Monday, July 27, 2015

Saatnya Mencerahkan Kulit Wajah

Setelah libur panjang, sebelum masuk kerja, mari kita ke Erha Clinic. Bukan iklan kok. Nggak dibayar juga sama Erha. Cuma mau share pengalaman aja, siapa tahu ada yang lagi cari-cari info.

Gue sudah beberapa kali konsultasi masalah kulit wajah ke Erha. Dan, lumayan cocok. Selama perawatan dengan krim-krimnya, kulit wajah gue nggak mengelupas, dan tidak memerah. Jadi, belum kepikiran putar haluan untuk mencoba produk dari klinik, atau brand lain.

Pertama kali ke Erha Clinic bulan Agustus 2014, berarti sekarang sudah berjalan satu tahun. Sejauh ini belum ada keluhan tentang pelayanannya. Lalu, bagaimana dengan perkembangan kulit wajah gue? Yang pasti: No more acne. Kecuali, kalo mendekati masa-masa menstruasi. Biasalah masalah hormonal. Jerawat & PMS bertamu. Tapi itu juga nggak banyak dan nggak parah (jerawatnya maksud gue, kalo PMS-nya mah jangan ditanya... hahha...).

Dulu, sebelum jadi langganan Erha, menjelang menstruasi, jerawat-jerawat gede muncul di pipi, dagu, dan dahi. Kadang, satu bulatan jerawat itu, bermata dua atau tiga. Komedo berjejal-jejal di area hidung. Kemudian, karena jari jemari gue sangat aktif, mudah tergoda untuk pegang-pegang si jerawat, jadilah bekasnya menghitam, dan meradang. Keluar lagi jerawat serupa (bermata dua atau tiga) di dekat tempat yang sama, bersisian dengan jerawat lama yang belum sembuh. Well,...

Kemarin, gue diresepkan krim-krim baru oleh Dr. Sandy Sandrasari, yaitu CC50, dan Truwhite Activator Day Cream with SPF 21. Dan, masing-masing produk dapat ditebus dua kali. Dilengkapi copy receipt, untuk penebusan di bulan berikutnya. Lumayan-lah menghemat biaya konsultasi.
  1. Corrective Cream 50 untuk night cream, berfungsi memudarkan noda-noda hitam bekas jerawat, sebagai pengganti CC25. Karena CC25 masih ada, jadi gue belum tebus krim barunya. Menurut Dr. Sandy, CC50 dosisnya lebih tinggi dari CC25.
  2. Truwhite Activator Day Cream with SPF 21 (TWD), sebagai pengganti AMG2. Seharga Rp.189.500. Krim ini lumayan mahal dibanding krim-krim lain yang pernah gue pakai, biasanya under Rp.100.000. Karena kulit wajah gue sudah lumayan sehat, jarang jerawatan, komedo sirna, dan tampak selalu lembab, jadi menurut beliau, sudah saatnya mencerahkan kulit wajah, maka diresepkanlah krim mihil ini. Tapi, harga nggak bohong kok, krim ini bertekstur sangat lembut, terasa ringan & lebih lembab. 
  3. Krim lainnya masih sama, yaitu AF2. Acne Foundation 2, karena gue cocok memakai foundation ini, jadi tidak diganti.
  4. Sabun wajah Erha 2.

Truwhite Activator Day Cream with SPF 21 (TWD)
Truwhite Activator Day Cream
with SPF 21

Total biaya yang gue keluarkan Rp.349.500, dengan rincian sbb:
  • Biaya konsultasi dokter: Rp.160.000 (belum kena inflasi, semoga tidak ada kenaikan sepuluh tahun ke depan, Amin).
  • Truwhite Activator Day Cream 30G: Rp.189.500

Saat ditanya oleh Dr. Sandy, Apakah mau perawatan lainnya? Misalnya facial atau peeling? Pengin banget sebetulnya, tapi sayangnya bawa anak. Lalu suami duduk di ruang tunggu. Kebayangnya pada bosen nungguin gue perawatan dulu. Kapan-kapan mau coba facial dan peeling di Erha. Dan, nanti insyaAllah gue review juga.


***


Sebulan kemudian....
Tanggal 22 Agustus 2015.

Kebetulan banget krim malam CC25 & krim pagi AF2 di rumah sudah habis. Jadi, hari Sabtu gue mampir ke Erha Clinic Cipinang, untuk menebus krim malam CC50 & krim pagi AF2.

Harganya sebagai berikut:

Krim CC50 & AF2
Krim Erha: CC50 & AF2

Monday, June 15, 2015

Jurassic World

Jurassic World
Claire & I-rex
Impian John Hammond terwujud. 22 tahun pasca tragedi Jurassic Park, taman penuh dinosaurus itu dibuka untuk umum.

Jurassic World menawarkan berbagai wahana menarik, layaknya kebun binatang & Disneyland. Tontonan seperti memberi makan T-rex & Mosassaurus, dibuat seperti pertunjukan singa & lumba-lumba. Lalu, ada juga bayi-bayi dinosaurus yang dapat "bermain" bersama pengunjung, seperti Baby Zoo di Taman Safari Puncak. Kendaraan yang digunakan untuk melewati gerbangnya, bukan lagi SUV, melainkan monorail futuristik. Serta terdapat banyak toko yang menjual aneka merchandise, persis Dufan.

Claire (Bryce Dallas Howard) yang bekerja sebagai manajer operasional di Jurassic World, menanti kedatangan dua orang ponakannya, Zack & Grey, untuk vakansi. Karena pekerjaan yang padat, Claire menitipkan mereka berdua pada Zara, asisten pribadinya. Dilengkapi dengan tiket VIP, Zack & Grey memulai petualangan mereka di berbagai wahana.

Selama sepuluh tahun Jurassic World beroperasi, kepuasan pengunjung terus menurun, hingga di titik 90% dan stuck. Para ilmuwan di sana, berusaha untuk menaikkan angka tersebut, salah satunya dengan merekayasa dinosaurus model terbaru.

Indominus Rex (I-rex), paduan antara T-rex, dan Raptor, dengan sedikit campuran DNA cumi-cumi & katak sebagai pelengkap. Jadilah makhluk hibrida super cerdas, dengan lebih banyak taring & cakar.

Saat Owen, si pelatih Raptor (Chris Pratt), dipanggil oleh Claire untuk mengecek keamanan kandang I-rex, seketika itu pula hewan tersebut menghilang. Suhu tubuhnya tidak terlacak oleh detektor panas tubuh.

Claire memutuskan untuk menutup bagian utara taman. Namun, kedua ponakannya sedang menjelajah hutan menggunakan gyrosphere (kendaraan bulat berlapis kaca). Sampai mereka bertemu dan diteror oleh I-rex.

Bersama Owen, Claire nekat mencari ponakannya. Berhasilkah Claire menyelamatkan mereka, dan bahkan ratusan wisatawan lain?

Film ini diproduseri oleh Steven Spielberg. Jadi, masih berasa "sentuhan" sang maestro. Walaupun tidak ada tokoh-tokoh utama dari film Jurassic Park lainnya yang tampil kembali di film ini, tapi setelah 22 tahun, Jurassic World lumayan mengobati rindu.

Jurassic World

Jurassic World

Jurassic World

Jurassic World

Jurassic World

Jurassic World

Friday, June 12, 2015

Review Buku: The Wednesday Letters

The Wednesday Letters
Genre:
Drama Fiction
Author:
Jason F. Wright

Buku ini duduk manis di tumpukan paling atas di lapak buku bekas, dekat stasiun Tebet. Mungkinkah gue nggak beli? Apalagi ada embel-embel The New York Times Bestseller di cover bukunya yang sangat unik, berbentuk amplop. Warnanya juga eye catching.

Jack & Laurel, pasutri tua nan romantis, tinggal di kota kecil, di penginapan sederhana Domus Jefferson, yang dikelola sendiri, serta memiliki tiga orang anak: Matthew, Malcolm, dan Samantha.

Jack menderita kanker otak ganas, dan hidupnya hanya tinggal menghitung hari. Istri tercinta, Laurel selalu sabar mengurusnya seorang diri. Anak-anak mereka sudah dewasa, dan tidak tinggal lagi bersama. Matthew dan istrinya, Monica tinggal di kota besar, dan sedang sibuk mengurus perizinan adopsi anak. Samantha, anak terakhir dan perempuan satu-satunya, sudah bercerai dengan suaminya, menjadi single mother untuk putrinya Angela, serta berprofesi sebagai Polisi lokal. Dan, Malcolm, sang penulis, tak tahu dimana rimbanya. 

Saat Jack & Laurel meninggal dunia di hari dan jam yang sama, anak-anak mereka, para kerabat, teman, sahabat, dan para tamu penginapan merasa tak percaya. Jack yang sakit parah, tapi Laurel yang wafat lebih dulu, menyusul suaminya, seakan otomatis berhenti hidup. Dalam keadaan berduka yang teramat sangat, mereka mempersiapkan upacara pemakaman yang cukup besar, namun tetap hangat dan kekeluargaan.

Matthew, Malcolm, dan Samantha menemukan "kebiasaan unik" kedua orangtuanya di dalam gudang. Ada beribu pucuk surat yang ditulis setiap hari Rabu oleh ayahnya untuk sang ibu. Kadang surat itu dikirimkan melalui pos, dan masih tertempel perangko di amplopnya. Atau ada beberapa surat yang tidak disertai perangko. Surat-menyurat seminggu sekali itu, dilakukan sejak mereka menikah, hingga tutup usia.

Seluruh surat dikumpulkan, lalu diurutkan berdasarkan tanggal, dan tiga bersaudara itu membacanya bergantian. Banyak yang hanya menceritakan tentang keseharian mereka, tidak sedikit berupa cerita lucu, bahkan mengharu biru. Samantha sampai harus menghapus air matanya berkali-kali. Hingga ada satu rahasia keluarga yang selama ini tersembunyi. Rahasia yang membuat mereka marah & gelisah, namun sekaligus mengikat mereka kembali menjadi keluarga yang utuh dan kompak.

Sebetulnya tema yang diangkat oleh Jason F. Wright sangat-sangat brilian. Suami-istri saling menulis surat, menumpahkan suka-duka, keluh kesahnya ke dalam kertas. Kemudian dibaca oleh pasangannya, akan sangat positif, ketimbang mereka berbicara dan ribut dengan suara keras, menyakiti perasaan anak-anak, hanya karena hal sepele. Mungkin bisa dicontoh juga buat pasutri masa kini, supaya rumah tangganya tetap harmonis.

Tapi sayang, penggarapannya kurang. Jauh sekali dari harapan gue. Ceritanya jadi terlalu datar. Tokoh-tokohnya kurang berkembang. Endingnya sangat klise dan gampang ditebak. Walaupun ada sedikit twist, tapi kok kayaknya terlalu dipaksakan. 

Pesan dari buku ini adalah tentang memaafkan. Suami memaafkan istri, orangtua memaafkan anak, anak memaafkan orangtua, keponakan memaafkan paman, dst. Tapi ada satu hal yang kurang logis: suami memaafkan kriminal yang menjahati istrinya sendiri. Ugh... gue berharap tokoh Jack yang pemarah, membunuh si bajingan yang menodai Laurel. Sumpah ya, kalo gue ketemu sama penulisnya, gue suruh revisi bagian maaf-maafan ini.

See ya!

Wednesday, June 10, 2015

Annie (2014)

Annie (2014)
It’s a hard-knock life for us!

Tomorrow, tomorrow, I love ya… tomorrow…

Annie, adalah film drama komedi musikal yang telah di-remake sebanyak tiga kali. Berturut-turut film pertama dan kedua, dibuat tahun 1982 dan 1999. Perbedaan yang mencolok dari Annie versi 2014 dengan film-film sebelumnya, adalah si pemeran utamanya berkulit hitam. Katanya sih kelompok rasis di Amerika sampai ingin mencekal film ini. Haduh... berlebihan sekali.

Jamie Fox berperan sebagai pengusaha operator seluler kaya raya, bernama William Stacks yang sedang mengikuti bursa calon walikota New York, (familiar sama Bakrie Telecom, yang salah satu big boss-nya terobsesi jadi presiden hehehe…). Anyway, ini bukan film adaptasi kisah nyata kan?? -_-

Lalu si aktris kecil berbakat Quvenzhané Wallis, berperan menjadi Annie si tokoh utama, seorang yatim piatu, yang masih berharap dapat berkumpul kembali dengan kedua orang tuanya.

Annie dan kawan-kawannya sesama yatim piatu, tinggal dan diasuh oleh Ibu Asuh yang galak dan tidak menyenangkan, Miss Hannigan diperankan oleh Cameron Diaz (ternyata aktris ini juga bisa nyanyi, seingat gue di film My Best Friend’s Wedding, suara dia ancur banget pas disuruh karaokean wkwkwk...)

Pamor politik William Stacks saat itu sedang turun. Kampanye yang ia gelar di tengah kerumunan tunawisma, menjadi momentum ketidakpercayaan publik terhadap dirinya. Terlebih dengan konyolnya, dia memuntahi seorang gelandangan. Dan, video hasil siaran langsung itupun diunggah di YouTube, menjadi bahan olok-olok.

Annie yang sedang berusaha menemukan kedua orangtuanya, tiba-tiba saja terjebak oleh satu scene, yang mempertemukannya dengan si calon walikota: Mr. Stacks.

Annie (2014)

Demi mendongkrak popularitasnya, Penasihat Politik Mr. Stacks mengatur supaya hak asuh sementara Annie jatuh ke tangan Mr. Stacks. Dan Annie diperbolehkan tinggal dirumahnya, serta menghabiskan waktu bersama. Seiring berjalannya waktu, jiwa kebapakan William muncul dan rasa sayangnya ke Annie terus berkembang.

Keinginan Mr. Stacks untuk mengadopsi Annie secara resmi, terpaksa ditepis olehnya. Ia harus menelan pil pahit, karena orang tua kandung Annie ditemukan, dan mereka akan kembali bersatu sebagai keluarga utuh.

Film Annie (2014) mendapat banyak sekali hujatan dari penikmat film. Hanya mendapat skor 27% dari Rotten Tomatoes, bahkan memenangkan penghargaan film remake terburuk dari Golden Raspberry Award. Cameron Diaz juga sempat dinominasikan sebagai aktor pembantu terburuk.

Tapi, walau begitu, film ini berhasil masuk Box Office kok. Lagu-lagunya juga bagus. Ada beberapa yang di-aransemen ulang oleh Sia. Apalagi lagu Opportunity, ciptaan Sia, yang dinyanyikan oleh suara emas Quvenzhané Wallis, wah keren abis. Recomended deh buat tontonan anak-anak.

Annie (2014)

Annie (2014)

Annie (2014)

Annie (2014)

Annie (2014)

Buah-Buahan Potong

Gue mau cerita sedikit tentang Sabrina dan mainan barunya.

Jadi hari Rabu, tanggal 3 Juni 2015, gue lupa belikan mainan buah-buah potong buat dia. Padahal Rabu pagi, gue sudah menjanjikan untuk membawakan "sesuatu" sepulang kantor. Alhasil, dia ngambek luar biasa. Dan, cara ngambeknya itu lucu banget.

Dia langsung melangkah cepat ke arah dapur, lalu berhenti di depan kulkas, berdiri diam. Ngambek. Gue hampiri bocah imut itu, mau minta maaf, ehhh… dia jalan cepat lagi, ke arah depan, trus mematung menghadap pintu. Ngambek lagi ceritanya.

Akhirnya, Kamis sore, gue mengingatkan diri gue sendiri untuk beli buah potong itu di Carrefour. Nah, sampai rumah, anak itu langsung tanya “Mama udah beli sesuatu belum buat Sabrina?” dengan wajah yang sangat ingin tahu.

Sambil cengar-cengir, gue jawab “Ada nggak ya?”

Lalu dia mengulangi, “Ada nggak ya?” mimik wajahnya berharap sekali ada sesuatu buat dia.

Sebelum dia lari ke kamar, gue merajuk, minta dicium, minta dipeluk yang lama banget sama dia. Dan, lucunya Sabrina meladeni. Hehehe…. Ada maunya soalnya. Begitu dia lihat mainannya, yang gue sembunyikan di atas tempat tidur, (bukan disembunyikan sih, soalnya gampang kelihatan gitu warna-warninya), dia girang bukan main.

“Aku suka Ma,” celotehnya. Dua kali.

Dan langsung dimainin. Potong-potong, kemudian direkatkan kembali velcro-velcro-nya, dan dipotong lagi.

Sebelum mainan ini, Sabrina udah punya jeruk velcro, mainan hadiah dari sepupunya Fahmi. Dan sekarang dia punya, semangka velcro, pisang velcro, apel velcro, dan jagung velcro.

Pisau mainan, sebelumnya punya 2 buah, sekarang jadi 3. Begitu pun talenan. Sekarang punya tiga ukuran: besar, sedang, dan kecil.

Berikutnya dia request: kulkas, kompor yang besar yang kayak punya Mama (saat ini dia punya kompor-komporan kecil, cuma sebesar token Bank), dan lemari dapur buat piring-piring plastiknya. Komplit ya, gue aja belum punya lemari dapur buat koleksi tupperware gue. Haha….. nasib nasib.

Well, intinya jangan menjanjikan sesuatu ke anak kecil, kalo memang nggak bisa memenuhi. Dan, jika memang seandainya sanggup, jangan lupa!

Mainan Buah Potong
Ini dia penampakan Mainan Buah Potong Sabrina yang baru. Semoga besar nanti, kelak menjadi Chef ternama ya, Sayang. Buka Restoran atau Café sendiri, dan mempunyai ribuan cabang Resto & Lounge di seluruh dunia. Amin!

Saturday, June 6, 2015

Wedding Dress (Korean Movie)

Wedding Dress
Wedding Dress, film Korea yang sanggup membuat gue mengalirkan bergalon-galon air mata. Yup... mengharukan sekali.

Film ini berkisah tentang seorang ibu (single mother) bernama Go-eun, seorang desainer baju pengantin di Bridal ternama. Beliau hidup dengan putri semata wayangnya bernama So-ra, di apartemen kecil di tengah kota. Ayah So-ra sudah meninggal dunia di usia yang terbilang muda. Namun, ibu penyayang itu selalu dibantu oleh kakak laki-lakinya dan kakak iparnya yang sangat pengertian.

Go-eun menyadari bahwa dirinya menderita kanker lambung, dan hidupnya tidak akan lama. Di titik inilah episode-episode mengharukan kehidupan ibu dan anak tersebut dimulai.

Go-eun mencoba mengisi hari demi hari antara mereka berdua dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, yang akan dikenang oleh anaknya. Tidur saling berangkulan, melancong ke pantai, mengajari sang anak bersepeda, memasak untuknya semalaman, merayakan ulang tahun anaknya (walau berdua saja), hingga membuatkan sketsa gaun pengantin untuk dipakai So-ra di masa depan.

Kemudian, So-ra yang menyadari bahwa usia ibunya hanya sebentar saja, diam-diam melakukan apapun kemauan sang Ibu. Seperti mulai berkawan kembali dengan teman-teman sekelasnya. Lalu meneruskan les baletnya, karena dia selalu mangkir dari kelas balet selama ini. Sampai So-ra berhasil ikut mementaskan pertunjukkan balet, dan membuat ibunya bangga.

Ibunya ingin So-ra memiliki kepribadian yang supel, memiliki banyak teman, serta mandiri. Karena cepat atau lambat, So-ra harus mampu hidup sebatang kara. Teman yang banyak adalah hal paling logis bagi ibunya, agar So-ra tidak selalu sendirian.

Hal-hal mengharukan, ditunjang oleh akting brilian para aktornya, membawa emosi penonton pada kesedihan yang tidak berujung. Gue nonton film ini ditemani oleh satu wadah penuh tissue.

Drama ibu-anak, atau orang tua dengan anaknya, yang dibumbui penyakit dan kematian, akan sangat sukses untuk menyayat-nyayat hati. Jadi, pesan gue cuma satu: siapkan tissue sebelum menekan tombol play.

Wedding Dress

Wedding Dress

Wedding Dress

Wedding Dress

Wedding Dress
 
Wedding Dress

Wednesday, May 20, 2015

Review Buku: The Death Cure

The Death Cure
Genre:
Science Fiction, Thriller Distopia
Author:
James Dashner

Akhirnya gue menyelesaikan buku terakhir dari trilogi The Maze Runner. Bukan karena ceritanya membosankan seperti buku Allegiant, tapi lebih ke penat. Butuh sesuatu yang baru, jadi diseling sama baca buku lainnya.

Kisah Thomas di buku ini seru banget. Baca bukunya sudah kayak nonton film. Banyak adegan menegangkan ala Hollywood's action movie.

Setelah berhasil keluar dari ganasnya Scorch, Thomas menyadari bahwa dirinya terbui di sebuah ruangan putih, tanpa fasilitas MCK, yang membuat tubuhnya sekotor Crank - manusia yang berubah menjadi zombie akibat terpapar virus flare. Selama berminggu-minggu Thomas menunggu di sel putihnya, hanya untuk mendapati fakta bahwa WICKED masih sedang melakukan penelitian terhadapnya.

Hal tersebut membuatnya muak. Tidak cukupkah bagi WICKED melihatnya hampir meregang nyawa berkali-kali demi "pola-pola"? Setelah Thomas dikumpulkan kembali bersama teman-temannya, Minho, Newt, Brenda & Jorge, merencanakan untuk melarikan diri dari WICKED selamanya. Baku tembak dengan para penjaga yang tidak terhitung banyaknya, dilengkapi senjata-senjata listrik canggih tak terhindari.

Dengan mengendarai Berg, tujuan mereka adalah Kota Denver, salah satu kota dengan pengamanan super ketat terhadap penularan flare. Mereka akan mencari seseorang yang dapat menolong Thomas dan Minho untuk mengeluarkan alat pelacak sekaligus kendali yang ditanam WICKED di dalam otak mereka.

Tapi hal yang sangat mengejutkan terjadi di kota itu. Gally, salah satu musuh terbesar Thomas saat di Maze, yang seingatnya sudah ia bunuh, kini "hidup" lagi dan menyambut mereka. Menawarkan persekutuan dengan kelompok Tangan Kanan, yang menjadi satu-satunya organisasi amatir untuk melawan WICKED.

Kini serangan zombie tak dapat dibendung. Dimana-mana terjadi hal-hal menakutkan. Banyak pertumpahan darah, kanibalisme, kebrutalan Crank meluap.

Langkah tepat Thomas untuk bergabung dengan Tangan Kanan, dan menghentikan WICKED yang ingin memulai kembali penelitian terhadap manusia-manusia kebal. Sebab, mereka menghilang satu persatu, diduga diculik oleh WICKED.

Ada hal menyedihkan di buku ketiga ini. Newt yang merupakan salah satu karakter favorit gue, setelah Minho, harus mati di tangan sahabatnya sendiri.

Buku The Death Cure ini bagai menjawab keinginan gue atas buku Allegiant. Harusnya Veronica Roth membedah buku ini terlebih dulu, sebelum menulis ending Divergent yang kurang berkesan.

Dan kalau boleh membandingkan lagi antara kedua buku tersebut, karakter-karakter pendukung di The Death Cure ditulis dengan unik. Masing-masing tokoh mempunyai watak yang kuat, berbeda satu dengan lainnya, memiliki peran dan andil cukup besar dalam keseluruhan cerita yang terpusat pada Thomas, menjadikannya mudah disukai pembaca.

Berbeda dengan tokoh-tokoh pembantu di buku Veronica, seperti Uriah yang kurang diperhatikan peranannya. Sehingga saat Uriah mati, tidak sampai membuat gue mengiba. 

Well, balik lagi ke buku James, happy ending di buku ini juga membuat gue puas. "....kita telah mengirim subjek-subjek kita yang paling cemerlang, paling kuat, paling tangguh, ke sebuah tempat aman, tempat kita dapat mulai peradaban dari awal lagi sementara sisa dunia ini menuju kehancuran."

Thursday, April 23, 2015

Review Buku: Pesugihan, Biar Kaya Mendadak

Pesugihan Biar Kaya Mendadak
Genre:
Agama Islam - Tauhid 
Author:
Muhammad Abduh Tuasikal

Jujur,gue beli buku ini karena daya tarik judul bukunya. Kesannya suram & kelam gimana gitu. Pengin tau aja, apa sih isinya. Tujuannya bukan buat ikut-ikutan pesugihan ya, hehe...

Sudah kodrat manusia tidak pernah merasa puas. Punya rumah mewah, mobil, usaha yang bagus, gaji berlimpah, tapi kok kayaknya masih kurang. Dari zaman dulu, manusia yang kurang bersyukur ini, seringkali melalui jalan pintas menuju kaya raya. Dan sudah menjadi rahasia umum, jika pesugihan sangat digandrungi oleh kebanyakan orang awam. Awam agama.

Di bukunya ini, Ustadz Abduh Tuasikal menuliskan sebanyak 9 jenis pesugihan yang beredar di Pulau Jawa. Misalnya; minta kaya sama Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong, tuyul, monyet, jimat atau tamimah, dst. Pulau lainnya nggak dibahas, padahal kalo menurut gue nggak kalah banyaknya.

Setelah beragam jenis pesugihan diutarakan, di bab-bab selanjutnya, beliau menuliskan delapan penyimpangan yang terjadi. Semua dilihat dari kacamata Islam.

Delapan penyimpangan itu adalah sebagai berikut:
  1. Syirik. Atau menduakan Allah.
  2. Tawassul yang keliru.
  3. Tumbal dan sesajen pada selain Allah.
  4. Ngalap berkah (Tabarruk) yang keliru.
  5. Tawakkal (menyandarkan hati) pada sesuatu selain Allah & mencari keberkahan lewat jimat.
  6. Beramal akhirat hanya untuk mencari keuntungan dunia semata.
  7. Melakukan safar ibadah yang terlarang ke gunung, petilasan dan kubur wali.
  8. Melakukan ritual mengada-ada yang tidak pernah dituntunkan (Bid'ah).

Bahasan mengenai penyimpangan-penyimpangan tersebut, dilengkapi dengan ayat-ayat Al-Qur'an, serta hadits-hadits shohih. Gaya penulisannya sama dengan buku Kenapa Masih Enggan Sholat? yang sebelumnya pernah gue review juga.

Bukunya tipis, cuma 139 halaman. Murah pula. Nah, mumpung hari ini adalah Hari Buku Sedunia, ayo donk, dibeli bukunya ke ruwaifi.com, dan langsung dibaca. Menambah wawasan seputar agama yang Haq ini, dan semoga dapat mempertebal keimanan kita. Amin.

7 Hal Menakutkan Bagi Pelari Malam

Screenshot Endomondo Lari Ke-8
Lari hari kedelapan. Alhamdulillah, lebih baik dari lari ke-7. Kalori yang terbakar 208 kcal. Kemudian, Couch to 5K nyaris sempurna.

Pas lari kemarin, gue memikirkan banyak hal, terutama tentang konten blog kali ini. Nah, jadilah tulisan ala on the spot, tujuh kisah ini, tujuh kisah itu. 











Tujuh hal menakutkan bagi pelari malam, especially me:

1. Anjing besar berbulu lebat, yang tiba-tiba muncul dari arah depan. Anjingnya gedeeee banget, mungkin kalo dia berdiri dengan kaki belakang, tingginya bisa ngalahin manusia dewasa.
Gue bukan pemerhati tipe-tipe anjing. Tapi mungkin anjing yang pernah selisih jalan sama gue itu adalah tipe Chihuahua yang rajin minum weight gain, jadi otot-ototnya mengembang & kekar. Delapan kali gue lari di track BKT, dua kali sudah gue bersua dengan anjing jenis ini.
Tapi ternyata, si anjing besar itu dituntun sama majikannya memakai tali kekang. Yah.. saking besarnya si anjing, empunya sampai nggak kelihatan.

Chihuahua plus Gainer
Chihuahua plus Gainer











awas ada zombie2. Sosok di kejauhan. Bagi yang belum tau kondisi track BKT saat malam, berikut akan gue deskripsikan.
Track di BKT itu jalan lurus beraspal, dengan pepohonan hampir rapat di kanan kirinya. Pohon-pohonnya lumayan tinggi, jadi menutup sinar kuning lampu jalan yang memang sudah seadanya. Sinar lampu yang berhasil menembus rimbunnya daun, menghasilkan penerangan yang remang-remang. Jadi kalo ada orang yang jalan dari kejauhan, sosoknya akan menjadi gelap. Semakin dekat, baru terlihat jelas.
Sosok-sosok seperti ini yang kadang bikin gue merinding. Satu hal yang langsung kepikiran adalah zombie, hahaha.. kebanyakan nonton The Walking Dead.


3. Alay-alay yang ngumpul pakai motor. Sudah ada larangan motor dan mobil masuk jalur BKT. Sudah ada pula simbol lalu lintas khusus untuk pesepeda dan pejalan kaki. Masih juga dilanggar. Sebetulnya sih, ini bukan hal menakutkan, tapi menyebalkan.

Rambu Lalin Khusus Pejalan Kaki & Sepeda

Yang menakutkan itu, kalo para alay tersebut berbuat kriminal. Rampas barang orang, mabuk-mabukan, berbuat keributan, kerusakan, dll. Sebab, kalo sudah ngumpul lebih dari tiga orang dikhawatirkan memiliki ide-ide yang aneh.


4. Arak-arakan awan kelabu. Mungkin bagi semua pelari, baik pagi, sore atau malam hari, juga akan sedikit cemas. Karena jadwal lari bisa batal.
Tapi ada juga beberapa pelari yang nggak ambil pusing sama hujan gerimis. Mereka tetap lari. Bahkan, bapaknya teman gue, lari pakai payung loh. Kalo gue sih sayang sama sepatunya, hahaha... sol depannya bisa cepat nganga. Kecuali pakai sepatu lari waterproof macam ini kali ya:

Nike Air Max Lunar 90 Water Resistant
Nike Air Max Lunar 90 Water Resistant
Cakep! Hahaha Modus nih

5. Angin malam yang dingin. Setiap lari, gue selalu memakai jaket. Memang gerah luar biasa. Tapi daripada sepulang lari, perut kembung dan dikerokin. Soalnya angin malam itu super kencang dan super dingin. Brrrr...
OIA, gue pernah dengar mitos soal lari malam, katanya si pelari bisa terkena paru-paru basah. Hiii... serem amat. Untung cuma mitos. Tapi gue tetap akan berjaket selama lari.

6. Pohon-pohon tinggi. Takutnya ada makhluk halus yang terbang dari dahan pohon tertinggi ke dahan lainnya. Serta ada "ibu" dan "bapak" mereka, alias kunti dan genderuwo yang lagi nangkring di ranting-ranting, hihihihi....
Gue kalo lari, nggak pernah mau sambil nongak. Selain karena leher bisa pegal linu, kebayangnya ngeri banget melihat "mereka" asyik kongkow-kongkow.
Eh.. tunggu-tunggu, ini takut pohon tinggi, apa takut kunti?

awas ada ojek7. Tukang ojek. Hahaha... kalo ini sih sebetulnya gue sendiri. Pas lari kan suka berasa capek banget tuh, nah di tengah latihan, tiba-tiba melintas ide cemerlang minta anterin pulang sama tukang ojek.

Demikian yang dapat gue sampaikan. Mungkin next posting akan gue share tentang tujuh hal paling disenangi pelari malam.

Monday, April 20, 2015

Testimoni Creambath di Inan Salon Duren Sawit

Sebelumnya gue pernah menulis testimonial Spa Pengantin di Inan. Masih di tempat yang sama, Inan Salon Duren Sawit, Jakarta Timur, gue akan mencoba perawatan creambath, dan share testimoninya di blog ini. Semoga bermanfaat bagi yang kebetulan butuh info-info seputar nyalon, khususnya bagi kaum hawa. Inan salon spesialis untuk wanita ya nek. Catet!

Perawatan rambut di Inan Salon banyak. Ada creambath, hair spa, masker rambut, toning (atau pewarnaan), highlight, smoothing, keriting, dan lainnya. Terus terang, gue belum tau harga di Inan Salon daerah lainnya, apakah lebih mahal atau lebih murah dari Duren Sawit. Tapi berdasarkan pengalaman luluran, harga di Inan Duren Sawit lebih murah daripada Rawamangun & Benhil.

Anyway, sebelum di-creambath, gue ditawarin kemben sama kapster-nya. Biar baju nggak basah. Namun, berhubung dari salon langsung pulang, jadi gue tolak kembennya, biar deh basah dikit di bagian punggung atas, entar ketutup sama jilbab. Lagipula nanti juga akan dikeringkan sama mbak kapster pakai hair dryer.

Gue ambil paket cream-nya ukuran XL. Sebetulnya rambut nggak panjang-panjang amat, cuma tebal. Jadi, daripada nanti cream-nya nggak rata, mending paket yang banyak sekalian.

Rambut gue rontoknya parah banget, maka diberi pilihan creambath Ginseng. Itupun, setelah creambath nggak di-steam (alat yang seperti helm), melainkan dibungkus pakai handuk air panas. Padahal sih, kalo menurut gue sama aja, secara panas-panas juga nih kepala. heu.. heu.. heu..

Berikut daftar harga perawatan rambut di Inan Salon Duren Sawit (Ket.: S (Rambut Pendek), M (Rambut Sedang), L (Rambut Panjang), XL (Rambut Panjang & Tebal). Harga dalam ribuan).

CREAMBATH TRADISIONAL S M L XL
Ginseng Mengaktifkan sel & akar rambut 55 60 65 70
Kemiri Menghitamkan rambut
Lidah Buaya Menyuburkan rambut
Alpukat Untuk rambut kering
Anti Ketombe Untuk rambut berketombe
Strawberry Melembutkan rambut
CREAMBATH HAIR ENERGY (Diperkaya dengan vitamin untuk mencegah penuaan dini pada rambut) S M L XL
Kiwi Untuk rambut yang diwarnai 60 65 70 75
Madu Untuk rambut kering & kusam
Lidah buaya Untuk menyuburkan rambut
HAIR SPA S M L XL
Nutriv Repair Memperbaiki rambut yang rusak karena proses 70 75 80 90
kimia seperti pewarnaan, bleaching, keriting
Volume Glossy Agar rambut lebih berkilau & mengembang 70 75 80 90
Ginseng Untuk rambut rontok 60 65 75 85
Susu Memperbaiki rambut rusak & kering 65 75 85 90


PERAWATAN RAMBUT LAINNYA
S M L XL
Cuci 15
Cuci Blow 30 40 50 60
Cuci + Gunting + Blow 35 45 55 65
Gunting Poni 10
Gunting setelah perawatan 20 30
Blow Variasi / Styling 40 50 60 70
Catok setelah perawatan 20 25
Highlight 90 110 120 140
Bleaching 60 70 80 90
Toning / Cat (Pewarnaan) 115 125 165 200
Henna / sachet 30
Smoothing / Rebonding 300 400 500
Keriting 80 90 100
Sanggul Modern 60
Pasang Jilbab Cantik 40


VITAMIN RAMBUT

Hair Tonik NR = Rp. 5000,-
Hair Tonik Ginseng = Rp. 5000,-
HAIR RECOVERY = Rp. 20,000,-
Menyehatkan, melembutkan rambut kering serta mencegah rambut bercabang
Pemakaian: Sebelum di-blow atau dicatok
RESTRUCTURE LOTION / SERUM BIRU = Rp. 40,000,-
Mempertahankan warna rambut, melembutkan dan membuat rambut lebih berkilau
Pemakaian: Setelah proses pewarnaan / bleaching / keriting
SERUM MADU  = Rp. 20,000,-
Menyehatkan rambut kering, pecah-pecah dan kusam


***

Testimoni Luluran di Ano's Spa Duren Sawit.

Testimoni Potong, Toning & Masker Rambut di Inan Salon 2017