Monday, July 22, 2013

Olympus Has Fallen

Sebetulnya gue nggak gitu suka film berbau heroik Amerika. Soalnya ada segudang tema film yang sama diproduksi di Hollywood, makanya plotnya mudah ditebak: satu orang pahlawan, penyelamatan presiden, serta bom waktu yang bisa dijinakkan di detik ke-3 atau ke-2 saat hitung mundur. Alasan lainnya lebih ke politik: mereka mengaku sebagai pahlawan di film-film seakan-akan ingin merebut simpati warga dunia, padahal kenyataannya mereka hobi ikut campur urusan dapur negara lain, dan antipati sama negara-negara Islam.

Anyway, berhubung kemarin hari Minggu nggak ada film bagus, jadi gue nonton deh nih film. Berikut review filmnya.

Mike Banning (Gerard Butler), seorang perwira pilihan yang bertugas sebagai bodyguard-nya presiden beserta keluarga, sedang memimpin rombongan mobil kepresidenan dari Camp David menuju ke acara kampanye penggalangan dana. Di tengah perjalanan, batang pohon jatuh menimpa, dan mengacaukan rombongan mobil.

Banning menyelamatkan sang presiden, dan gagal mengeluarkan the first lady dari dalam mobil, saat mobil mereka menghantam pembatas jalan di tengah jembatan. Mobil jatuh ke sungai yang membeku. First lady meninggal, beserta dua perwira lainnya.

Setelah kejadian itu, Banning memutuskan untuk mengundurkan diri, dan bekerja di Kementrian Keuangan, Jendela ruang kerjanya langsung berhadapan dengan gedung putih, maka ia dapat menyaksikan secara langsung teror yang terjadi di halaman The White House itu.



Di dalam istana kepresidenan Amerika, sang presiden sedang bertemu dengan perdana menteri Korea Selatan. Di udara, pesawat Korea yang sedang melintas dikawal oleh jet-jet tempur militer Amerika, yang kemudian dimusnahkan dengan cepat oleh para teroris. Serangan di darat makin parah, semua orang ditembaki membabi-buta, membuat chaos yang spektakuler di sekitar gedung Olympus. Hanya dalam waktu 13 menit, rumah presiden itu sudah diduduki oleh para teroris, yang belakangan diketahui berasal dari Korea Utara.


Presiden Amerika disandera dengan penawaran ingin menyatukan kembali Korea Selatan dengan Utara. Tujuan lainnya ingin meledakkan semua bom nuklir milik Amerika di silo-nya masing-masing, dan membiarkan Amerika menderita akibat radiasi.


Bagaimana ending-nya? Seperti yang gue ceritakan di atas, mudah ditebak. Banning "the hero" berhasil masuk ke gedung putih seorang diri, dimana perwira yang lain sudah tumbang dihajar peluru. Lalu menjalankan misi penyelamatan presiden (juga seorang diri), dan menggagalkan bom waktu yang sedang bergulir mundur, tepat di detik ke-3.

Bagian serunya hanya saat Olympus dilumpuhkan dengan kekuatan orang-orang bersenjata yang terorganisir dengan baik. Sisanya cuma copas dari film-film sejenis.







Saturday, July 20, 2013

Pengalaman Melahirkan Normal

Sabrina sekarang usianya sudah 1 tahun 4 bulan, nggak berasa, tau-tau sudah besar, bentar lagi sekolah, trus dikawinin, trus gue momong cucu. Dan, banyak yang nanyain, kapan nih Sabrina punya adik? Wakwaw nggak tuh pertanyaannya.


Haha... sebenarnya sih gue pengennya punya anak tiga. Allah SWT kan suka angka ganjil. Dan, kayaknya lebih fun kalau Sabrina punya dua adik. Rumah lebih ramai, dan semarak. Itu artinya gue masih punya hutang melahirkan dua kali lagi.

Kalau diingat-ingat pengalaman melahirkan anak pertama waktu itu, mencengangkan sekali. Normal sih, tapi... (garuk-garuk kepala).

Prediksi dokter tanggal 20-an Maret gue melahirkan, dan itu nggak meleset. Sabrina lahir tanggal 22 Maret.
Malamnya gue periksa kandungan buat cek air ketuban, masih normal. Kata dokter masih cukup buat beberapa hari ke depan. Dan gue sudah merasakan kontraksi palsu, sakit-sakit sedikit, tapi cepat hilang. Gue udah pernah baca tentang ini di internet, jadi nggak begitu khawatir.
Dokter juga bilang, "Kalau ibu kontraksi beneran, ibu nggak mungkin bisa senyum-senyum kayak gini." Waktu itu, gue cengar-cengir panik sebetulnya.

Keluar dari ruang dokter, ternyata tante-tante dan beberapa sepupu udah pada dateng. Mereka kira gue udah lahiran. Trus salah satu tante gue bilang "Kalo dilihat dari air mukanya, iyus nggak lama lagi melahirkan nih, paling besok." Mungkin di jidat gue udah ada tulisannya: MELAHIRKAN SEGERA!

Tapi emang dasar ibu-ibu punya pengalaman (anaknya tiga, red), bener aja, jam tiga pagi, perut gue melintir, sakiiiit banget. Kayak diremas-remas sama tangan Hulk, trus ditusuk tombak, lalu dicakar-cakar dari dalem pake pisau roti yang bergerigi (maaf ya bukan nakut-nakutin yang bentar lagi nunggu waktu). Tapi emang itulah yang gue rasakan. Rasa sakit mules kontraksi itu RUARRR BIASAAA....!

Gue langsung bangunin Fahmi dengan suara erangan-erangan nggak jelas. Begitu sakitnya hilang, gue goyang-goyang pundaknya. Begitu sakit dateng lagi, gue melenguh, kayak sapi ngunyah kerikil. Waktu itu jeda antara sakit sama nggaknya, sekitar 30 menit. Dan sakitnya itu belum seberapa dibandingkan menjelang detik-detik lahiran nanti.

Fahmi dengan sigap menelpon Hekel, buat segera jemput pake mobilnya. Gue masih sanggup jalan menuju mobil. Adik gue itu agak lebay orangnya, jam tiga pagi dia udah bangunin tetangga-tetangga: Mpo Sainah, Si Uwa, Mpo Hindun, dan mpo-mpo yang lainnya (maklum kampung betawi). "Iyus mau beranak, Mpo" katanya heboh, rumah orang digedorin satu-satu.

Sampai klinik, bidan langsung ngecek, ternyata belum ada pembukaan, dan kantung ketuban masih aman, belum pecah. Gue dikasih opsi untuk nunggu di klinik, atau pulang dulu. Gue milih pulang dulu, karena menurut gue merasakan sakit di rumah lebih nyaman ketimbang di klinik, kalo mau jerit-jerit, nggak takut diomelin bidan. Keputusan yang akhirnya gue sesali, karena mondar-mandir rumah-klinik-rumah dalam keadaan 1001 penyakit jadi satu bukanlah ide cemerlang. Percaya deh sama gue.

Fahmi disuruh mengawasi jeda sakit mules. Kalau sudah 10 menit sekali, kita harus berangkat ke klinik. Kalau jedanya belum nambah, jam 7 pagi juga sudah harus di klinik, buat dikasih perangsang biar bukaannya bisa nambah.

Begitu sampai rumah lagi, jeda sakitnya lebih cepat. Gue nggak bisa tidur, cuma mengerang-erang di ranjang, sambil pegangin perut. Air mata udah nggak bisa ditahan, ngalir sendiri.
Jam 6 subuh, gue hampir digotong Fahmi dan Hekel, karena udah nggak mampu buat jalan. Sakitnya menjalar sampai betis. Kepala gue juga kayak dihantam rubber mallet (palu karet, kantor gue impor barang ini).

Di jalanan, Hekel ngebut, salip-salip mobil. Gue disuruh istighfar dan baca ayat kursi, sambil ngatur napas. Begitu dicek sama bidan lagi, ternyata udah bukaan tujuh. Cepet sekali Sabrina nih buka-buka jalan keluar.
Jam 7 pagi, bukaan lengkap, tapi sayangnya gue nggak ada tenaga buat ngeden. 
Terpaksa dipanggil dokter kandungan, akhirnya divakumlah Sabrina. Jalan keluar digunting memanjang ke bawah hampir mencapai anus (atau memang sudah sampai situ ya?), maksudnya biar nggak pecah kodok (istilah nenek gue untuk jalan keluar yang robeknya nggak keruan), tujuan lainnya biar dokter jahitnya lebih gampang.

Soal jahitan jangan ditanya. Gue dapet jahitan banyaaaak. Tapi biar deh, yang penting Sabrina lahir dengan selamat, dan sehat.

Setelah proses lahiran yang menguras tenaga, bayi yang cantik dengan berat 3,8 kg, dan panjang 48 cm mendarat mulus di tangan dokter jam setengah 9 pagi. Proses IMD dilakukan (karena gue yang minta), tapi nggak sempurna. InsyaAllah bayi kedua dan ketiga bisa IMD dengan baik dan benar. Pengennya sih kembar nih dua anak selanjutnya, biar sakitnya sekalian.

Well sekian sharing pengalaman melahirkan normal bayi Sabrina Fahmi. 

Tips Kepenulisan: Naskah Yang Paling Dicari Editor

Tulisan di bawah gue kutip langsung dari facebook-nya Ari Kinoysan. Gue paling demen baca tips-tips kepenulisan. Cita-cita untuk bisa menerbitkan novel mahakarya, atau paling banter cerpen yang dipublish di majalah Tempo, masih menyala di dalam tungku kecil di hati gue. Pokoknya suatu saat novel gue akan terbit, dan berjejer di rak buku Gramedia. Kalaupun nggak terjadi, novel Sabrina yang akan terbit, menggantikan novel gue... hahah...


Secara umum, editor di penerbitan mengharapkan naskah-naskah yang padat materinya, mudah dibaca, provokatif, dengan ide-ide yang jelas dan jika ditulis dengan dasar-dasar penulisan yang baik, Anda telah meningkatkan skor nilai naskah sejak awal. 

Harus disadari bahwa semua EDITOR BERBEDA: mereka bekerja di berbagai divisi perusahaan yang berbeda ukuran dan misinya, berasal dari latar belakang yang berbeda, selera yang bervariasi, beberapa konsens kerja, beberapa hanya ingin gaji, dan lain-lain. Jadi jangan sekali-kali MENYAMAKAN atau MEMBANDINGKAN setiap editor. 

Jadi, sebenarnya naskah seperti apa yang paling dicari editor? 

1. Anda harus sadar, naskah anda TENTANG APA sebelum berurusan dengan editor.

2. Anda harus tahu mengapa naskah anda PENTING bagi editor.

3. Naskah tersebut memiliki STRUKTUR NARATIF, materi dan penyajian saling mendukung.

4. Naskah yang memiliki GARIS BESAR. 

5. Naskah yang ditulis dengan GAYA SENDIRI.

6. Naskah yang tidak banyak jejak literatur (baca: TIDAK BANYAK KUTIPAN).

7. Naskah yang ditulis dengan BAHASA NASIONAL (tidak banyak jargon, slank, bahasa daerah).

8. Naskah yang menggunakan CONTOH untuk menerangkan sesuatu.

9. Naskah yang SESUAI dengan misi, kekuatan, selingkung penerbit; sesuai waktu dan trend pasar.

10. Naskah dari PENULIS yang sudah DIKENALI bestsellernya.

Nah, pikirkan kembali naskah-naskah anda sebelum anda mengirim ke penerbit atau berurusan dengan editor; agar naskah anda diterima dengan MANIS oleh editor dan keputusan ACC TERBIT mudah didapat. 

Happy Writing, Be A Good Writer :)


https://www.facebook.com/arikinoysan

Tuesday, July 16, 2013

The Time Traveler's Wife

The Time Traveler's Wife. Pemainnya Rachel McAdams sebagai Clare, dan si ganteng Eric Bana sebagai Henry DeTamble.

Film ini berkisah tentang seorang pria yang mampu berpindah ruang dan waktu. Henry mendapatkan bakat itu sejak usia lima tahun, saat berkendara dengan ibunya, dan mengalami kecelakaan.
Saat kecelakaan terjadi, Henry berpindah tempat, sedangkan ibunya tewas.

Tiba-tiba saja Henry dewasa menghampiri Henry muda untuk menyelamatkannya. Di awal film siap-siap kebingungan.

Henry muncul di kehidupan Clare saat perempuan itu masih belia. Namun, mereka bertemu kembali saat Clare berusia 18 tahun. Clare pun mencatat di buku diary kapan saja Henry mendatanginya. Seiring waktu mereka jatuh cinta, dan akhirnya menikah.

Henry tidak dapat mengontrol tubuhnya sendiri saat berpindah tempat. Sesuatu atau seseorang, yang ia sebut sebagai "big event", tiba-tiba menarik dirinya dari masa kini, menuju entah ke masa lalu atau ke masa depan. Saat berpindah waktu, Henry tak membawa serta bajunya, ia telanjang di tempat baru, dan terbiasa mencuri baju siapapun untuk ia pakai saat itu.

Setelah menikahi Clare, Henry seringkali menghilang, bertemu dengan masa kecil Clare, atau masa remaja Clare, atau bahkan mundur jauh ke belakang untuk bertemu dengan ibunya (salah satu scene yang membuat sedih). Hingga bertemu dengan putrinya, Alba yang telah berusia 10 tahun.

Alba pun memiliki bakat turunan sebagai pengelana waktu, namun ia dapat mengontrolnya dengan bernyanyi. Pada saat pertemuan itu, Alba menyampaikan satu rahasia pada Henry, yang membuatnya tertegun.

Alurnya maju mundur, antara masa lalu, masa kini, dan masa depan Henry. Kadang sesuai dengan masa kininya Clare atau Alba. Membingungkan? Iya di awal. Cerita based on Novel dengan judul sama ini, mempunyai cerita yang kuat, dan pemandangan di filmnya indah banget. Sebagian orang ada yang menyebutnya sebagai science fiction, ada juga film romance, sedikit mirip sama film Benjamin Button.

Scene yang gue sukaaa banget di film ini, menjelang ending, saat Clare dan Alba saling berangkulan di tempat tidur. Posisi mereka sama kayak gue dan Sabrina... heheh... nyama-nyamain aja mereka!






Sabrina Jatuh :(

Minggu sore, Sabrina sedang asyik bermain kunci motor sama Abah di depan rumah. Sampai tiba-tiba si Kakak, tetangga sebelah rumah, lari kencang melewati Sabrina. Kemudian, anak laki-laki berusia sekitar lima tahun itu lari kembali ke rumahnya, begitu seterusnya bolak-balik. Ternyata uang koinnya jatuh, si gadis mungil ini memungutnya, dan berlari pelan mengejar si Kakak untuk mengembalikan uangnya.

"A'a'..!" Sabrina memanggil.
Tapi Kakaknya nggak dengar, soalnya teriakannya pelan.
Abah bilang, "Panggil lagi Sabrina."
"A' a'...!" teriak Sabrina lagi sambil mengejar.
Abah mengikuti putri batitanya itu dari belakang.
Si Kakak terlihat dari jauh, tiba-tiba berlari lagi menuju Sabrina. Sabrina yang malang, merasa seakan-akan ia sedang dikejar, memutar tubuhnya dan akan berlari menuju Abah. Tiba-tiba kesandung dan jatuh, muka menyentuh tanah berkerikil. 

Suara tangisannya terdengar sebelum azan Mahgrib berkumandang. Sebelum anaknya sampai rumah, suaranya sudah lebih dulu masuk dan bergema. Sabrina digendong Abah, dengan muka penuh tanah, dan air mata berurai-rurai di pipinya.
Mama yang sedang menyeduh teh buat buka puasa, langsung menghentikan kegiatannya, dan memeluk putri kecilnya. Katanya kan pelukan ibu bisa meredakan rasa sakit. Kemudian membersihkan wajahnya yang penuh debu.

Sekarang di hidung Sabrina ada dua luka panjang yang sudah mengering, seperti luka cakar. Cepat sembuh ya anakku sayang.


Tetap senyum manis, biarpun ada luka di hidung.



Monday, July 15, 2013

Despicable Me

SuperBad. SuperDad.

Film diawali oleh sebuah adegan Piramid Giza menghilang, dan digantikan oleh replika yang terbuat dari balon plastik.

Kartun kocak tentang penjahat super bernama Dru. Yang tiba-tiba merasa tersaingi oleh si penjahat misterius pencuri Piramid. Dia ingin membalas kekalahannya dengan niat mencuri bulan, dibantu oleh para pelayannya "The Minions" yang imut-imut.

Namun, niatnya ini membutuhkan biaya besar, yang mengharuskan Dru untuk meminjam uang di Bank of Evil. President Bank, Mr. Perkins setuju dengan idenya itu, namun dengan syarat Dru harus mencuri senjata sinar pengecil.

Rupaya Vector, si pencuri piramid, tidak tinggal diam. Dia pun mencuri senjata itu dari Dru. Berbagai upaya dilakukan Dru untuk menerobos rumah Vector untuk mengambilnya kembali. Namun senjata dan perangkap di rumah Vector kerap menghalanginya.

Hanya ada satu cara untuk dapat menyelinap masuk, yaitu tiga anak yatim piatu penjual kue: Margo, Edith, dan Agnes. Dru menyamar sebagai dokter gigi untuk mengadopsi ketiga anak itu dari yayasan yatim piatu Home for Girls.



Rupanya ketiga putri adopsi Dru dapat mengubah watak jahat, dan kehidupannya. Dibalik fakta bahwa Dru penjahat, dia memiliki insting sebagai Ayah yang hebat. Para Minions yang lucu juga mampu bikin kita terbahak-bahak dengan tingkah konyolnya. Despicable Me, film bagus buat seluruh anggota keluarga.



Nggak sabar mau nonton Despicable Me 2.

Wednesday, July 10, 2013

Toy Story versi Sabrina: Berkenalan dengan Boneka-Bonekaku

Sabrina senyum unjuk gigi,
begitu juga Tazmanian yang heboh di belakangnya.

Hai, selamat siang. Puasa hari pertama di bulan Ramadhan harus semangat seperti Sabrina. Dia juga puasa loh. Ikutan sahur minum susu. Paling buka puasa jam 8 pagi, sarapan dulu. Trus puasanya lanjut lagi sampe ketemu jam makan siang, dst. Pas maghrib waktunya buka puasa sama Mama & Abah. Semoga puasanya Sabrina bisa pol, nanti mama kasih hadiah: Baju Lebaran...!!!

Anyway, saatnya berkenalan dengan boneka-boneka Sabrina, ini semacam film kartunnya Toy Story, tapi versi Sabrina. Lucu-lucu deh mereka. Sabrina sangat sayang sama boneka-bonekanya, begitupun sebaliknya. Apapun akan dilakukan oleh para boneka agar dapat bermain bersamanya.


Hai.. namaku Hello Kitty. Sabrina suka memanggilku Kiti. Aku pakai baju pink, dan pita cantik berwarna pink juga.
Sabrina suka sekali bermain dan bercanda samaku. Aku disuapinin, dipakein bedak, minyak telon, sampai mama harus memandikan aku di mesin cuci. Aku sayang sama Sabrina.








Hallow, aku beruang kuning. Aku belum punya nama. Sebab aku anak baru di sini. hihihi...
Waktu pertama kali aku ketemu sama Sabrina, dia langsung memeluk dan mencium aku. Senang sekali rasanya. Sabrina sangat friendly dengan teman baru. Jadi aku nggak takut di-bully berada di sini.








Aku juga belum punya nama, tapi aku adalah beruang putih, Beruang kuning yang di atas itu adalah sepupuku. Kami akhirnya bertemu di rumah Sabrina. Sebetulnya aku adalah boneka yang nempel di tas Sabrina. Tapi aku ingin sekali bermain sama dia, aku berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari tas, tapi usahaku sia-sia. Benang yang menempel di punggungku terlalu kuat. Akhirnya Mama menggunting benang itu, dan aku dapat bermain sama Sabrina. Dia baik banget samaku.



I love you,
You love me,
We're a happy family,
with a great big hug,
and a kiss from me to you,
Won't you say you love me TOO!

Aku adalah boneka yang gemar bernyanyi. Dan aku senang bernyanyi buat Sabrina. Nanti dia menggeleng-gelengkan kepala, itu tandanya dia sedang berjoget. Sabrina anak yang lucu.




Kami boneka kembar! Perkenalkan namaku Mo (sebelah kiri), nama panggilanku Momo. Dan, sodara kembarku di sebelah kanan belum punya nama, kasihan ya, haha... Dan dia agak pemalu, jadi harap maklum aja.

Sabrina suka sekali menjadikan kami guling saat mau tidur. Karena kami memberikan kehangatan dan kelembutan.

We love you Sabrina....!!!




Namaku Cow, panggilan sayangku Koko. Aku adalah boneka sapi penghasil susu. Lihat nggak pita merah yang melingkar di leherku? Cantikkan aku memakai pita merah. Kalau aku pakai pita warna pink, seperti punya Kiti, pasti lebih cantik.
Tapi Kiti pelit, nggak pernah mau pinjemin pitanya. Tapi ya sudahlah, biarin aja.

Minum susu yuk!





Kakiku panjang, tanganku juga panjang. Rambutku seperti bulu jagung. Dan bajuku kekecilan. Pengennya aku pakai jilbab dan gamis, biar lebih sopan & Islami. Aku jadi nggak pede kalo bermain sama Sabrina.
Hobiku membaca buku, menulis puisi, bermain kelereng, dan memanjat pohon pinang (buat persiapan lomba bulan Agustus).






Namaku Pinky. Aku berasal dari negri para koboy. Aku paling malas mengikat tali sepatu. Jadi sering kesandung kalo lagi jalan atau lari pagi.
Aku pengin belajar pakai make-up, tapi kata si Tangan Panjang, umurku masih kekecilan pakai gincu, nggak pantas. 

Jadi aku pakai spidol merah aja, biar bibirku merona.




Kami kembar identik dari perkebunan kelapa sawit. Dulu, kami suka membantu ayah & ibu saat panen tiba. 

Setelah beranjak dewasa, kami berprofesi sebagai pekerja tambang. Bulu halus kami jadi rontok, dan telapak tangan jadi kasar. Akhirnya kami memilih untuk bekerja sebagai boneka yang profesional. Bermain dengan Sabrina adalah hal yang menyenangkan.




Hai, aku Taz. Masih ingat kan samaku? Waktu itu aku pernah menjadi pasiennya Drg. Sabrina. Ceritanya gigiku sakit, dan mau dicabut, baca di sini lengkapnya. Ceritanya seru dan menegangkan.

Tapi itu cuma akting kok. Kenyataannya gigiku sehat-sehat saja, karena aku rajin sikat gigi dua kali sehari. Biar gigiku cuma empat (atas 2, bawah 2), tapi aku mampu mengunyah ayam goreng KFC loh.
Mama sama Abah kalo beli KFC, makannya ngumpet-ngumpet, takut aku habisin.. hahaha...




Aku pendiam, dan pemalu. Aku juga suka memaikan musik buat Sabrina, jika buntutku ditarik. Sabrina akan menggoyangkan kepalanya.

Aku sayang Sabrina, dia anak yang periang.
Apalagi ya? Itu aja deh, soalnya aku kan pendiam, jadi nggak boleh terlalu banyak bicara. Gitu loh.







Hai kawan-kawan... Namaku Nyunyik. Sebetulnya aku bukan boneka, melainkan flashdisk Abah.
Tapi aku suka bermain petak umpet sama Sabrina. 

Nanti Sabrina akan mencari-cari aku, "Nyunyik.. Nyunyik..," lalu tas selempang Abah dibuka, dan bertemulah dia denganku.

Setelah itu aku akan dilumuri oleh liurnya. Menyenangkan!




We love you Sabrina...!!!




Tuesday, July 9, 2013

Seru-seruan di Pizza Hut Mall Emporium

Holla. Menjelang Ramadhan kita akhirnya jadi juga makan bersama di Pizza Hut Mall Emporium (yang paling deket sama kantor). Kalo hari biasa nggak pernah diizinin sama boss buat keluar ruangan lama-lama cari makan, makanya kita selalu nitip OB. Jarang banget jalan-jalan siang pas jam istirahat, panas pula kan, kita takut meleleh aja kalo kena sinar matahari yang menyengat, maklum putri lilin.


Meja masih sepi, makanan belum nongol


Perkenalkan Ifada (sebelah kiri),
dan si penulis blog keren ini: Fairus Baggins (sebelah kanan)

Perkenalkan Zahrah (sebelah kiri), dan Perina (sebelah kanan)


Menu kita siang hari itu: Pepperoni Beef Toppings (dengan potongan daging ayam dan kentang dicampur saus kari Nyonya Malaysia) ukuran kecil, Super Suppreme (dengan pinggiran keju) ukuran kecil, Beef Lasagna, Chicken Wings, Cheese Fondue, Salad Buah, Hot Bread Puding Chocolate, dan Royal Plater Beef Melt Mushroom Sauce. Dikit kan? Sama minumnya masing-masing. 



Menu Utama, yummy


Cemilan... ajib

Ada yang ngiler nggak nih?? Itu belum semuanya loh. Jangan underestimate sama cewek-cewek mungil nan cantik di foto atas itu, biar kecil-kecil nafsu makannya GEDE!



The Desserts


The Drinks

Setelah semua makanan disantap, kita juga berfoto. Jadi, sebelum berangkat dari kantor kita sudah sepakat akan foto before after. Before we eat, and after we full.



Kalo udah kenyang, pada manyun.
(Gue doang sih yang tampak manyun di foto ini)



Trus matanya pada berputar-putar nggak tentu arah, maklum kekenyangan


Marhaban ya Ramadhan, semoga puasa kita lancar, dan ibadah kita diberikan pahala yang setimpal oleh Allah SWT. Amin.


Tampilan Baru!

Blog ini sekarang punya tampilan baru loh. Tampilan paling atas aja sih yang baru. Kalo sebelumnya tampilannya seperti ini:


Tampilan Lama :D

Tampilan lama masih keranjingan olahraga dan terobsesi ngecilin badan, hahaha. Dan tampilan baru lebih segar karena ada sebuah new banner yang mempromosikan jualan gue: Fabags Shop: menyediakan pasmina-pasmina cantik buat kamu. Mampir yuk!

Anyway, bukannya sekarang nggak peduli lagi sama bentuk tubuh. Nggak, bukan gitu. Yah, namanya manusia kan kadang ada rasa jenuhnya juga. Apalagi olahraga ini dilakukan sendirian. Lari muter keliling komplek, kadang digodain satpam, dikejar anjing, dipalakin kunti, dijegal tuyul, dan peristiwa klenik lainnya.

Kalo waktu aerobik dulu, kan rame-rame tuh, ibu-ibu semua, jadi termotivasi. Ada instrukturnya, yang mau nggak mau gue harus bergerak sesuai perintah Nina (instruktur senam favorit). Udah gitu diiringi lagu yang ajeb-ajeb, yang mengharuskan gue untuk goyang pinggul, tapi nggak pas lagi mandi ya, kalo itu sih filmnya Anisa Bahar: Pocong Mandi Goyang Pinggul. Hadeh... film Indonesia aneh-aneh.

InsyaAllah habis lebaran, sekitar pertengahan Agustus dan awal September, akan gue jalani lagi pola hidup sehat: makan sehat dan berkualitas, serta olahraga.


Mau tau nggak? Orang yang tidak mau (atau bahkan malas) meluangkan waktu untuk berolahraga, pada akhirnya harus menyediakan waktu untuk mengunjungi rumah sakit.

Tetap sehat ya friend, apalagi mau puasa Ramadhan sebulan penuh, badan dan pikiran harus fit!