie, sakit bukan main, kayak ditusuk-tusuk. Itu kenapa ya?

Gue pijit-pijit bagian telapak, dan tulang kering, bagian ini juga masih sakit, tapi nggak sesakit hari pertama. Dan, pijitnya nggak pakai geliga, melainkan pakai minyak telon Sabrina. Soalnya geliga ketinggalan di kantor.

Otot punggung sudah baik-baik saja, nggak ada yang ketarik, atau salah urat, atau apapun. Sudah nggak nyeri lagi. Namun, gantian perut gue yang kram. Alhasil, 15 menit terakhir gue jalan santai menuju rumah. Ohhh... perjuangan banget ya, buat jadi pelari.

Program Couch to 5K masih belum maksimal gue jalani. Harusnya 60 detik lari, 90 detik jalan cepat. Yang gue lakukan malah 50 detik lari, 3 menit jalan, dan jalannya juga nggak cepat, tapi nggak santai juga sih, boleh dibilang jalan dengan kecepatan moderatlah.

Untuk latihan selanjutnya, akan gue sempurnakan program 30 menit Couch to 5K-nya, sebanyak 3 kali berturut-turut, kemudian pindah ke program minggu kedua, yang larinya 2 menit tanpa henti. Semangat!

See ya.

Rute lari hari kedua
Rute lari hari kedua

Thursday, March 26, 2015

FaiRunner's Diary

Ahahaha....

Ehm, dari judulnya saja sudah menginfokan bahwa ini akan menjadi catatan penting tentang olahraga larinya Fairus: FaiRunner's Diary.

Gue sudah mulai lari Selasa kemarin, tanggal 24 Maret 2015, 14 menit saja. Start dari depan rumah, kemudian mengarah ke BKT, sampai McD Radin Intan, Jakarta Timur. Itupun nggak full lari. Lima menit jalan cepat, 1 menit lari, 3 menit jalan, 1 menit lari, dan 4 menit jalan sampai rumah.

Baru begitu aja, betis, dan tulang kering sudah pada nyeri. Maklumlah udah puluhan tahun nggak olahraga. Ditambah otot sekitar tulang punggung ketarik, jadinya susah tidur, jalan dan duduk pun menderita.

Besoknya, ruang kantor jadi bau balsem. Gue pijit-pijit pelan pakai Geliga bagian yang sakit. Sekarang sih udah mendingan. Jadi, rencananya hari ini mau lari lagi. Mau lebih fokus menyelesaikan program Couch to 5K dari nhs.uk itu, selama 30 menit latihan.

OIA, gue juga udah aktifin Endomondo, salah satu aplikasi olahraga di android. Please add me as your friend & running partner, follow the link: https://www.endomondo.com/profile/21149682

Katanya sih aplikasi Nike+ yang lebih populer. Tapi berhubung gue nggak pakai sepatu Nike, jadi gue lebih milih Endomondo.
Pssst.... sebetulnya boleh nggak sih pakai aplikasinya doang, tapi nggak pakai sepatunya??

Anyway, gue akan update terus fairunner's diary, siapa tau ada yang terinspirasi.


I'm ready with my mizuno
I'm ready with my mizuno

Review Buku: The Scorch Trials

The Scorch Trials
Genre:
Science Fiction, Thriller Distopia
Author:
James Dashner

Di lembar-lembar terakhir novel The Maze Runner, diceritakan bahwa Thomas dan teman-temannya berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat, begitulah fakta yang terlihat.

Lalu mereka ditempatkan di asrama. Para Glader laki-laki di satu kamar, dan Teresa, karena satu-satunya perempuan, di kamar lainnya. Namun, pada malam yang sama, Teresa diculik, dan menghilang entah kemana.

Esok paginya, Thomas dan yang lainnya terkejut saat menemukan mayat-mayat bergantungan di langit-langit. Mereka adalah tim penyelamat grup Thomas, yang dibunuh oleh entah siapa.

Thomas kira Glade & labirin adalah puncak segala penderitaannya, dan penyelamatan itu merupakan akhir yang bahagia. Namun, dia keliru. Drama penyelamatan itu hanyalah rekayasa, yang dibuat oleh WICKED sebagai persiapan uji coba kedua.

Para Glader diwajibkan untuk menjalani percobaan lainnya di Scorch, salah satu daerah tempat pembuangan orang-orang yang terjangkit virus flare. Di sana, mereka menemukan gurun pasir terluas, dan sinar matahari terpanas yang sanggup mereka ingat. Selain itu, para Crank gila terus berusaha untuk menangkap dan memakan mereka hidup-hidup.

Banyak Glader yang meregang nyawa, karena serangan bola baja dan badai pasir yang ganas. Kesedihan Thomas tidak berhenti sampai di situ, karena ada seseorang yang sangat dekat, tiba-tiba saja berkhianat dan mencoba membunuhnya.

The Scorch Trials, seri kedua dari trilogi The Maze Runner. Ceritanya seru banget, aksi-aksinya menegangkan dari awal sampai lembar terakhir. Nggak sabar mau nonton film-nya.

Lanjut buku ketiga.

Review Buku: The Maze Runner

Trilogi The Maze Runner
Genre:
Science Fiction, Thriller Distopia
Author:
James Dashner

Sama seperti Trilogi Hunger Games & Divergent, sebelum baca novel The Maze Runner, gue terlebih dulu nonton film-nya.

Film superb besutan Wes Ball ini, diangkat dari novel karya James Dashner berjudul sama, yang ternyata merupakan novel best seller tahun 2009. Setelah gue tau sumber pembuatan film ini, langsung gue hunting bukunya di bukubukularis.com. Penasaran banget sama ending-nya.

Thomas, si tokoh utama, tersadar dari tidur panjangnya, berada di sebuah Kotak yang naik terus menyerupai lift, dan tiba di Glade. Glade merupakan area luas yang dibatasi oleh tembok-tembok besar dan tinggi. Terdapat hutan, ladang, rumah-rumah dari kayu tua, dan tentu saja para Glader, penghuni Glade yang semuanya adalah anak laki-laki, dengan rentang usia 13 sampai 17 tahun.

Seluruh memori Thomas dihapus. Ia tidak ingat siapa dirinya, dan mengapa ia ditempatkan di Glade bersama para Glader, yang sudah mendiami tempat itu selama dua tahun terakhir.

Banyak misteri tersimpan di Glade, sebut saja labirin yang mengelilingi Glade, yang tidak bisa ditembus, dan tidak ada pintu keluar. Lalu, dinding-dinding labirin yang selalu bergerak setiap malam, membuat para Glader kebingungan, mereka tidak dapat menemukan jalan yang sama setiap hari. Kemudian, terdapat serangga mesin dengan tulisan WICKED di badannya, dan yang terburuk adalah adanya Griever, monster-monster pemakan manusia, bentuk tubuhnya perpaduan dari laba-laba raksasa dan robot pencacah daging.

Griever selalu keluar di malam hari, menjelajah labirin, mencari mangsa. Namun, Glader masih dilindungi dari para Griever, karena dinding Glade yang mengarah ke labirin selalu menutup setiap malamnya.

Suatu saat, setelah Thomas mulai terbiasa dengan hidup barunya, muncul wajah baru dari Kotak. Kali ini bukan lagi anak laki-laki, melainkan anak perempuan, bernama Teresa. Dan dia mengklaim bahwa dialah yang terakhir, dan segalanya akan berubah. 

Malam itu, langit berubah menjadi kelabu, dan pintu-pintu pelindung tidak menutup. Malam itu, setiap nyawa satu anak akan diambil oleh Griever. Thomas dan para Glader harus memutar otak, mencari jalan keluar dari Glade dan labirin, atau menjadi santapan makan malam Griever.

Lanjut ke buku kedua.

Wednesday, March 18, 2015

Mencari Sepatu Lari yang Cocok Lahir Batin

Ada dua faktor yang menginspirasi gue untuk kembali berolahraga, terutama lari. Pertama adalah buku yang saat ini sedang gue baca: The Maze Runner, kedua karena menurut website nhs.uk, gue overweight!

Tapi sayang sekali, sepatu lama gue: Reebok warna ungu-putih itu sudah musti pensiun. Bagian tumit sudah jeblos, dan yang sebelah kiri sudah nganga dikit bagian depannya. Lagipula sepatu itu untuk aerobik, bukan buat lari. Jadilah gue hunting sepatu lari. Kalo bisa yang dipakai atlet marathon profesional, tapi harganya yang napak bumi.

Setelah menjalani tes tipe kaki di www.brooksrunning.com dan www.mizunousa.com, hasilnya adalah telapak kaki gue normal, tapi kaki gue tergolong overpronate.

Untuk telapak kaki, bisa dites dengan percobaan sederhana. Menginjak kertas warna cokelat dengan keadaan kaki basah, akan langsung tercetak tipe telapak kaki kita. Normal, high arch, atau flat foot?

normal arch
Percobaan dengan menginjak tutup kardus Indomie,
hasilnya normal arch

Tes yang lebih detail ada di dua website yang sudah disebut di atas. Ada tes jongkok, tes berjalan, tes jari kelingking, tes kartu atm, dll. Semua percobaan itu untuk menentukan apakah bentuk kaki kita normal, overpronate, atau underpronate.

Tadinya gue nggak begitu peduli hal-hal begini. Yang penting, sepatu yang nanti gue beli warnanya keren, dan murah ciin...
Tapi setelah baca-baca testimoni para runner di dalam dan luar negeri, ternyata sepatu yang cocok dengan bentuk kaki, dapat meminimalisir cedera lutut.

Medan lari juga akan mempengaruhi jenis sepatu. Misalnya saja sepatu untuk lari di jalan beraspal, akan berbeda dengan sepatu lari di treadmill, di jalan-jalan berbatu, atau di track GOR. Ribet ya...???

Anyway, setelah menjalani berbagai tes yang melelahkan, dan membuahkan hasil berupa Normal Arch & Overpronation, lalu rencananya gue akan menggunakan sepatu itu untuk lari keliling komplek kantor dimana jalannya berbentuk paving block, maka pilihan sepatu yang gue butuhkan adalah sebagai berikut:
  • Adidas Supernova Sequence 6
  • Brooks Adrenalin GTS 14
  • Mizuno Wave Inspire 9
  • Mizuno Wave Paradox
  • New Balance 860
  • Saucony Omni


Pilihan pertama jatuh pada Brooks Adrenalin GTS 14, warnanya kece, harganya miring (sebab di lazada lagi diskon 70%), dan merk Brooks yang mentereng itu.

Brooks Adrenalin GTS 14
Brooks Adrenalin GTS 14. Kece berat.

Tapi, sayang seribu sayang, gara-gara kelamaan mikir, pas besoknya dicek, sepatu ini udah sold out, tinggal sisa nomor 40. Wuuuah.... cepet banget habisnya!

Lalu pilihan kedua adalah Mizuno Wave Inspire 9 & Mizuno Wave Paradox, yang keren sekali. Baru lihat, langsung jatuh cinta. Tapi, gue segera mengurungkan niat untuk memiliki mereka, karena produk barunya Mizuno ini harganya masih mihil bingits (mahal banget, red). Masih dua jutaan sepasang.

mizuno wave inspire & paradox

Akhirnya, suamiku tercinta, merekomendasikan salah satu toko olahraga di bilangan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, untuk mencari dan mencoba langsung sepatu-sepatu lari. Katanya pilihannya beragam. Sepulang kantor, berangkatlah kita ke sana.

Begitu sampai, mata gue langsung terpaku pada Mizuno Crusader 8, yang warnanya begitu mirip dengan Brooks Adrenalin GTS 14, inceran gue sejak pertama.

Mizuno Crusader 8
Mizuno Crusader 8

Awalnya gue nggak paham, si Crusader ini untuk jenis kaki apa. Gue tanya ke si mbak SPG, dia juga nggak ngerti. Tapi, karena sudah seperti menemukan belahan hati, terjadi jugalah transaksi jual-beli itu.

Malamnya gue googling, ternyata Crusader ini barang lama Mizuno, dan banyak toko online macam e-bay & amazon yang menjualnya dengan diskon besar-besaran.

Lalu, prepare for the good news, untuk menggantikan Crusader, Mizuno telah meluncurkan produk-produk terbarunya, yaitu Wave Inspire & Wave Paradox (which is my second option). Waaah... Dahsyat banget ya!!! Secara nggak sengaja, gue sudah menemukan sepatu lari yang cocok lahir batin. Mulai warna, sampai fungsi, klop seperti yang gue inginkan. Gue langsung menari-nari gembira ditemani sekawanan kupu-kupu.

Bagi yang kebetulan juga perlu belanja sepatu lari, atau mungkin sepatu futsal, basket, dan alat-alat olahraga lainnya, bisa langsung menyambangi:
Toko Saudara Sports.
JL. Letjen Suprapto No.6, Cempaka Baru, Jak-Pus
No Telp: 021-4202272, 4266430.

Dan, ini penampakan sepatu keren lainnya yang gue sebut di poin-poin di atas

adidas, new balance, saucony

On your mark!
Get set!
GO...!

Saturday, March 7, 2015

FIfty Shades of Grey

FIfty Shades of Grey
You know what? Gue sudah nonton film Fifty Shades of Grey. Bajakan pula. Ouch... shame on me!

Tapi berhubung beredar isu bahwa film ini dilarang tayang di Indonesia, bahkan di beberapa negara Asia lainnya, jadi yaaaa ..... Gue mau tulis review-nya sedikit aja ya huehuehue...

Tokoh sentral dalam film ini adalah Anastasia Steele dan Christian Grey.
Anastasia atau dipanggil Ana, adalah seorang mahasiswi sastra yang sedang menyusun tugas akhir. Dan Christian merupakan pengusaha muda yang sukses, berusia 27 tahun.

Ana, dimintai tolong oleh teman satu kos-an bernama Kate yang sedang sakit, untuk mewawancarai Christian. Dan, ternyata Ana langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, hal tersebut ditepisnya jauh-jauh, karena tidak mungkin seseorang yang begitu berkuasa seperti Grey akan meliriknya. Christian begitu tampan, mapan, dan hebat. Sedangkan dirinya hanya gadis biasa.

Tapi ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, Christian pun memiliki hasrat yang sama dengannya. Mereka berdua ingin saling memiliki. Hanya ada satu hal yang menjadi tembok penghalang atas cinta mereka, yaitu masa lalu Christian yang tragis dan gelap.

Child abuse yang dialami Christian sejak umur enam tahun, membuatnya sulit untuk menjalin hubungan secara normal dengan orang lain. Selalu ada banyak bayangan seram dan kacau, yang menjadikannya sosok penuh misteri. Namun, Ana tertantang untuk mengenal sosok itu lebih dalam, walaupun dia tahu bayaran untuk itu sangat menyakitkan.

Film ini diadaptasi dari novel trilogi karya E.L. James (yang ternyata seorang wanita), berjudul sama. Uniknya, sebelum novel ini rampung, naskahnya sendiri masih berbentuk cerbung-cerbung di website fan fiction Twilight.

Si penulis, awalnya memakai nama tokoh Edward Cullen & Bella dalam kisahnya. Lalu, karena banyak menuai kritik, James memindahkan tulisannya ke website-nya sendiri, lalu mengganti nama-nama pemerannya. Makanya nggak heran, kalau ada beberapa kemiripan antara dua film ini: Fifty Shades of Grey dan Twilight. Sama-sama kelam dan sensual.

Tokoh Ana pun berkarakter serupa dengan Bella, tampak lemah namun tegar. Kemudian miripnya sifat-sifat antara Christian dan Edward, misalnya saja sama-sama misterius dengan tatapan mata yang tajam. Dan, para tokoh lelaki ini dituliskan teramat sangat mencintai tokoh wanita, bahkan cenderung posesif.

Perhatian: Film ini khusus orang dewasa.

FIfty Shades of Grey

FIfty Shades of Grey

FIfty Shades of Grey

Review Buku: Fit.Focus.Finish

Fit.Focus.Finish
Genre:
Non-Fiction
Business & Economics (Investasi)
Author:
Rudiyanto

Selesai dengan buku pertamanya, saya langsung ngebut baca buku kedua. Walau, nggak secepat sebelumnya, karena pembahasan reksa dana di buku ini lumayan bikin pusing. Bacanya sampai mengerutkan dahi. Tapi, kalau menurut Rudiyanto, apapun bidangnya, asal dipelajari dengan gigih, orang awam pun pasti ngerti.

Di buku fit.focus.finish, menyambung dari buku pertamanya, tidak lagi mendefinisikan reksa dana. Pembaca sudah dianggap mengerti teori dasar, tinggal pembahasannya saja yang diperdalam.

Seperti bahasan tentang asumsi return yang wajar dalam investasi, baik di saham, obligasi, maupun campuran. Lalu mengetahui strategi pengelolaan reksa dana, mengenal apa itu T-Club & B-Club, mengenal lebih dekat saham Blue Chip dan Second Liner.

Riset-riset masih dilakukan untuk membuktikan bahwa Value Investing lebih baik dari strategi Market Timing, dengan menggunakan analisa Simple Moving Average, Relative Stength Index, dll. Teori-teori riset ini dapat juga digunakan oleh mahasiswa jurusan Ekonomi Manajemen-Finansial-Investasi sebagai salah satu referensi Skripsi dan Tesis-nya.

Kita, orang awam, juga diajari cara menganalisis Laporan Keuangan dan Cash Flow perusahaan skala besar di surat kabar, contohnya Astra. Karena dana kita akan diserap sebagai tambahan modal perusahaan tersebut, maka kita wajib tahu bagaimana membacanya bukan? Untungkah atau rugikah?

Terakhir, sebab Rudiyanto ini adalah Head of Operation & Business Development Panin Asset Management, akibatnya di buku ini beliau sekalian beriklan produk-produk Panin AM. Seperti RD Panin Dana Maksima yang konon menjadi reksa dana pasar saham unggulan seantero negri. Lalu, ada pesaing Unit Link yang lebih make sense yaitu Investment Link: Smart Investment Protection Plan. Produk baru PAM tersebut menggabungkan Investasi dengan Asuransi Jiwa, tentunya dengan premi kecil.

Kesimpulannya, beliau sangat menyarankan Buy & Hold untuk para investor, pemula atau bahkan veteran. Ketimbang melakukan spekulasi, yang hasilnya kurang maksimal.

Sekian review buku dari saya, semoga berguna.

Wednesday, February 25, 2015

Review Buku: Sukses Finansial dengan Reksa Dana

Review Buku: Sukses Finansial dengan Reksa Dana
Genre:
Non-Fiction
Business & Economics (Investasi)
Author:
Rudiyanto

Belakangan ini gue lagi keranjingan banget baca blog-nya Pak Rudiyanto di rudiyanto.blog.kontan.co.id yang isinya membahas reksa dana secara tuntas. Mulai definisi hingga riset kecil-kecilan, bahkan besar-besaran dengan segala model perhitungan dan metodologi.

Dari gaya penulisan blog-nya, kelihatan banget kalau beliau ini sangat profesional di bidangnya. Jadi jangan heran kalau tiba-tiba gue jadi tergiur beli produk reksa dana di Panin Asset Management, dan tentu saja beli buku karangannya: Sukses Finansial dengan Reksa Dana, yang akan gue bahas sedikit reviewnya di post kali ini.

Sebetulnya isi buku ini nggak berbeda jauh dengan blog-nya, bagi yang mau gratisan, pantengin aja blog-nya, baca mulai posting awal yang ditulis tahun 2010 sampai posting terbarunya. Tapi kalau mau dapat bonus yang lumayan, misalnya kalender 2015 dan hitung-hitungan dalam format Excel untuk menentukan tujuan investasi, harus beli bukunya langsung ke penulis.

Bahasa buku ini sangat mudah dicerna. Simpel. Orang awam pasti langsung paham tentang investasi dan reksa dana. Gue hanya butuh waktu dua hari untuk menamatkan buku pertamanya ini.

Buku yang terdiri dari 40 bab ini, dimulai dengan menyikapi makna dari sukses finansial itu sendiri. Sebesar apa sih finansial kita, baru bisa dinyatakan sukses? Apakah mungkin dengan pemasukan dua digit, kita akan sukses secara finansial? Padahal kalau menurut gue, semakin besar income seseorang, maka expenses juga bertambah besar. Jadi, tetap dibutuhkan ilmu untuk mengelola pendapatan.

Selain definisi reksa dana yang dijelaskan secara rinci, pun jenis-jenis reksa dana seperti Money Market, Fixed Income, Balance, dan Equity Fund dijabarkan dengan gamblang. Rudiyanto juga membahas tentang negara tetangga kita, Singapura, yang ternyata memiliki reksa dana yang ditanamkan di Lippo Mall Cikarang dalam bentuk REITs (Real Estate Investment Trusts), dan hal-hal lain yang menambah wawasan seputar investasi bisa ditemukan di buku ini.

Bicara mengenai investasi, seperti deposito, logam mulia, properti, & reksa dana, Rudiyanto melakukan riset, bahwa ternyata deposito tidak mampu mengalahkan inflasi. Dan dari riset tersebut, ditemukan fakta bahwa ternyata logam mulia berhasil mengalahkan inflasi lebih baik dibanding properti. Bagaimana dengan reksa dana? Jawabannya juga ada di buku ini.

Jadi, jika berminat untuk investasi reksa dana, pengin tau cara-caranya, peraturan-peraturannya, siapa saja yang terlibat, dan lain sebagainya, gue rekomendasikan buku ini sebagai salah satu literatur.

Selamat membaca, dan...
Happy investing!

***

Baca juga review buku lanjutannya: fit.focus.finish

Persiapan Masuk Sekolah TK

Sebetulnya Sabrina masih dua tahun lagi masuk TK. Bulan Maret nanti, usianya baru tiga tahun. Tapi, gue sudah tahu uang pangkal sekolah TK sejak putri mungil itu nol tahun.

Saat Sabrina lahir, biaya masuk TK di TK Islam Tunas Mekar, Duren Sawit adalah 4 juta (TK A & TK B masing-masing 2 juta). Maka nanti, pas usia Sabrina lima tahun, biaya tersebut sudah mengembang sebesar 10 juta (rata-rata inflasi pendidikan 20% pa). Dan untuk mencapai nilai tersebut, setiap bulannya gue setor Rp.130.000 ke Reksa Dana Pendapat Tetap, produknya waktu itu milik Mandiri Investasi yaitu MI - Dana Utama (selanjutnya disebut MIDU).

Sekarang, alhamdulillah dananya sudah terkumpul. Sudah cukup, jadi nggak perlu lagi investasi di MIDU untuk biaya pendidikan TK Sabrina. Tapi investasi untuk masuk SD, SMP, SMA, dan S1 masih berlanjut.

Nah, barusan aja gue telpon TK Tunas Mekar untuk tahu info biaya terkini. Gue langsung disambungkan dengan Kepala Sekolahnya. Dan, beliau bilang bahwa untuk tahun ajaran baru 2015/2016, biaya uang pangkal masih akan dirapatkan oleh dewan terkait. Jadi informasi berikut adalah biaya masuk tahun 2014/2015.

Uang Pangkal TK A = Rp. 3.150.000,-
SPP per Bulan TK A = Rp. 335.000,-

Uang Pangkal TK B = Rp. 3.150.000,-
SPP per Bulan TK B = Rp. 335.000,-

Uang Pangkal PlayGroup = Rp. 2.670.000,-
SPP per Bulan PlayGroup = Rp. 240.000,-

Uang pangkal sudah termasuk:
  • Uang gedung
  • Uang alat
  • Seragam
  • Uang buku
  • Uang SPP 1 bulan (Bulan Juli)

Untuk TK, ada lima ekstrakurikuler yang diadakan setiap Hari Senin sampai dengan Jum'at, yaitu:
  1. Drum Band
  2. TPA
  3. Menari
  4. Melukis
  5. English
Sedangkan untuk PlayGroup, kegiatan ekskul hanya ada dua, yaitu: TPA & Menari.

Info lengkap, bisa langsung menghubungi TK Islam Tunas Mekar.
Alamat: Jl. Lingkar Duren Sawit, RT.001/012, Jakarta Timur 13440
No Telpon: 021-86606967

Tuesday, February 24, 2015

Review Buku: The Amber Room

The Amber Room
Genre:
Thriller
Author:
Steve Berry

Pulang kantor naik Commuter Line, lalu turun di stasiun Tebet, gue lihat novel ini di tumpukan paling atas buku-buku bekas yang dijual di pinggir rel. Gara-gara baca "kata-kata jualannya" Dan Brown di sampul depan, gue jadi ngiler pengin tahu isinya.

Buku The Amber Room bercerita tentang harta karun yang hilang pada masa Perang Dunia II. Tahun 1945, panel-panel batu amber yang melapisi ruang kecil di Istana Chaterine di Tsarkoe Selo Rusia itu raib dicuri oleh Nazi Jerman. Hebatnya, sejarah mengenai ruang amber yang ditulis oleh Steve Berry begitu detail. Lalu, penulis meramu fakta ini dengan fiksi.

Berikut sedikit review bukunya:
Carol Borya, salah seorang saksi mata atas hilangnya ruang amber di zaman Nazi, tiba-tiba saja tewas mengenaskan. Dan, putri tunggalnya, Rachel Cutler, seorang hakim ternama di Amerika, curiga bahwa ayahnya tewas dibunuh.

Memang belakangan, Carol Borya menunjukkan minatnya pada tayangan TV tentang penggalian harta karun yang dilakukan oleh McKoy, seorang pemburu harta karun amatir. Selain itu, Borya juga selalu mencari dan mengumpulkan berbagai informasi dari koran-koran nasional. Paul Cutler, sang menantu menyadari akan hal ini.

Setelah kematian Borya, Paul yang berprofesi sebagai pengacara ahli waris, menemukan kejanggalan saat sedang merapikan berkas-berkas wasiat di rumah mertuanya itu. Ada setumpuk koran yang terselip di dalam freezer, dan semua artikel itu berkaitan dengan ruang amber.

Rachel & Paul menduga bahwa Borya telah menjadi korban pembunuhan, dan bahwa kematiannya berhubungan dengan ruang amber, yang konon disebut sebagai harta karun terkutuk. Demi mencari tahu kebenaran perihal tewasnya Borya, mereka pun terlibat dalam perburuan ruang amber.

Satu hal yang tidak mereka sadari adalah bahwa bukan hanya mereka, serta McKoy yang sedang mencari harta tersebut. Melainkan dua orang pemburu harta lainnya yang sangat berbahaya, Fellner dan Loring, berserta para algojo, Suzanne Danzer dan Christian Knoll, yang tidak segan membunuh demi mendapatkan barang-barang yang mereka inginkan.

Ketegangan pun tak terhindari saat mereka berada dalam satu scene. Kejar-kejaran, tembak-tembakan, serta upaya pembunuhan yang mencekam, dikemas dengan apik oleh Steve.

Namun, entah mengapa ada satu kekosongan pada inti cerita. Apa mungkin pengaruh dari sudut pandang novel ini ya, yang menggunakan orang ketiga sebagai narator? Kurang greget aja gitu. Seperti sayur sop tidak berkaldu, kisah amber room jadi kurang syahdu.

Anyway, begini penampakan Ruang Amber, yang dibangun ulang oleh pemerintah Rusia, dan di-launching pertama kali oleh Presiden Vladimir Putin tahun 2003 lalu.


Ruang Amber Rusia