Tuesday, May 23, 2017

Jalan-Jalan, Makan, Belanja (Rumah Mode, Atmosphere Resort Cafe, Prima Rasa, dll - Bandung)

>> Late post <<

Tanggal 11 Maret 2017 lalu, kami sekantor pergi jalan-jalan ke Bandung. Akhirnya, setelah sekian lama, terwujud juga vakansi Bandung lagi.

jalan-jalan ke Bandung

Tujuan pertama kita, adalah belanja di Rumah Mode. Alamat: Jl. Setiabudhi, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40141 (Tel. 022-2033031).
Factory outlet yang unik. Banyak area bagus buat foto-foto. Baju berbagai jenis, rupa dan harga.
Dan, di sini, ada toilet dengan konsep terbuka, seperti berada di taman-taman. Tapi saya nggak berani nyoba hehehe....

Rumah Mode

Rumah Mode

Selesai belanja, kita makan di Atmosphere Resort Cafe. Alamat: Jalan Lengkong Besar No.97, Kota Bandung, Jawa Barat 40261 (Tel. 022-4262815).
Restoran yang sangat cozy. Bernuansa alam Bali. Bisa duduk di gazebo-gazebo yang dikelilingi pepohonan rindang, atau duduk di dalam resto dengan suasana yang tak kalah nyaman.
Makanannya enak-enak, sesuai dengan harga. Sebelum ke sana, kita sudah booking tempat, dan memesan menu sesuai dengan menu buffet/ package yang ditawarkan. Satu porsi seharga Rp.127.500,-

Atmosphere Resort Cafe


Atmosphere Resort Cafe

Atmosphere Resort Cafe

Atmosphere Resort Cafe
  
Buku Menu - Atmosphere Resort Cafe

Buku Menu - Atmosphere Resort Cafe

atmosphere sundae - atmosphere resort cafe bandung
Atmosphere Sundae

Cheesy Choco Crepes - atmosphere resort cafe bandung
Cheesy Choco Crepes

opera cake - atmosphere resort cafe bandung
Opera Cake

salmon teriyaki - atmosphere resort cafe bandung
Salmon Teriyaki

exotic fruit salad - atmosphere resort cafe bandung
Exotic Fruit Salad

risoles bandung - atmosphere resort cafe bandung
Risoles Bandung

zuppa mozarella - atmosphere resort cafe bandung
Zuppa Mozarella

Perut kenyang, kita belanja lagi di Jalan Riau (Heritage & Cascade) Alamat: Jl. L. L. R.E. Martadinata No.63, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115 (Tel. 022-4220545).
Sebetulnya ada beberapa FO keren di Jalan Riau, seperti The Stamp, The Summit Boutique, Lili and Rose, tapi karena Heritage sebelahan sama Cascade, cukuplah saya muter-muter cari baju anak di dua FO ini. Itu juga sukses bikin kaki pegel. Dompet juga makin menipis, soalnya baju anak lucu-lucu. Kalap deh kalo lama-lama di sini hehehe....

Heritage & Cascade

Sebelum pulang ke Jakarta, kita mampir beli oleh-oleh di toko kue Prima Rasa. Alamat: Jalan Pasirkaliki No. 163, Pamoyanan, Cicendo, Pamoyanan, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40173 (Tel. 022-6120177).
Yang juara pastinya brownies bakar almond. Tapi banyak penganan enak lainnya yang mesti dicoba.
Sebelum mendarat di Prima Rasa, kita sudah lebih dulu memesan kue-kue via telpon. Jadi begitu sampai, pesanan kita sudah ready. Siap dibawa pulang.
Saran saya, sebelum ke Prima Rasa, lebih baik order dulu. Lebih menghemat waktu. Berikut price list-nya, semoga bermanfaat.

Price List Prima Rasa
Daftar Harga Prima Rasa

Price List Prima Rasa
Daftar Harga Prima Rasa

Kita juga melipir sebentar ke Pia 170 (atau Kafetaria 170). Alamat: Jl. Pasirkaliki No.170, Pasir Kaliki, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40162 (Tel. 022-84460028). Nggak begitu jauh dari Prima Rasa. Jalan kaki aja kalo susah cari parkir, khususnya bus.

Tempat ini restoran juga, tapi kita nggak makan lagi. Hanya beli pia 170. Ada lima rasa pia: durian, butterscotch, cokelat, keju & kacang hijau.

Tempatnya asyik buat kongkow. Kalo seandainya ada cabang di Jakarta, lumayan juga buat arisan keluarga. Menunya macam-macam, dan harganya nggak terlalu mahal.

Pia 170 (Kafetaria 170)

Pia 170 (Kafetaria 170)

Pia 170

See you next time... :*

Monday, May 8, 2017

Beli Sepatu Anak Sekolah

sepatu sekolah kakak
Tahun ini insyaAllah si Kakak masuk sekolah TK... yeay!

Jadi pas emak bapaknya libur kemarin, kita berempat pergi berbondong-bondong ke toko sepatu, beli sepatu sekolah buat kakak.

Pokoknya yang warna pink, salah satu kriteria emaknya. Kakak lebih milih warna biru muda, yang ada gambar Frozen-nya. Tetep... frozen fever. Dan, kalau bisa ketika dipakai, lampunya menyala.

Syarat dari Abah: tidak bertali, karena pasti bikin repot anaknya. Jadi kita milih yang berperekat.
Padahal waktu itu motif-motif sepatu anak yang bertali lucu-lucu banget. Pengin nyari ukuran besar, sayangnya tidak tersedia.

Ada beberapa sepatu yang sudah cocok modelnya, tapi nggak ada ukurannya, biasa ya. Sampai si mas-mas-nya mondar mandir cari ukuran sepatu di gudang, sesuai yang kita minta.

Hampir semua sepatu dicoba pakai sama si Kakak. Adiknya nggak mau kalah, minta turun dari gendongan, dan mulai menyusuri rak-rak kaca sepatu.

Awalnya dia sentuh. Dan senyumnya sumringah karena melihat sesuatu yang baru bagi dia. Setelah itu, mulai mempelajari tentang dimensi ruang, alias lempar-lempar sepatu. Ke segala arah!

Abahnya panik, langsung nyuruh si emak untuk menggendong bayi sebelas bulannya lagi. 
Emak yang nggak enak hati tergopoh-gopoh mengejar si bayi yang jalannya mulai lancar, sembari memunguti sepatu di lantai.

Begitu si adik bayi melihat sepatu-sepatu sudah berjejer lagi di rak, dia pun penasaran ingin mempelajari ulang dimensi ruang. Dua sepatu terlempar kembali dengan jarak lumayan. OK, sudah cukup adik bayi. Emaknya keluar dari toko sepatu menggendong serta si bayi.

"Gapapa kok bu," ujar salah satu penjaga toko.
Maaf berkali-kali keluar dari mulut si emak, seraya melihat penjaga toko menyusun ulang sepatu hasil lemparan.

Emak duduk di depan toko, sambil menahan bayi yang berambisi balik lagi ke rak sepatu.

Dari jauh, terlihat abah masih memilih sepatu. Dan, si Kakak ternyata sibuk mirror selfie :D

sepatu adik bayi
Adik Bayi juga dapat kok ^_^


Tuesday, April 25, 2017

Moo Moo Kow - Clodi Asal Singapura

moo moo kow
Popok kain Moo Moo Kow asal Singapura ini, cuttingnya mirip sama Bumgenius. Lebih cocok untuk bayi yang lebih besar. Kalau untuk newborn, kurang pas.

Saya beli yang motif kulit sapi. Alasan klise biar sesuai dengan merk-nya. Alasan lainnya, di toko langganan cuma motif ini yang lucu. Selebihnya, hanya warna-warna solid.

Cloth diaper satu paket dengan dua insert: besar dan kecil.
Walaupun sudah cuci-pakai puluhan kali, bahan fleece innernya tetap lembut. Serta warnanya yang putih mudah dibersihkan dari noda pup. Jadi kadang saya tidak melapisi dengan liner lain.

insert moo moo kow: infant & toddler

Biarpun tidak terdapat leg gusset seperti pada Rumparooz, tapi saya nggak khawatir bocor kanan kiri saat pemakaian malam. Karena karet-karetnya rapet, tanpa bikin iritasi kulit.

Bahan outernya juga jempolan. Mirip perlak ompol kualitas mahal.

Untuk harga, kalo menurut saya lumayan standar dari deretan clodi ternama. Kisaran antara Rp.200.000,- s/d Rp.300.000,-.

Selain clodi, produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Moo Moo Kow antara lain: selimut, baju-baju bayi, alas ompol, mainan bayi, dll.

Sunday, April 2, 2017

Clodi Mulai Bau Pesing? Stripping Yuk..!

Setelah pemakaian selama 9 bulan, clodi-clodi Shofiyah mulai bau pesing, sering bocor samping, outer & insert-nya pada kaku serta berubah warna kecoklatan. Popok kain mengalami degenerasi alias penurunan fungsi. Kalau sudah begitu, saatnya melakukan stripping.

Apa sih definisi stripping clodi?
Istilah stripping di dunia popok kain maksudnya adalah proses penghilangan residu detergen sebanyak mungkin. Pada saat pencucian clodi, walaupun kita yakin sudah bersih, tapi ternyata tetap masih ada sisa sabun yang tak tampak, menyangkut di serat kain, lama-lama menumpuk. Belum lagi penggunaan diaper cream untuk menghindari ruam popok (yang seharusnya tidak perlu jika memakai clodi).

Penghilangan residu ala saya sebetulnya bisa dibilang agak lebay. Kenapa?

Jadi begini, sebelumnya, saya baca beberapa artikel "cara striping clodi yang baik dan benar" di web. Karena ada banyak cara yang di-share, akhirnya saya pakai aja semua. Lagipula performa clodi-clodi Shofiyah memang cukup parah.

Bahan-bahan untuk stripping clodi.
Soda Kue, Sitrun, Jeruk Nipis, &
EO Lemon untuk stripping clodi

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan antara lain:
  • Sabun khusus stripping clodi (merk RLR atau Magic Clean).
  • Baking Soda (atau bahasa Indonesia-nya: Soda Kue).
  • Sitrun (Citric Acid cap Gajah).
  • Cuka Putih (yang merk Dixi).
  • Perasan Jeruk Nipis (atau Jeruk Lemon).
  • Essential Oil Lemon << ini karena saya nggak sempat beli Jeruk Lemon.
  • Satu ember air hangat.
  • Dua ember air keran biasa (suhu normal).

Masing-masing bahan di atas memiliki fungsi:
  • Baking soda: sebagai pencerah, penghilang noda dan bau.
  • Sitrun: untuk membersihkan noda kekuningan dan pemutih alami.
  • Cuka putih: mampu menghilangkan bau tak sedap pada kain.
  • Perasan jeruk nipis & EO Lemon: memberikan wangi jeruk segar, mirip dengan fungsi pewangi softener.

Urutan pencucian:
  1. Pisahkan insert dengan outer & liner.
  2. Ember pertama. Larutkan setengah botol (kurang lebih 40gr) baking soda, 3 bungkus sitrun & satu sdm cuka ke dalam seember air (suhu normal).
  3. Masukkan semua insert, rendam kurang lebih 20 menit, sambil kucek-kucek sekedarnya.
  4. Setelah 20 menit, air rendaman akan terlihat kuning keruh, seperti warna air kencing.
  5. Ember kedua. Larutkan satu sdt Magic Clean atau RLR di seember air hangat.
  6. Masukkan semua insert ke ember kedua. Rendam 15 menit cukup.
  7. Setelah 15 menit, air rendaman juga keruh, tapi nggak separah ember pertama.
  8. Ember ketiga. Larutkan perasan jeruk nipis/ lemon (dan dua tetes EO Lemon) ke dalam seember air (suhu normal). Rendam 10 menit saja.
  9. Peras semua insert. Lalu jemur di bawah sinar matahari, atau di belakang outdoor AC (jika mau cepat kering).
  10. Setelah kering, silakan dinikmati insert clodi yang kini wangi jeruk segar.

Urutan Stripping Clodi
Pisahkan Insert dengan Outer & Liner.

Urutan Stripping Clodi
Ember Pertama: Baking Soda, Sitrun, Cuka.

Urutan Stripping Clodi
Ember Kedua: Magic Clean atau RLR
Bekas rendaman di ember pertama keruh.

Urutan Stripping Clodi
Ember Ketiga: Perasaan jeruk nipis & EO Lemon.
Outer & Liner sedang direndam di ember pertama
(menggunakan air baru).

Urutan Stripping Clodi
Jemur clodi. Finish!

Ulangi hal yang sama untuk outer dan liner. Kalau saya, digabung saja antara outer dengan liner, dan memakai air baru.

Hasil akhir, insert-insert clodi jadi lemes, tidak kaku lagi, 80% noda hilang, permukaan fleece di outer dan liner jadi lembut seperti baru, popok kain Shofiyah kini harum, dan berfungsi kembali dengan baik.

Bolehlah ditiru. Semoga bermanfaat ^_^

Friday, March 17, 2017

Cara-Cara Meruqyah Rumah Sesuai Sunnah

Bermula dari banyaknya pasukan semut yang berbaris panjang di dinding rumah. Saya perhatikan mereka sibuk sekali hilir mudik entah mau apa. Padahal tidak ada gula, tapi ada semut.

Rumah sudah dibersihkan semaksimal mungkin. Tapi begitu meletakkan kue di meja, nggak sampai semenit dikerubutin .

Nah, pas banget di kantor lagi dengerin ceramahnya Ustadz Khalid Basalamah. Beliau ngomongin tentang cara-cara ruqyah diri sendiri. Bisa hanya dengan baca ayat-ayat ruqyah dasar. Atau melalui media air, untuk mandi atau diminum.

Ada satu metode ruqyah yang saya perhatikan sungguh-sungguh, menggunakan daun bidara. Fungsi pengobatan ini bisa untuk mengubah pikiran para semut, supaya mereka enyah dari rumah saya.

Caranya akan saya bahas di sini, insyaAllah bermanfaat juga bagi pembaca yang kebetulan mengalami hal yang sama.

Pertama.
Siapkan daun bidara.
Saya beli di Tokopedia. Harganya seratus perak per lembar. Kebetulan di toko itu harus beli 100 lembar, jadi total Rp.15.000,- (termasuk ongkir pakai Wahana).
Atau kalau mau beli sama pohonnya sekalian, bisa cari di penjual tanaman pinggir jalan, namanya pohon Apel india.

Daun Bidara (Apel India)
Daun Bidara beli di Tokopedia
(Rp.100,- per helai)

Kedua.
Haluskan 7 helai daun bidara.
Tujuh helai daun bidara ditumbuk dengan dua buah batu, atau ulekan. Atau lebih modern lagi boleh menggunakan blender.
Jika sekiranya kurang banyak, boleh ditambahkan daun-daunnya dengan kelipatan tujuh: 14, 21, 28 lembar, dsb.

Tujuh Helai Daun Bidara Dihaaluskan
Tujuh Helai Daun Bidara Dihaluskan

Ketiga.
Campurkan dengan segelas air keran.
Karena saya ingin menggunakannya untuk ruqyah rumah. Bukan untuk diminum.
Jika, ingin untuk diminum, gunakan air matang.
Jika untuk mandi, gunakan air keran seember.

Keempat.
Bacakan ayat-ayat ruqyah.
  • Al-Fatihah.
  • Al-Ikhlas.
  • Al- Falaq.
  • An-Nas.
  • Ayat Kursi.
  • Dan, dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah.

Bacakan masing-masing satu atau tiga kali. Selesai baca, tiupkan ke campuran air daun bidara yang kini warnanya hijau.

Al-Fatihah
Al-Fatihah

Al-Ikhlas
Al-Ikhlas

Al-Falaq
Al-Falaq

An-Nas
An-Nas

Ayat Kursi
Ayat Kursi

Dua Surah Al-Baqarah
Dua Surah Al-Baqarah

Kelima.
Tuang air ruqyah tersebut, sambil disaring ke dalam semprotan setrika.

Air Ruqyah Daun Bidara
Tuang Air Ruqyah
ke dalam botol semprotan setrika

Air ruqyah sudah siap disemprot ke dinding-dinding rumah, kolong-kolong furnitur, pintu-pintu rumah, dll.
Saya juga semprotkan ke langit-langit, sebab pasukan semut mulai membuat benteng pertahanan di loteng rumah.

Rajinkan menyemprot selama dua minggu berturut-turut. Menurut pengalaman yang diceritakan oleh Ustadz Khalid, jika rumah terkena sihir, maka binatang-binatang kecil seperti kalajengking, ular kecil, kelabang akan keluar semua.

Berikut manfaat dari rutin meruqyah rumah:
  1. Setan dan jin jahat tidak betah di rumah kita. Yang ada di dalam rumah akan keluar, yang di luar tidak berani masuk.
  2. Sihir model apapun akan terpental << khusus untuk ini, kita mesti rajin juga zikir pagi & sore.
  3. Rumah akan terasa lebih adem.
  4. Suami istri rukun.
  5. Anak-anak jadi lebih kalem, tidak terlalu nakal.
  6. Tiap individu di rumah itu menjadi lebih rajin beribadah.
  7. Dan, ini tujuan pertama saya: rumah bebas semut atau binatang kecil lainnya (insyaAllah termasuk tikus & kecoa).

Mudah mengerjakannya, dan insyaAllah berpahala karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad shalallahu wa alaihi wasallam.

Wednesday, March 15, 2017

Cerita Melahirkan Anak Kedua (Normal Sesungguhnya)

Lahir normal sesungguhnya, merupakan proses melahirkan seorang anak secara alami. Tanpa bantuan induksi ataupun vacuum. Begitu definisi yang saya dapatkan dari tim bidan yang menangani kelahiran anak kedua.

Misal anak sulung, memang saya lahirkan secara normal, tapi tetap ada keterangan "Normal dengan Bantuan Vacuum" di catatan bidan.

Beda dengan anak kedua, yang saya lahirkan normal alami. Alami mulesnya tanpa dipancing dengan induksi. Alami keluarnya, tanpa ditarik paksa oleh sedotan alat vacuum.

Seminggu sebelum HPL (Hari Prediksi Lahir), berat bayi dalam kandungan sudah mencapai 4 kilo (dicek oleh Dokter SpOG melalui USG dua dimensi).

Dan menurut beliau, jika lebih dari 4 kilo lebih baik di-caesar untuk menghindari resiko komplikasi.

Saat usia kehamilan 7 bulan, karena berat badan bayi meningkat pesat, Atas saran beliau juga, saya melakukan pengetesan toleransi gula/ GTT (Glucose Tolerance Test). Tes ini sesuai namanya untuk mengecek kadar toleransi tubuh saya dalam memproses gula. Hasilnya alhamdulillah normal-normal saja.

Saya diet nasi putih, sesuai nasehat dokter. Berharap berat badan bayi menyusut atau minimal tetap 4 kilo. Namun penyusutan itu mustahil terjadi, mengingat berat badan bayi yang akan bertambah 400 gram per minggunya.

Mundur lima hari dari HPL, tanggal 8 Juni, Shofiyah lahir dengan berat badan sama persis seperti kakaknya 3.8 kg.

Selain berat lahir yang identik, parasnya pun serupa. Allah subhanahu wataalla menjawab doa saya yang pengin banget punya anak kembar. Gapapa deh beda 4 tahun, yang penting mirip wajahnya. Nanti dipakein baju-baju yang motifnya samaan... hehehe...


Wait... bentar.... coba flashback sedikit. Kan di USG sebelum lahir 4 kg. Pas lahir malah menyusut 3.8. Gimana ini ceritanya?

Shofiyah lahir di minggu awal bulan Ramadhan. Jadi, karena saya berharap Allah subhanahu wataalla menyusutkan sedikit berat badan bayi, saya ikutan puasa dua hari pertama Ramadhan. Hari ketiga, ikut sahur bareng suami. Tapi jam 10 pagi saya buka, soalnya mulai berasa kontraksi skala ringan.

Khawatir menjelang ngeden, nggak ada tenaga. Teringat kenangan proses melahirkan anak pertama, kontraksi mulai jam 3 dini hari, nggak nafsu sarapan. Walhasil, lemes pas saat berjuang lahiran.

Tanggal 8 Juni itu memang jadwal saya kontrol ke dokter kandungan. Cek air ketuban, posisi janin, dll.

Kontraksi kan sudah dimulai dari jam 10 pagi. Hilang timbul dengan jeda tiap 50 menit. Saya masih santai di rumah.

Menjelang jam 4 sore, mules skala hebat mulai berdatangan membabi buta. Saya tahan gelombang cinta itu sampai kaki saya kaku lurus seperti mau menari balet. Tapi kalau mules hilang, saya santai lagi. Ngemil. Ngobrol. Main sama si kakak. Rapiin ini. Rapiin itu (maklum insting bersarang belum hilang).

Saat ke dokter untuk jadwal check up, jam setengah 8 malam. Saya bilang sudah mulai kontraksi. Dan saya info juga ke dokter mengenai catatan jeda hilang timbul rasa kontraksinya sekian menit.

Beliau menyarankan untuk pemeriksaan dalam. Begitu dicek, yup... sudah bukaan dua.

Dokter menanyakan mau menunggu di klinik atau pulang. Seperti biasa. Saya memilih pulang. Saya pikir rumah dekat ini.

Lagi-lagi, pilihan saya untuk pulang salah besar. Kenapa? Karena begitu saya sampai rumah, mules-mules sudah tidak berjeda.

Suami mengabari orang tua dan adik saya, mereka tiba di rumah jam 9 malam. Begitu melihat kondisi saya, langsung saya diangkut balik menuju klinik bidan.

Jam setengah 10 malam, sudah bukaan 8. Saya diminta untuk menahan rasa apapun. Mulai rasa sakit yang menusuk, hingga rasa ingin *maaf* B.A.B skala Luar Binasa.

Jam 10, bukaan lengkap. Tim bidan yang menangani saya sudah standby. Peralatan sudah disiapkan. Jarum infus penambah tenaga sudah terpasang cantik di lipatan tangan. Dan, saatnya mengejan.

Para bidan menginstruksikan posisi saya mesti begini dan begitu. Atur pola napas, cara mengejan yang benar, dll. Namun hingga jam setengah 11 malam, kemajuan tidak seberapa.

Salah satu bidan menargetkan jam 23.15 bayi sudah mesti lahir. Saya jadi terpacu saat dihadapkan oleh sebuah challenge.

Menit-menit berikutnya, tampak progress positif. Suami yang kebetulan berdiri di samping saya, sebagai motivator, memberi tahu bahwa bayi bergerak semakin turun.

Saya juga merasakan pergerakan bayi yang makin menekan daerah bawah.

Begitu kepalanya yang lunak berhasil melewati lubang vagina, menurut suami saya, bentuknya masih gepeng pipih. Tak lama setelah itu, langsung mengembang bulat, seperti sudah terisi angin.

Begitu juga dengan kedua bahunya. Sesaat baru keluar, keduanya menyatu, karena sempitnya jalan lahir. Ketika lolos dari lubang vagina, keduanya seperti dibelah dua.

Tanggal 8 juni pukul 23.14, Shofiyah lahir dengan berat 3.8 kg. Panjang 50 cm. Dengan kondisi terlilit tali pusat di bagian pinggang. Selebihnya, Alhamdulillah normal, sehat dan lucu. MasyaAllah ^_^

***

Well... hehehe... jadi panjang, keasyikan cerita.
Ada satu hal yang nggak mau saya lupakan. Ini tentang kegundahan hati menjelang hari-hari kelahiran.

Saat ketahuan berat bayi 4 kilo, lalu dokter tidak mau ambil resiko untuk proses kelahiran normal. Dan saya begitu takut sekaligus putus asa akan berhadapan dengan pisau bedah dan ruang operasi yang katanya dingin banget.

Saat itu harapan saya satu-satunya hanya Allah subhanahu wataalla. Saya perbanyak zikir ini:

لاَ Ø¥ِÙ„َـهَ Ø¥ِلاَّ اللهُ ÙˆَØ­ْدَÙ‡ُ لاَ Ø´َرِÙŠْÙƒَ Ù„َÙ‡ُ، Ù„َÙ‡ُ الْÙ…ُÙ„ْÙƒُ ÙˆَÙ„َÙ‡ُ الْØ­َÙ…ْدُ ÙˆَÙ‡ُÙˆَ عَÙ„َÙ‰ ÙƒُÙ„ِّ Ø´َÙŠْØ¡ٍ Ù‚َدِÙŠْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

Entah kenapa saya menjadi begitu yakin, dan positif Allah akan mengijabah doa-doa dan harapan saya bisa melahirkan normal. Tanpa kesulitan berarti. Bagi bumil muslim yang sedang menunggu kelahiran buah hati, bisa dicoba nih hypnobirthing ala saya ^_^

Bukan bermaksud riya. Yang ingin saya sampaikan, ini pengalaman yang sulit dilupakan. Bukan tentang proses lahirannya saja, tapi makna akan begitu besarnya rasa kasih sayang Allah subhanahu wataalla pada hambaNya.

Mungkin penyusutan berat badan bayi sebanyak 200 gram tidak seberapa. Mungkin pula sebetulnya hanya faktor salah hitung. Tapi bagi saya, kejadian ini tetap merupakan jawaban Allah subhanahu wataalla untuk doa-doa saya.

Demikian.

Tuesday, March 7, 2017

Segarnya Aqua dari Charlie Banana - Cloth Diapers

Charlie Banana - Aqua
Sumber foto: google
Masih membahas rangkaian koleksi cloth diapers Shofiyah. Kali ini saya mau menulis posting tentang Charlie Banana, warna Aqua.

Sebetulnya clodi ini turunan dari kakaknya. Makanya masih berkancing.

Sekilas Charlie Banana mirip dengan Fuzzibunz:
  • Pembeliannya sudah include 2 insert (besar & kecil).
  • Termasuk jenis clodi tipe pocket (outer berkantung)
  • Sistem adjust menggunakan karet elastis

2 Insert (Ukuran Besar & Kecil)

charlie banana adjustment system
Adjustment System Charlie Banana
Menggunakan Karet Elastis

Perbedaannya terletak pada bukaan outernya. Jika Fuzzibunz hanya berupa celah bukaan di ujungnya, tanpa penutup. Nah, untuk Charlie Banana, ada flip penutup bukaan. Bingung? Mari lihat gambar berikut:

Bukaan Fuzzibunz, tanpa flip penutup
Bukaan Fuzzibunz, tanpa flip penutup
Bukaan Charlie Banana, dengan flip penutup
Bukaan Charlie Banana, dengan flip penutup
Perbedaan Celah Bukaan antara Charlie Banana dengan Fuzzibunz
Perbedaan Celah Bukaan
antara Charlie Banana dengan Fuzzibunz

Sekilas mungkin, Charlie Banana terlihat lebih rapi. Apalagi jika kita memakai insert ukuran besar. Insert akan tertutup sempurna jika memakai outer Charlie Banana. Tidak beleberan keluar.

Tapi, saat nanti mau mencuci clodi, mengeluarkan insert-nya cukup sulit. Ditambah lagi jika insert sudah penuh dengan air pipis dan kotoran padat. Perfect deh, ngerogoh ke dalam kantung outer bau pesing... hehe..

Clodi Charlie Banana, dengan bahan outer yang jempolan, saya optimis untuk pemakaian pada malam hari. Dan, karena tampak trim, saya juga PD memakaikan ke bayi di siang hari, misalnya saat mau menyambangi rumah orang tua.

Ya, setiap clodi memiliki kelebihan, dan kekurangan. Pilih yang pas dan cocok untuk bayi kita.


Note: Semua gambar bersumber dari Google <<edisi malas foto-foto>>

Monday, March 6, 2017

Dua Koleksi Clodi NVMe Milik Shofiyah

Yang saya suka dari clodi merk NVMe adalah insertnya. Terjahit jadi satu si Mushroom Liner di atas insert yang tebal. Melebar di bagian bokong, jadi kulit bayi menempel di bahan yang lembut dan ekstra kering.

NVMe sendiri adalah brand lokal. Saya pernah baca sekilas, kenapa memilih nama NVMe, supaya jika dilafazkan akan menjadi Envy Me (alias Irilah Kepadaku). Maksudnya, kalau bayi memakai NVMe, maka bayi yang lain akan iri... hehehe... Keren juga ya idenya.

Clodi NVMe: Jaguar & Lady Bug
Sumber foto: google
Clodi NVMe: Jaguar & Lady Bug

Yang motif Jaguar, turunan dari punya kakak. Yang polos merah Lady Bug, beli baru nambahin koleksi Shofiyah.

Clodi cover mudah pemakaiannya, tinggal di-snap kancing antara insert dengan cover. Tanpa perlu repot masukin insert ke dalam kantung outer, yang terkadang miring, atau terlipat, bikin bocor di kanan - kiri.

Lalu, kenapa saya memilih cover berkancing untuk Sabrina, lalu velcro untuk Shofiyah?

Itulah, waktu zaman Sabrina dulu, karena masih ibu baru, belum punya pengalaman, saya mengira cover berkancing adalah clodi yang bagus.

Ternyata setelah pengalaman tidak menyenangkan memakaikan clodi berkancing ke bayi yang sudah bisa merangkak, kini saya sadar bahwa velcro-lah yang terbaik. Pemakaian jadi lebih mudah dan cepat.

Clodi NVMe, walau motifnya lucu-lucu, tapi entah kenapa semua-nya ber-list hitam. Yang membuatnya terlihat monoton dan seragam.
Lalu di bagian leg gusset-nya, selalu ada sela dengan paha bayi. Bocor kanan kiri sudah biasa, padahal sepertinya sudah rapat. Entahlah.

Pemakaian clodi NVMe, hanya di siang hari. Saya tidak PD memakaikan waktu malam. Yah... untuk ganti-ganti, biar nggak jenuh ^^

Mushroom Soaker
Sumber foto: google
Mushroom Soaker

Pemakaian Clodi NVMe
Sumber foto: google
Pemakaian Clodi NVMe