Friday, March 16, 2018

Foundation Maybelline Fit Me Matte + Poreless, Wajib Dicampur Biar Nggak Oksidasi!

Yup judulnya panjang. Karena saya sudah mencobanya. Dan sangat kecewa gegara wajah terlihat lebih cokelat. Biasanya kan creamy latte with ice, mendadak berubah hot double espresso without cream T_T

Anyway, saya beli foundation Maybelline Fit Me Matte + Poreless di counter-nya langsung. Seharga Rp.149.000,- plus diskon 20% karena beli 3 produk Maybelline saat itu.

Saya coba tiga shades berbeda. Saya oles dan buat garis lurus di pipi. Mengingat nasehat yang sama dari banyak beauty influencer, baik lokal maupun internasional, belilah foundation yang sama dengan warna kulit. Walhasil saya memilih shade 330 (Toffee Caramel).

Warnanya pas sama kulit saya. Mungkinkah shade itu dibuat khusus untuk saya? O.o

Sampai rumah, hati sudah berbunga-bunga, karena akhirnya sudah menemukan my holy grail. Tapi begitu perdana dipakai untuk kondangan, bayangkan, ke kondangan sepupu, wajah saya teroksidasi parah dan menjadi lebih gelap, lebih kusam, lebih ... yah begitu deh.

Well, harus ada solusi untuk sebotol foundation ini. Nggak mungkin kan saya buang. Mubazir.

OK, pertama saya googling review para blogger lain mengenai foundie ini. Dan beberapa di antaranya mengalami problem serupa: oksidasi tingkat tinggi. Jadi permasalahan utama bukan di kulit saya saja, tapi ada kekurangan di formula foundie. Padahal sudah ringan banget di wajah saya, seperti diciprati air segar pegunungan saja.

Solusi Kedua, saya pakai face primer.

Solusi ketiga, saya campurkan foundie ini dengan BB Cream dari Maybelline juga yang shade 02 Natural. BB Cream ini keputihan di wajah saya, dan dewy banget. 

Foundation Maybelline Fit Me Matte + Poreless, Wajib Dicampur Biar Nggak Oksidasi!
Salah beli juga waktu itu. Namun begitu dicampurkan, alhamdulillah formula-nya jadi menyatu. Sepertinya memang sudah ditakdirkan saya salah beli BB Cream.


Foundation dimix dengan BB Cream

Di tangan sih masih belum sesuai shades saya, tapi begitu ditepuk-tepuk ke kulit muka, jadi alami. Natural. Flawless. Mengikuti tone kulit. Dan pastinya tidak oksidasi sama sekali.

Sekarang, tiap hari ngantor, saya pakai campuran dua formula ini. jangankan jam makan siang, sampai saya pulang aja, masih OK banget di wajah saya. Padahal sudah dibasahi air, tergenang minyak, debu apalah segala. Tetep flawless & smooth.

Ahh... i heart you, my new complexion.

Kelebihannya:
  • Formulanya ringan, karena mengandung air.
  • Hasil matte.
  • Harga lumayan murah.
  • Warnanya cocok sekali dengan saya.
  • Tahan lama.
  • Tersedia cukup banyak Shades. Di negara asalnya ada 40 shades. Tapi masuk ke Indonesia hanya 16 shades. Mungkin mengikuti kulit orang Indonesia pada umumnya, yang rata-rata undertone-nya yellow/olive (warm) & neutral.
Kekurangannya:
  • Oksidasi. Tapi, saya sudah menemukan solusinya. Jadi kekurangan yang ini di-skip saja.
  • Transfer ke kerudung dan mukena. Tapi tidak ke oil paper.
  • Tutup botol masih tradisional. Maksudnya belum ada pump-nya. Jadi sering kebanyakan. >>> eitss... untuk yang ini saya akali dengan menuang beberapa mili ke pot bekas cream Erha Clinic. Kalo sudah habis, saya tuang lagi ke pot kecil itu. Jadi saya nggak ambil langsung dari botolnya.
Tuang beberapa mili foundie ke pot bekas cream Erha Clinic

Apakah saya akan membeli lagi? Kemungkinan besar.
Tapi, sebelumnya saya mau coba produk dari Milani, LA Girl, NYX dan The Ordinary. Kalo nggak ada yang cocok, pasti saya balik lagi ke racikan foundie+bb cream ini.


Foundation Maybelline Fit Me Matte + Poreless, Wajib Dicampur Biar Nggak Oksidasi!

Tuesday, March 13, 2018

Mengaji di Rumah Qur'an Ibnu Sina - Duren Sawit

Saat mengajak anak jalan-jalan sore, saya iseng pengin mampir ke SDIT Ibnu Sina. Konon katanya biaya masuknya mahal sejagat. Saya penasaran aja pengen lihat penampakan fisik sekolah itu (bangunan sekolah) dari depan.

Ketika kami berempat (saya, suami dan anak-anak) kepo mengawasi dari depan gerbang, tiba-tiba Pak Satpam menyuruh kami untuk masuk saja, melihat dari dalam.

Saya kira staff TU yang bisa ditanya-tanya mengenai uang pangkal dsb masih stand by. Ternyata sudah pada pulang (ya iyalah, kita masuk ke sana jam setengah 6 sore hehe..).

Tapi sekolah masih ramai, karena sedang ada latihan memanah (sepertinya salah satu ekskul sekolah). Dan, masih ada ada satu staff di salah satu kantor sekolah. Yeay... bisa tanya-tanya nih!, pikir saya.

Wanita anggun yang mengenakan jilbab dan gamis panjang itu menginfokan bahwa dia adalah staff dari RQ (atau Rumah Qur'an) Ibnu Sina.

Rumah Qur'an Ibnu Sina memang menempati gedung yang sama dengan SD-nya, beralamat di Jalan Madrasah II No.10 Rt.10/10, Duren Sawit, Jakarta Timur, Nomor Telpon: 021-8630504.

Jadwal SDIT >>> mulai pukul 07.00 s/d 15.30 WIB
Jadwal RQ >>> mulai pukul 16.00 s/d 17.30 WIB

Jadi, begitu sekolah bubar, pengajian RQ dimulai. 

Seminggu tiga kali saja: Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Untuk biayanya lumayan terjangkau. Pendaftaran santri baru Rp.60.000,-. Dan akan mendapatkan goodybag, Buku Qira'ati, Buku Mutabaah dan Raport.
Untuk pembayaran SPP terdapat tiga opsi:
  1. Bayar SPP per 2 bulan = Rp.280.000,-
  2. Bayar SPP per 3 bulan = Rp.420.000,-
  3. Bayar SPP per 6 bulan = Rp.840.000,-

Biaya formulir gratis. Kemarin saya dikasih tanpa perlu membayarnya.

Ada dua pilihan program di Rumah Qur'an, yaitu:
  • Kelas Tahsin >>> untuk yang belum mengkhatamkan Al-Qur'an
  • Kelas Tahfidz >>> untuk yang sudah khatam Qur'an dan ingin menghafalnya.

Metode yang dipakai ternyata beda dengan pengajian TPA/TPQ pada umumnya. Biasanya belajar mengajar di TPA/TPQ menggunakan Buku Iqro jilid 1 sampai 6. Lulus Iqro, murid akan naik jenjang untuk membaca dan menghafal Juz'amma (alias Juz 30). Kelar Juz 30, naik level lagi membaca Al-Qur'an utuh dari Juz 1 sampai khatam.

Kalau di Rumah Qur'an pengajarannya menggunakan Buku Qira'ati, yang jujur saja belum pernah saya lihat. Dan, menurut keterangan staff RQ, tidak se-simple Buku Iqro.

Jadi, walaupun Sabrina sekarang sudah Iqro 4, jika ingin mengikuti kelas RQ, tetap harus mengulang dari awal. Karena metodenya berbeda sekali dengan Iqro dan lebih rumit. Tapi, murid jadi lebih cepat membaca Qur'an serta memahami tajwidnya secara benar

Pengin banget daftarin Sabrina di Rumah Qur'an. Cuma permasalahannya lokasinya lumayan jauh ya. Dari rumah sih sekali naik angkutan umum. Tapi turun dari angkutan itu, masuk ke dalamnya lumayan jauh. Dan pulangnya mesti berjalan menanjak.

Well, kita tunggu saja Sabrina agak besar ya. SD kelas 4 atau 5 insyaAllah :)

Rumah Qur'an Ibnu Sina - Duren Sawit

Rumah Qur'an Ibnu Sina - Duren Sawit
Pintu Gerbang SDIT / Rumah Qur'an Ibnu Sina
Duren Sawit

Rumah Qur'an Ibnu Sina - Duren Sawit

Rumah Qur'an Ibnu Sina - Duren Sawit

Rumah Qur'an Ibnu Sina - Duren Sawit
Beberapa Piala / Piagam Prestasi Murid-Murid
di SDIT / Rumah Qur'an Ibnu Sina Duren Sawit

Rumah Qur'an Ibnu Sina - Duren Sawit
Lagi ada latihan archery / panahan

Monday, March 12, 2018

Blush On Single by Make Over - Promiscious Peach

Blush On Single by Make Over


Setelah sekian lama menggunakan blush on (bronzer) dari Oriflame, yang memang OK banget, akhirnya saya pindah haluan, dan mencoba brand-brand lain. Salah satunya blush on dari Make Over.

Make Over ternyata adalah brand lokal. Awalnya saya kira dia masih satu sister company dengan Make Up Forever. Hehehe.. saya salah saudara-saudara. Namanya saja yang mirip-mirip.

Saya pilih Promiscious Peach. Karena memang lagi mencari warna peach, lebih cocok di kulit creamy latte saya :D


Blush On Single by Make Over - Promiscious Peach

Beli online (tentu saja), seharga Rp.75.000,-.

Kemasan hitam dengan tulisan brand MAKE OVER besar-besar. Terdapat brush mini, & kaca yang lumayan besar. 
Di belakangnya ada keterangan shades, batch number, expired date & alamat pabrik.


Warna blush on kurang pigmented di kulit saya. Jadi pakainya mesti tiga atau empat kali oles. Dan, brush harus diketuk-ketuk dulu, kalau tidak, akan ada penampakan memar di pipi. Untuk kesan natural, pokoknya harus di-tap.

Untuk menjangkau pipi chubby selebar daun kelor ini, cukup sulit jika memakai brush bawaan yang petite itu. Jadi saya pakai brush dari Mineral Botenica. 

Tapiiiii.... kalau pagi-pagi kan suka repot tuh nyari brush lain, karena ketumpuk di pouch kosmetik, ujung-ujungnya saya keseringan pakai brush bawaan kalau mau berangkat kantor, hehehe..

Hasil akhirnya matte. Kurang lebih bertahan hingga 4 jam.

Sifat dari blush on ini sangat ringan & powdery, jadi sudah pasti fall out. Yang bikin kesel, bubuknya bertebaran dan bikin kotor wadah, bahkan hingga ke kaca-nya. Kalau ditaro di dalam pouch, miring sedikit saja, fall out kemana-mana -_-

Selain Promiscious Peach, ada 9 warna kece lainnya dari Make Over. Total ada 10 seri shades blush on single

10 seri shades blush on single Make Over

10 seri shades blush on single Make Over

Untuk keperluan sehari-hari, sudah cocok banget pakai ini. Pipi nggak menor, cuma merona bak anak perawan. Kekurangannya hanya karena serbuk sarinya menambah ruwet isi pouch saya ... hahaha...

Jika blush on ini habis, kemungkinan saya belum berniat beli lagi. Karena pengin coba brand lain.

Demikian. Semoga manfaat ya girls ^_^

Saturday, February 24, 2018

Maskara Maybelline Hyper Curl Volum Express

Malam Minggu, saya ada jadwal kondangan sepupu. Setelah mengecek kelengkapan alat kosmetik di purse saya yang petite, ternyata maskaranya kering T_T (efek jarang make-up).

Saya langsung meluncur ke Indomart terdekat, untuk membeli yang baru. Karena ini keadaan darurat, saya tidak sempat lagi membaca-baca review orang mengenai maskara terbagus. 

Well, sebab di Indomart dekat rumah, hanya ada Maybelline Volum Express Hyper Curl, ya sudah deh, saya beli aja. Pasrah. Harganya alhamdulillah juga ramah kantong: 60ribuan kalo nggak salah.

Maskara Maybelline Volum Express Hyper Curl

Tapi, setelah menggunakan maskara ini, saya langsung jatuh cinta. Pasalnya begitu dipakai tidak menggumpal sama sekali. Saya ill feel banget kalo maskara nggak rata di bulu mata. Bukannya bikin lentik, malah hanya menjadi sampah yang menghalangi pandangan.

Selain itu, maskara Maybelline ini juga waterproof. Nggak luntur kena air. Saya jadi PD untuk menzig-zagkannya setiap hari.

Daaaan.... gong-nya nih, walaupun tidak menggunakan alat pelentik, maskara ini telah berhasil menegakkan bulu mata saya. Mereka berjejer rapi, berdiri tegak dengan cantiknya. Nggak salah jika Maybelline menamakan produk ini sebagai Hyper Curl Volum Express.

Gong ini (bulu mata melingkar ke atas bak talang air, red.) tidak lain, tidak bukan dipersembahkan oleh formula baru ciamik hasil ramuan sang produsen, serta dilengkapi dengan sikat melengkung nan rapat.

Maskara Maybelline Hyper Curl Volum Express


Selain bisa banget untuk bulu mata tampak natural (dipakai tipis-tipis saja), pun bisa juga menampilkan sisi dramatis & epic colossal (dengan cara menggunakannya lebih tebal, untuk acara malam yang formal atau sejenisnya). Yang pasti bulu mata saya sekarang sudah sangat bersahabat dengan maskara ini.

Jika dinilai dari kemasan, maskara ini terlihat sangat imut dengan body yang hitam, dan tutup pink metaliknya.

Sudah pasti saya akan membeli kembali Maskara Volum Express Hyper Curl dari Maybelline. Karena saya lebih menyukai produk ini dibanding maskara saya sebelumnya: Magnum Volum Express keluaran Maybelline juga, yang packagingnya warna kuning. Karena lumayan manggumpal jika dipakai.

Dan, jangan lupa belinya di Indomart saja.. haha...

Sekian dari saya, semoga bermanfaat reviewnya ya... :*

Tuesday, February 13, 2018

Main Air Di The Jungle Bogor, Seru!!

Minggu sore, mendadak banget adik saya dan istrinya mengajak kami main air di The Jungle Waterpark, Bogor. Sabrina sudah semangat banget mau berenang. Tapi saya tolak, karena nggak mungkin menjelang Maghrib tempat itu masih buka. Mana jauh pula dari rumah.

Adik saya menyarankan untuk menginap di rumahnya di Depok. Lalu, hari Senin kita langsung meluncur ke The Jungle, karena jaraknya tidak seberapa jauh lagi.

The Jungle: Lets Get Wet


Saya ragu banget, karena hari Senin kan mesti kerja. Adik saya sih enak, wirausahawan. Kerja di rumah. Dia sendiri yang jadi bos-nya.
Lah.. saya?? Bisa gempar sekantor kalau tidak masuk.

Namun akhirnya, setelah mendapat restu dari suami, saya bolos kerja hari Senin itu.

Dear Boss, Maafkan saya yang labil ini.
Warm Regards,
Fairus

Kami berangkat ke rumah adik, naik kereta malam. Dari stasiun Tebet menuju Depok Baru. Kenapa tidak naik Uber Car atau Taksi? Karena saat itu kami menjadi Tim Irit (alias menjelang akhir bulan, dana seiprit.. haha...).

Tujuan kami ke Depok Baru sedikit terhambat, gegara si kakak pengin ke toilet. Dia sampai nggak sungkan bertanya ke satpam kereta: "Di kereta ini ada kamar mandinya gak sih, Pak?" Dan, hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh si satpam.

Kita mampir ke stasiun Lentang Agung, hanya untuk ke toilet, anggap saja rest area di jalan tol. Sampai di rumah adik sudah jam setengah 12 malam. Benar-benar midnight train.

Mampir di stasiun Lenteng Agung

Pagi menjelang siang kami baru mendarat di The Jungle. Hari Senin itu waktu yang tepat untuk berwisata di tempat rekreasi, karena sungguh sepi. Pengunjung bisa saya hitung dengan jari-jemari.

Selfi kakak - adik di pintu masuk The Jungle

Tiket masuk ke The Jungle Bogor seharga: Rp.59.500,- per orang (jika membayar menggunakan kartu debit Mandiri) dan Rp.85.000,-/orang (jika membayar secara tunai atau lewat kartu debit bank lain).

Dan, kita diwajibkan membayar jaminan berbentuk gelang batu, senilai Rp.25.000 per transaksi, bukan per kepala. Jaminan Rp.25.000,- akan di-refund jika kita sudah selesai berpetualang di The Jungle. Tentunya si gelang batu tidak boleh hilang ya.

Tips pertama dari saya: Pakailah kartu debit Mandiri untuk membeli tiket masuk. Lumayan menghemat Rp.25.500,-

Saat itu kami diperbolehkan membawa makanan & minuman dari luar. Saya bawa nasi + sosis + abon, roti maryam, lontong isi oncom, susu anak-anak, dan dua botol besar air mineral.

Tapi, di sana juga banyak restoran yang menyajikan aneka menu, dengan harga terjangkau.

Restoran di The Jungle Bogor
Salah satu restoran di The Junge, Bogor
menu makan the jungle
Menu makanan. Harganya standar.

menu minum the jungle
Aneka Minuman

Barang-barang berharga bisa kita letakkan di loker. Harga sewa per loker Rp.20.000,- (hanya bisa untuk satu kali kunci & satu kali buka). Jadi, pastikan barang apa saja yang mau disimpan, dan yang mau dibawa ke area permainan.

Tips kedua: Belilah plastik waterproof untuk ponselmu, biar bisa tetap eksis, tanpa takut ponsel kecebur dan rusak.

plastik waterproof untuk ponsel

Well, saya nggak punya plastik model begitu, dan belum tahu betapa pentingnya untuk dimiliki, sehingga foto kami sedang bermain air tidak ada. Sungguh penyesalan tiada akhir T_T

Walaupun demikian, kami puas juga bermain air. Hampir semua wahana dicoba:
  • Kiddy Pool: arena permainan air untuk anak-anak. Ada perosotan, & jungkat-jungkit di dalam air. Lalu gentong raksasa yang akan menumpahkan air jika sudah penuh terisi, dll.
  • Fountain Futsal: Lapangan yang cukup luas, serta dikelilingi air mancur yang muncul dari tanah. Jika lewat area situ, dijamin basah, kecuali pakai jas hujan.
  • Tower Slide: ini wahana untuk orang dewasa. Kita meluncur menggunakan ban sewaan dari ketinggian di Spiral Slide (pipa biru besar). Ada dua pipa: terbuka & tertutup. Waktu itu saya memilih yang tertutup. Tapi sepertinya lebih seru yang terbuka ya. (FYI, sewa ban seharga Rp.35.000,- per ban. Ada yang dua lubang dan satu lubang, harganya sama).
  • Wave Pool: ini yang paling seru. Dibuka tiap satu jam sekali, selama 10 menit saja. Ombak buatan yang menantang. Semakin ke depan, ombak semakin kencang. Saya, dan anak-anak cukup diombang-ambingkan dari tepiannya saja. OIA, kita mesti menaiki ban sewaan ya selama memainkan wahana ini.
  • Bird Park: di The Jungle juga terdapat area kandang unggas-unggas yang hampir punah, seperti elang, merak, kasuari, dll.
  • Lazy River: sungai buatan yang lumayan panjang dan berkelok-kelok. Kita bisa duduk santai di ban dan mengikuti arus lambat. Tapi, kadang ada semprotan air yang lumayan kencang, dari arah tak terduga, yang bikin perjalanan di sungai ini sebetulnya menegangkan juga. Apalagi kalau bawa anak kecil. Tips ketiga: Bawa payung jika ingin mengendarai ban sambil memangku anak di Lazy River.
  • Kolam Air Hangat: ini tempat favorit Shofiyah. Soalnya wahana yang lain menggunakan air bersuhu normal. Mengingat di wilayah Bogor, airnya jadi dingin sekali untuk anak usia satu tahun. Air di Kawah Ratu ini bersuhu 40 derajat celcius. Cukup hangat untuk anak-anak. Jadi, sehabis main di wahana lain, lalu kedinginan, saya membawa Shofiyah ke sini untuk menghangatkan badannya.
  • Racer Slide, Leisure Pool dan Cinema 4D, adalah tiga wahana lainnya yang belum sempat saya coba. Karena kelamaan berendam di kolam air hangat... hehe...

Selesai dengan semua permainan, saya dan Shofiyah mandi dan makan lebih dulu. Lalu menyusul adik saya, istrinya, dan terakhir si kakak, yang nggak mau berhenti main air ^_^

Sekian kisah petualangan seru main air di The Jungle Water Adventure, Bogor.
Next, kita kemana ya? Mari kita rencanakan wisata yang tak terencana :D
Tower Slide, The Jungle Bogor
Tower Slide, The Jungle Bogor

Fountain Futsal, The Jungle Bogor
Fountain Futsal, The Jungle Bogor

Tempat penyewaan ban
Tempat penyewaan ban

Habis mandi, selfi sama mama

Habis mandi, selfi sama mama

Habis mandi, selfi sama mama

Monday, February 12, 2018

Si Mungil Face Primer dari LA Girl

L.A. Girl PRO.prep HD.high-definition smoothing face primer
Kalau lihat dari vlog beberapa MUA ternama, rata-rata mereka pasti mengoles face primer dulu sebelum foundation, bedak, dkk.

Jadilah saya penasaran dengan face primer. Terlebih lagi produk ini digadang-gadang mampu untuk menahan laju minyak di wajah dalam waktu lumayan.

Saya yang sangat bersyukur memiliki wajah super oily jadi terpacu untuk mencoba juga make up dasar ini.

Adalah face primer dari LA Girl yang kebetulan saya beli untuk dicoba pakai. Beli online seharga Rp.78.000,-. Murah sekali, saya pikir. Tapi begitu barangnya tiba di rumah, ternyata imut-imut banget ya: hanya 15 ml.

Tube warna putih bertuliskan L.A. Girl PRO.prep HD.high-definition smoothing face primer, dengan tutup hitam, tingginya cuma 9 cm. Mungil. Kalau nanti kalian berminat beli online juga, jangan berharap kemasannya sebesar kaleng soda.. hehe..


Face primer LA Girl
Face primer LA Girl bertekstur gel keruh
yang mudah menyerap ke kulit wajah

Isinya berupa gel keruh yang mudah sekali menyerap. Teksturnya agak kental dan matte (tidak glossy). Bukan gel bening nan berminyak. Hanya butuh oles sedikit untuk menghasilkan kulit yang halus bagai satin.

Tulisan di belakang kemasannya bisa dilihat zoom in di bawah ini:
zoom in tulisan face primer bagian belakang

Bagaimana efeknya ke kulit wajah saya?
  • Wajah saya sanggup bertahan tanpa minyak selama 4-5 jam. Lumayan kan. Biasanya tissue minyak itu setengah jam sekali sudah bertugas di area T. Dengan memakai face primer LA Girl, lumayan meringankan tugas mereka.
  • Kulit wajah jadi halus banget. Memang benar tulisan di belakangnya itu: membantu melembutkan serta mengisi garis halus dan pori-pori.
  • Muka berasa seperti kanvas kualitas terbaik. Make-up-an jadi lebih mudah. Wajah lebih siap menerima terjangan foundation. Kemudian sapu sedikit blush on, biar pipi tampak merona. Dan, bubuhkan eye shadow, biar ada pelangi di kelopak matamu.

Yang saya suka dari produk ini:
  1. Hemat tempat. Karena kemungilannya.
  2. Bebas paraben dan wangi-wangian, karena kulit saya kadang sensitif dengan produk baru.
  3. Mampu mengontrol minyak lebih lama, daripada sekedar langsung memakai foundi dan bedak.
  4. Begitu dioles, si gel matte ini menyerap dengan cepat ke kulit.
  5. Wajah saya lembut, siap sebagai kanvas lukis.

Yang saya kurang suka:
  1. Isinya sedikit banget. Karena kemungilannya ... hehe (pengulangan kata-kata).
  2. Karena sedikit itu, pakainya jadi mesti diirit-irit.
  3. Tidak begitu mampu mengontrol keringat. Apakah memang ada face primer yang bisa mengendalikan keringat? Mau diinfo donk... ^_^

Sekian review tentang LA Girl Pro.prep HD. High-definition smoothing face primer.

Semoga bermanfaat ya girls...

Saturday, February 10, 2018

Perkenalkan, Nama Saya Bill Of Lading.

"Saya sejenis dengan surat berharga. Seperti deposito yang senilai dengan uang, atau SHM yang merepresentasikan tanah atau rumah.
Perkenalkan, Nama Saya Bill Of Lading.
Hi gaes.. perkenalkan nama saya Bill.
bukan Bill Gates, apalagi Bill Clinton,
tapi Bill of Lading ^_^

Saya mewakili barang seorang importir di dalam container. Jika saya hilang, atau berpindah tangan, maka akan sangat bahaya bagi importir, karena barangnya juga terancam hilang. Jadi, please jaga saya baik-baik wahai pemilik barang, paling tidak sampai barang anda tiba di gudang atau tempat penyimpanan."


B/L diterbitkan oleh perusahaan pelayaran. Mereka memberikan jasa meminjamkan container kepada eksportir untuk mengirimkan barang yang sudah dibeli oleh importir.

Tugas B/L untuk membuktikan bahwa barang yang ada dalam container adalah benar milik importir yang tercantum namanya di lembaran depan. Jadi, B/L merupakan sebuah kontrak perjanjian antara tiga pihak: Importir, Eksportir dan Perusahaan Pelayaran.

Selain nama importir, hal lainnya yang tertulis di B/L yakni:
(Note: Contoh B/L berikut akan dipecah menjadi tiga bagian, supaya lebih mudah dalam penjabaran)


Contoh Bill of Lading
Contoh B/L dipecah menjadi tiga bagian



Zoom in B/L (Part 1)


Penjabaran Isi B/L

VARIABLE yang diisi di B/L KETERANGANNYA
(2) Shipper/Exporter pengirim barang dari negara asal 
(3) Consignee penerima barang atau importir yang sudah memiliki import license di negara tujuan 
(4) Notify Party pihak lain yang juga harus diinfo jika kapal sudah tiba di pelabuhan 
(5) Document No. nomor dokumen, bukan berarti nomor B/L ya…
(12) Pre-Carriage by alat angkut pertama menuju pelabuhan utama
(13) Place of Receipt/Date lokasi pertama penerimaan barang
(14) Ocean Vessel/Voy.No. nama kapal pengangkut dan nomor voyage >>> dari pelabuhan utama ke pelabuhan tujuan
(15) Port of Loading pelabuhan utama pemberangkatan container menuju negara tujuan
(16) Port of Discharge sama dengan Place of Delivery, tapi bisa juga diisi nama pelabuhan transit, jika kapal mampir dulu ke negara tetangga
(17) Place of Delivery pelabuhan negara tujuan, misal di Indonesia: TG. Priok, Jakarta; TG. Perak, Surabaya; dll


Zoom in B/L (Part 2)

Penjabaran Isi B/L

VARIABLE yang diisi di B/L KETERANGANNYA
(18) Container No./Seal No. nomor container dan nomor seal
(18) Marks & Nos shipping mark yang terdapat di kemasan, jika tidak ada, maka cukup ditulis keterangan N/M (No Mark)
(19) Quantity & Kind of Packages jumlah kemasan dan satuannya misal: carton/ roll/ package/ wooden case/ dll.
(20) Description of Goods nama barang yang diangkut
(21) Measurement & Gross Weight total volume kubikasi dan berat kotor seluruh barang
(22) Total Numbers of Containers jumlah container yang digunakan
(24) Freight & Charges biaya pelayaran & jenisnya, misal Freight Prepaid atau Freight Collect


Zoom in B/L (Part 3)

Penjabaran Isi B/L
VARIABLE yang diisi di B/L KETERANGANNYA
(25) B/L No. nomor Bill of Lading (B/L)
(26) Service Type/Mode jenis jasa yang dipakai, misal FCL atau LCL
(27) Number of Original B/L jumlah original B/L yang dikirim, biasanya sebanyak tiga rangkap
(28) Place of B/L Issue/Date lokasi B/L diterbitkan dan tanggalnya
(29) Prepaid at lokasi pembayaran freight oleh shipper
(30) Collect at lokasi pembayaran freight oleh consignee
(33) Laden on Board tanggal kapal berangkat


Okay... sebetulnya masih banyak yang mau saya jabarkan mengenai B/L ini. Misal istilah-istilah yang sering mengikutsertakan kata B/L, seperti: Copy Non-Negotiable B/L, Telex Release B/L, Surrendered B/L, Proofread B/L, dll. Apa pengertian mereka semua? Dan apa bedanya satu dengan yang lain?

Namun berhubung saat ini saya uber-uberan dengan waktu. Banyak hal urgent yang mesti saya kerjakan, jadi InsyaAllah, akan saya posting artikel lanjutannya sesegara mungkin. 

Semoga berkenan. Semoga bermanfaat ^_^